Cinta Bercabang

Cinta Bercabang
Water Park


__ADS_3

Astaqfirullah terkejut Adi karena tidak menyadari ada satu lagi manusia yang berada dalam mobil Bintang.


"Sejak kapan kamu ada di sini" tanya Adi pada Rita lantaran malu karena sudah salah sangka karena tadi Adi berpikir jika Bintang hanya pergi berdua saja bersama Risda.


"Udah dari tadi" jawab Rita ketus.


Adi memegang dadanya sendiri merasakan adanya debaran aneh di dada, kenapa jantungku berdegup kencang yah, apa aku sudah mulai ada gejala sakit jantung? tanya Adi pada dirinya sendiri.


Risda memperhatikan Adi dari balik kaca yang ada di depannya kemudian tersenyum


Sepertinya sifat playboy abang akan segera menghilang dengan hadirnya Rita.


Risda menoleh kepalanya ke belakang untuk melihatnya secara langsung apa yang di lakukan Adi dan kemudian tersenyum dalam hati berkata dasar playboy palsu, masak jatuh cinta aja tidak tahu apa aja gejalanya. Ini pakai pegang pegang dadanya segala lagi, apa abang berpikiran dia sakit jantung ya.


Adi menaikkan sebelah alis mengisyaratkan sebuah pertanyaan "Ada apa" yang ia tujukan pada Risda. Tetapi Risda malah membalikkan badan memposisikan badan seperti semula sambil tertawa cekikikan.


Bintang yang melirik Risda sekilas tertawa cekikikan seorang diri membuatnya menjadi bingung tidak lama kemudian ada bayangan tangan yang memukul ringan kepala Risda,


Bintang melirik lagi Risda sekilas dan melirik ke belakang sebentar melalui kaca yang ada di depannya.


Risda yang kena pukul di bagian kepala tidaklah mengeluh kesakitan malah menambah kadar tawanya.


Bintang yang duduk di kursi kemudi baru menyadari apa yang telah terjadi kemudian tersenyum tipis mengejek abang angkat sekaligus bosnya itu.


Dasar playboy kw.


Adi yang duduk kursi belakang memperhatikan interaksi dua orang di depannya yang saling tertawa cekikikan itu mendengus kesal karena ia tahu dua orang itu sedang mengejeknya.


Sedangkan Rita begitu penasaran apa yang terjadi tetapi ia malas menanyakannya lantaran kesal pada Adi.


Setelah empat puluh lima menit perjalanan mobil sedan yang dikendarai Bintang dan yang di tumpangi oleh Risda, Rita dan Adi memasuki gerbang water park.


Risda mebelalakkan kedua bola matanya karena terkejut dan hatinya senang bersorak ria


Water Park hooreeee yeess yessss sorak ria Risda sendiri dalam mobil sedangkan tiga pasang mata yang lainnya hanya memperhatikan saja Risda yang begitu kesenangan.


Risda menolehkan kepalanya ke tempat Rita berada dan bertanya pada Rita, "Ta tumben kamu tidak senang datang ke tempat kayak gini".


"Tadi aku udah senang duluan".


"Ha maksudnya" tanya Risda bingung.

__ADS_1


"Tadi di rumah aku sudah heboh senang sendiri karena sudah tahu tujuan kita kemana".


"O" jawab Risda sedikit kesal karena cuma dia sendiri yang kesenangan.


Kedua lensa mata Risda menatap Bintang yang duduk di sebelahnya dengan senyum manis nan tulus terbit diwajahnya dan kemudian dari bibir Risda keluar ucapan terimakasih Bintang sahabatku yang terrrbaik.


Bintang yang melihat senyum manis dari kekasih tambatan hatinya tak mampu berkutik hanya dua anggukan kepala yang bisa di lakukannya, Bintang tidak sanggup mengeluarkan kata kata dari bibirnya seolah terkunci dan hatinya menjerit kesenangan karena tambatan hatinya senang karena dirinya.


Risda dan Rita buru buru turun dari mobil dan berlari ke tempat pembelian tiket untuk membeli tiket tetapi mereka lupa membawa dompet, dompet Risda tertinggal di rumah sedangkan dompet Rita tertinggal di mobil karena tadi Risda langsung menarik dirinya masuk ke dalam.


Di dalam mobil setelah kepergian Risda dan Rita, Adi menatap Bintang dengan tatapan intimidasi untuk memastikan sesuatu yang menganjal dalam hatinya.


