
Calling On
Bintang ~ "Risda".
Risda ~ "Iya apaa" ? jawab Risna dengan emosi yang tertahan.
Bintang ~ "Ngak ada apa - apa, cuma mau ingatin aja, setelah ini jangan lupa mandi, bersihin itu sisi iler yang sudah sempat mengering".
"Bintaaang" teriak Risda diseberang ujung telepon sini sedangkan diseberang ujung telepon sana Bintang buru buru menutup sambungan telepon dengan tawa yang begitu keras.
Masaksih masih ada iler, jarang aku ileran kalau tidur ucap Risda seorang diri lalu Risda bergegas memposisikan dirinya di hadapan cermin untuk memastikan perkataan pak Albert tadi yang di zoom.
Astaqfirullah Risda terkejut melihat dirinya sendiri di cermin. Benar kata pak Albert tadi di sudut bibir Risda masih ada sisa iler yang sudah mengering.
AAaaaa malunya akuu.
Pakkkk Aaalbeeert teriak Risna seorang diri dalam kamar pribadinya beruntung ia saat berteriak tidak ada orang lain di dalam rumah, orangtua Risna menghadiri undangan nikahan anak dari temannya dan adik Risda sedang mengikuti les.
Pak Albert yang tampan mengapa dikau bilang di meeting zoon kalau diriku belum mandi dan masih membekas iler di bibir, seharusnya kan janganlah pak. Andaikan anda yang menanggung malunya, maka tidaklah mengapa bagi saya.
Entahlah pak, sudah terlanjurpun nasi sudah jadi bubur apa boleh buatkan.
Risda menepuk jidatnya sendiri setelah sadar dari apa yang dilakukannya. Astaqfirullah ngapain aku ngomong sendiri pak Albert kan ngak dengar aku ngomong apa.
Risda hanya menggeleng geleng kepala sambil melihat dirinya sendiri melalui pantulan cermin.
Risda melihat kartu rencana studinya guna untuk melihat mata kuliah apa selanjutnya dan jam berapa dimulai mata kuliah selanjutnya.
Huft satu jam lagi masuk jadi sempatlah untuk makan dan mandi.
Risda melihat kearah dinding dimana tergantungnya jam. Di jam tersebut menunjukan pukul 10:14 WIB Risda mengernyitkan dahinya jam segini makan apa ya namanya, sarapan pagi atau makan siang?.
Entahlah yang penting makan.
Perasaan baru tadi siap mata kuliah, ini kok udah mulai lagi sih. Yaudahlah jalani aja dulu.
__ADS_1
Lautan mendalam dalam hati, kepala mengudara pikiran melayang entah kemana, kaki melangkah menapaki bumi mengikuti kata hati dan pikiran.
Berhenti sejenak menetralkan hati dan pikiran dengan napas tersengal, tercekat dan tertahan di tenggorokan.
Mata jauh memandang kedepan sehingga lupa, apa yang ada di samping.
Apa yang ada di masa lalu bukan untuk dikenang melainkan untuk diambil pelajaran untuk masa yang akan datang.
Tidaklah usah dikau pikirkan terlalu dalam apalagi terlampau tinggi, jika imanmu kuat kesabaranmu tinggi bisa jadi apa yang dikau keluh kesahkan hari ini akan menjadi Alhamdulillah di kemudian hari.
Huft habis mata kuliah ini mau binsiklah, stress aku hari hari cuma duduk diam depan komputer tanpa gerak, rasanya ini badan mau patahlah. Mungkin untuk sementara kretek badan aja ya dulu.
Risda meletakkan tangannya di dagu kemudian paling ke kiri dalam sekali hentakan langsung berbunyi leher Risda Kreek.
Risda juga melakukan hal yang sama sebanyak dua kali di sisi kiri dan kanan. Guna untuk melepaskan kekakuan yang ada pada lehernya.
Risda juga melakukan hal yang sama pada tangan, ruas ruas jari tangan dan pada pinggangnya
(PERINGATAN : Tidak untuk ditiru kecuali ada orang ahli khusus yang menemani)
Kuliah Kuliah Kuliaah
Semangat, Risda menyemangati dirinya sendiri.
