Cinta Bercabang

Cinta Bercabang
Kekesalan Bintang


__ADS_3

Dengan susah payah Adi berenang menyeret Rita hampir 15 meter jarak jauh harus ia tempuh menggayuh kaki dan tangannya.


Setelah sampai di pinggiran kolam dimana Risda, Bintang dan Rajif berada.


Rita tidak langsung turun dari pelampung melainkan ada drama lagi yaitu saling tatap tatapan antara Rita dan Adi.


Hm Hm Hmmmm


Tiga deheman keras dari Risda, Bintang dan Rajif di keluarkan secara bersamaan dari kerongkongan mereka.


Rita dan Adi tersentak kaget mendengar deheman dari tiga orang itu yang begitu kompak.


Rita yang tertangkap basah bak seorang pancuri membuang muka lantaran malu tertangkap basah saling bertatapan bersama Adi. Sedangkan Adi berekpresi biasa saja seolah olah tidak terjadi apa apa.


Suasana keheningan mulai tercipta disebabkan dengan kesibukan dari pikiran mereka masing masing.


Rita segera memecahkan keheningan tersebut, "hey kalian jangan pada melamun


ayok naik pelosotan yang itu".


Risda terkekeh ringan dengan penuturan dari Rita.


"Apa Ta, mau naik lagi, tadi saja kamu hampir mati tersangkut kaki sebelah".


"Ayok" jawab Rajif memotong ucapan Risda sebelum ia menyelesaikannya kemudian Rajif menarik tangan Risda menuju tangga pelosotan, karena Risda sudah di tarik oleh Rajif mau tidak mau Bintang dan Adi juga menyusulnya.


Bintang dan Adi langsung bergegas melebarkan langkah kakinya mengejar Rajif dan Risda, belum sampai pada tangga pelosotan Adi menghentikan langkah kakinya teringat jika Rita masih di belakang yang menyeret pelampung ukuran besar itu seorang diri.


Bintang yang melihat Adi menghentikan langkah kaki tidak mempedulikannya karena ia tahu salah satu sahabatnya, cintanya Adi masih tertinggal di belakang. Bintang terus melangkahkan kakinya mengejar Rajif yang membawa kabur Risda menaiki pelosotan.


Sepanjang jalan Rita mengerutu kesal lantaran ditinggalkan bersama pelampung ukuran jumbo yang ia bawa, dari kejauhan Rita melihat Adi yang berbalik arah menuju ke arahnya.


"Hy sayang"


Rita mendengus kesal karena Adi memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Apa sayang sayang bantuin kenapa sih".


"Iya sayang ayok".


Naik turun dari pelosotan mereka berlima lakukan dengan riang penuh canda tawa.


Adi yang lebih dulu mengganti stelan pakaian yang di kenakanannya tidak lagi basah dan Adi juga sudah membersihkan dirinya lalu bergegas mencari keberadaan Bintang, Rita dan Risda lantaran waktu sudah hampir malam. Adi hanya sejam saja berenang sedangkan yang lain masih sibuk berenang ke sana kemari bagaikan anak bebek yang kehausan air.


Kemana mereka pergi ya?


Adi bingung sendiri dalam pencariannya mencari Risda, Rita dan Bintang.


Adi menajamkan pendengarannya kala mendengar suara jeritan yang sama seperti suara jeritan si Rita.


Bluumm....


Suara orang terjatuh dari pelosotan ke kolam

__ADS_1


Bluummm...... suara yang sama kembali terdengar.


Adi mengentikan langkah kakinya memperhatikan siapa yang baru saja terjatuh ke kolam.


Risda dan Rita duduk di tengah antara balon raksasa itu.


Rita dan Risda yang baru saja terjatuh dari balon pelampung karena ketidakseimbangan yang terjadi membuat Rita dan Risda terjatuh dan terabalik sehingga terjatuh terpisah, masing masing dari mereka mengaharuskannya menyelamatkan diri sendiri dengan mengapungkan badan mereka yang berada dalam air.


Baru saja Rita dan Risda mengapungkan badan mereka dalam air belum sempat menepi, badan mereka berdua kembali karam dengan adanya hantaman dari telapak kaki mendarat pada punggung belakang mereka.


Blumm Suara dengungan air yang masuk ke gendang telinga Risda


Risda begitu kesusahan mengapungkan badannya kembali lantaran badannya ketindih balon raksasa yang dinaiki Rajif dan bintang.