"Kenapa abang lihatin saya seperti itu" tanya Bintang pada Adi bingung.


"Kamu jawab jujur ya, Apa kamu suka sama Risda adik kesayanganku itu?".


Seketika suana dalam mobil terasa hening, belum sempat Bintang menjawab pertanyaan dari Adi terdengarlah ketokan di bagian jendela mobil dari luar.


Huft selamat ucap Bintang dalam hati.


Adi menurunkan kaca jendela mobil dan bertanya


"Ada apa dek?".


"Ha?" bingung Adi.


"Masuk kedalam sana membutuhkan tiket, untuk mendapatkannya haruslah membayar terlebih dahulu dengan uang" sahut Rita yang tiba tiba muncul dari belakang Risda.


Adi menatap Rita tanpa ekspresi karena debaran di dadanya kembali bergemuruh kencang.


Risda yang melihat itu memutar bola matanya jengah karena tidak sabar ingin masuk ke dalam untuk berenang tapi ini malah terasa lambat karena abang Adi tidak segera mengeluarkan uangnya malah sibuk dengan cinta sebelah tangannya itu.


"Abang minta duit" teriak Risda sedikit keras untuk menyadarkan abang sepupu kesayangannya itu dari mabuk asmara pandangan.


Adi tersentak kaget mendengar suara teriakan Risda lalu mengeluarkan beberapa lembaran uang rarusan ribu


Sedangkan Bintang hanya mengusap dua daur telinganya yang berdengung kencang akibat mendengar suara teriakan Risda.


Risda kembali manarik tangan Rita menuju lokasi pembelian tiket masuk.


"Yah gini nih jika bocah kayak kamu kalau ketemu air senangnya minta ampun" ucap Rita mengejek Risda.

__ADS_1


"Biarin ayo cepatlah Ta


Kamu jalan lamban kayak siput".


Sebelum sampai ke tempat pembelian tiket Rita mengatakan sesuatu pada Risda sehingga Risda menghentikan langkahnya secara mendadak hal itu membuat Rita menabrak badan Risda dan terjatuh tersungkur hampir mengenai tanah tapi tidak jadi karena Risda dengan sigap menangkap dan menopang badan Rita supaya tidak menyentuh tanah.


Dari kejauhan Adi dan Bintang berusaha keras menahan tawa mereka supaya tidak meledak saat melihat apa yang terjadi.


"Apa apaan sih Riis berhenti mendadak".


"Maaf" jawab Risda cengengesan "ayok kita balik lagi ke mobil ambil baju ganti".


"Tidak usah" jawab Rita karena melihat Adi dan Bintang berjalan menuju arah mereka dengan membawa tas ransel yang ia bawa tadi dari rumah, "udah ada ajudan yang bawa tas kita".


Risda melihat dua orang pemuda tampan yang membawa tiga tas ransel kecil milik mereka berjalan menuju mereka.


"Oh aman ayok kita beli tiket dulu".


"Iya iya".


Adi dan Bintang hanya mengikuti saja ke mana dua wanita kesayangan mereka pergi.


"Bintang ada celana ponggol lebih sama kamu satu".


"Ada ini, tapi bajunya tidak ada".


"Aman baju bisa pakai sinlet".


Risda tidak lagi mengganti bajunya lansung nyebur kolam karena dari rumah memang sudah memakai training.


Rita tersentak kaget dan berteriak "Risdaaa" karena Risda menyalto membaling balingkan badannya dua kali putaran di udara.


Adi dan Bintang melebarkan pupil matanya dan melongo melihat kelakuan Risda


Dan beberapa pengunjung lain yang melihat itu tidak jauh berbeda ekpresinya dengan Bintang dan Adi.


Ada sepasang mata yang memperhatikan Risda dari pintu masuk pembelian tiket sampai ke aksi salto Risda.


Orang itu tidak terlalu kaget apa yang di lakukan Risda karena ia pernah melihat aksi heroik Risda saat di kejar anjing di pagi buta dulu.


Rajif berpindah duduk ke pinggaran kolam renang untuk memastikan jika yang ia lihat ialah gadis yang ia temui beberapa bulan yang lalu saat di kejar anjing dulu

__ADS_1


Rajif yang mengingat kejadian itu hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya dan tersenyum simpul.


BERSAMBUNG.......


__ADS_2