Risda setelah mengkretek dan menyemangati dirinya sendiri buru buru memencet link perkuliahan mata kuliah selanjutnya
Allah huakbar Allah huakbar suara azan yang di kumandangkan dengan merdu dari masjid dengan memakai alat pengeras suara yang terdengar merdu di telinga dan menenangkan hati yang gundah ini.
Baiklah mahasiswa mahasiswi sekalian perkuliahan hari ini kita cukupkan saja sampai disini. Untuk materi selanjutnya tolong di baca, pelajari dan pahami. Budidayakan budaya membaca, hilangkanlah kemalasan membaca kalian itu.
Sekian Assalamualaikim.
Wa'alaikumsalam warahmatullah hiwabarakatuh.
Binsik binsik
__ADS_1
Ayok Risda binsik ucap Risda seorang diri.
Binsik atau bimbingan fisik adalah jenis olahraga menyeluruh di mulai dari kepala sampai ujung kaki, guna untuk kesehatan jantung, pembentukan otot atau ketahanan otot di masa tua kelak, untuk menjaga postur badan untuk tetap selalu ideal dan yang paling utama ialah guna untuk mengurangi stress.
Satu dua tiga Risda memulai hitungan sambil pemanasan badan supaya badan tidak sakit esok hari.
Satu (1) jam kemudian.
Huft huft huft
Berkeringat bercucuran mengotori lantai, olahragalah salah satu bentuk dari pengurangan stress, bisa juga untuk kesehatan jantung.
setelah olahraga Risda melakukan peregangan badan biar badannya tidak kaku.
Sambil menunggu keringat yang keluar dari pori pori kulit berhenti dan mengering untuk sementara Risda membuka diarynya sebentar, apapun yang terjadi setiap harinya pastinya Risda akan menulis apa yang dialaminya sehari hari, baik sedih maupun senang, suka maupun duka. Risda menuliskan kata demi kata, bait demi bait, menyusunkan huruf demi huruf menjadi kata, dari kata yang Risda susun menjadi kata kata bedasarkan fakta apa yang Risda alami.
Memanaskan badan dengan cara membuat jantung berpacu kencang, berpacu bukan karena sakit ataupun karena suatu hal mendesak yang terjadi, tetapi pikiran yang dipikirkan oleh kepala bercabang kesana kemari.
Olahraga ialah suatu hal yang sangat sulit dilakukan oleh pemula, sedangkan ia yang sering melakukannya tidak ada apa apanya seolah olah tidak ada beban di pikulnya melainkan beban pikirannya itu seolah olah lenyap secara perlahan seiring dengan keluarnya keringat di badan.
Saat emosiku harus di tahan ingin sekali meluap, daku buru buru menghampiri samsak tinju dengan menghadiahi beberapa bogem polos tanpa sarung di tanganku. Sampai menciptakan getaran hebat di sekujur tubuh terutama tangan dan lutut bergetar lemas tak mampu menopang badan, tetapi itu hanya sementara setelah itu rasanya pikiran plong tanpa adanya beban tanggungan.
Terlampau banyak masalah yang daku hadapi tetapi hanya satu atau dua yang kunaskahkan dalam diary harianku, selebihnya daku akan menceritakannya pada-Mu sang Maha Kuasa.
"Risda, Risda mandi udah mau magrib ini nak, mandi", ucap Nur ibunya Risda dengan berteriak karena tidak tahu pasti keberadaan anak terkasihnya.
"Iya Maak, sebentar lagi". Jawab Risda sambil terburu buru menyimpan buku diary kesayangannya karena tidak mau buku diarynya tersebut di baca oleh orang lain biarlah bukunya itu cukup ia seorang yang tahu.
"Sekarang Risda, jangan nanti nanti lagi".
"Iya mamak sebentar lagi, ini lagi beres beres kamar ini, simpan peralatan ini dulu sebentar.
Nur memasuki kamar anaknya, mengamati setiap apa yang dilakukan Risda.
Nak masalah apa yang sedang kamu pikirkan, kenapa kau pendam sendiri.
__ADS_1
Lihatlah keadaanmu ini sangat menyedihkan selalu melakukan olahraga ekstrim yang seharusnya tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang anak gadis seperti dirimu nak. Ucap Nur dalam hati seorang diri.
BERSAMBUNG.......