Rita yang lebih dulu bisa mengapungkan badannya mengedarkan tatapan matanya mencari keberadaan Risda yang tidak ia ketahui dimana.


"Risda mana".


"Bukannya sama kamu Ta tadi".


"Iya tadi, sekarang ngak ada".


Rajif dan Bintang melihat adanya gelumbung gelumbung kecil yang berasal dari bawah balon yang mereka naiki, mengernyitkan dahi mereka bingung dari mana asal gelumbung itu.


Rajif dan Bintang memelototkan kedua matanya setelah mendapati apa yang di terka terka dalam pikirannya betullah kenyataannya.


Kemudian mereka segera melompat dari pelampung ukuran jumbo itu secara bersamaan untuk menolong Risda.


Uhuk uhuk uhuk Risda terbatuk batuk karena terlalu lama terperangkap dalam air sana.


''Ngakpapa kok, Aman".


"Aman darimananya kamu hampir mati di bawah sana tadi".


Risda tidak lagi menjawab ocehan dari Rajif dan Bintang yang terlalu mencemaskan dirinya. Malah Risda sibuk tertawa hahahhah


Seru ta Ta naik lagi yok.


Rajif dan Bintang mencekal tangan Risda yang hendak berenang ke tepian untuk naik pelosotan kembali sambil berkata "ngak boleh, mau magrib ini waktunya pulang".


Risda cemburut karena tidak diizinkan lagi naik pelosotan kembali.


"Rita bawa Risda ke toilet ganti baju kalian, kita pulang sekarang".


"Iya


Ayok Riis kita ganti baju dulu".


Adi yang melihat apa yang terjadi pada Adik kesayangannya ingin ketawa apa yang terjadi namun juga merasa kasian saat risda tenggelam namun ia tidak terlalu khawatir akan keadaan Risda karena Adi tahu ada dua orang pemuda di sisi Risda yang siap melindungi Risda.


Adi tahu Bintang dan Rajif sedang berusaha untuk mencuri hati Risna supaya jatuh cinta pada mereka.


Setelah semua siap berganti pakaian dan siap untuk berangkat pulang

__ADS_1


Rajif tidak sengaja mendengar Risda yang merengek minta di belikan bakso pada Adi


"Risda mau makan bakso?" tanya Rajif pada Risda.


"Iya mau, setelah berenang bawaannya lapar pengen makan bakso".


"Abang traktirin mau".


"Ngakpapa bang nanti Risda makan lain kali aja".


"Ngakpapa jangan sungkan abang yang bayar dek".


"Makasih bang".


Bintang yang menyimak obrolan Risda dan Rajif memutar kedua bola matanya jenggah dengan mulut komat kamit seperti mengucapkan mantra. Abang adek konon percaya diri sekali dia.


Adi dan Rita yang melihat ekpresi Bintang mengharuskan mereka menahan tawa melihat kekesalan Bintang yang terlihat lucu.


"Bang abang" panggil Risda pada Adi.


"Apa?".


"Boleh ya makan bakso".


"Hm iya boleh tapi dengan syarat kalian tidak boleh pergi berdua".


"Makasih abang, makin sayang deh sama abang".


"Ayok kita berangkat sekarang" tawar Rajif pada yang lain.


"Ayok jawab Risda girang".


Rajif terus mengikuti ke mana arah Risda melangkah


Saat Risda sudah naik ke mobil, Rajif juga ancang ancang mau naik mobil bersama namum sebuah suara menghentikannya.


"Mau kemana".


"Mau naiklah emang mau kemana lagi".


"Ngak boleh".


Adi yang melihat perdebatan itu akan menjadi serius segera menghentikan perdebatan itu.


Cepatlah, nanti kalian lanjutkan lagi perdebatan kalian.


Akhirnya Bintang mengalah dan membiarkan Rajif masuk ke mobilnya. Belum sempat Rajif masuk, lagi lagi ada suara menghentikannya "Bos kunci mobil bos ketinggalan".


Rajif menelototkan matanya mengisyaratkan agar asistennya untuk diam jangan memanggilnya dengan sebutan bos.


Asisten itu tersadar dan membalikkan badannya lantaran ia sudah melakukan kesalahan untuk tidak membocorkan idenditas bosnya sebagai pemilik dan pengelola water park tersebut.


Asistennya tersebut lantaran takut akan kemarahan bosnya buru buru kabur dan masuk ke dalam mobil Rajif melajukan mobil tersebut menjauh untuk sementara, sambil menunggu telepon jemputan panggilan dari sang bos.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2