Cinta Bercabang

Cinta Bercabang
Curhat


__ADS_3

Satu (1) jam kemudian


"Eh aku izin pamit pulang ya", pamit Bintang pada Risda dan Adi.


"Oh iya hati hati ya Bintang di jalan".


"Iya Ris".


"Bintang kenapa itu muka asam gitu" tanya Adi pada Bintang setelah Risda menghilang masuk ke dalam kamarnya.


"Lagi putus cinta bang", ucap Bintang dengan ekpresi yang betul betul sedih.


"Hohoho sejak kapan kamu mengenal cinta", ejek Adi pada Bintang.


Bintang tidaklah menyahut lagi, apa yang diucapkan Adi.


Bintang bergegas pamit undur diri lantaran keadaan hatinya sekarang bagaikan sedang di tusuk tusuk ribuan jarum.


"Assalamualaikum bang".


"Waalaikumsalam" jawab Adi


Adi mengernyitkan dahinya bingung dan dalam hati Adi bertanya tanya sama siapa itu bocah suka ya? setahuku dia tidak pernah dekat dengan gadis manapun, sikapnya aja sekaku itu.


Ehm entahlah besok sajalah aku tanya aja sama tu bocah.


Dalam perjalanan pulang sambil mengendarai mobil sedan, buliran bening airmata berjatuhan dari pelupuk mata Bintang.


Risda kenapa kamu tidak lihat cintaku padamu ha? kamu tidak lihat seberapa tulus cintaku padamu dan kenapa juga kamu salah mengartikan cintaku padamu sayang.


Risda andai kau tahu seberapa tulus cintaku padamu dari semenjak aku melihatmu pertama kali aku sudah jatuh cinta padamu dalam pandangan pertama.


Risda kenapa kamu tidak bisa melihat adanya cinta untukmu dari sorot mataku Risda


Kenaapaaa teriak Bintang sambil memukul stir kemudinya sampai tangan Bintang bergetar tapi tidaklah terasa bagi Bintang karena kekecewaan yang ada dalam hatinya lebih terasa sakit ketimbang getaran yang ada pada tangannya.


Flasback On


Di sekolah Menengah Pertama tertera nama siswa siswi di papan pengumuman di hari pertama persekolah di mulai nama Risda Zay Akli dan Muhammad Bintang kebetulan di tempatkan di ruang kelas yang sama yaitu ruang VII/1.


"Nah kamu yang cewek paling belakang yang duduk sendiri".


Risda celingak celinguk melihat sisi kanan dan kirinya untuk memastikan guru yang memanggilnya di depan kelas itu betul betul memanggil dirinya atau siswi yang lain.

__ADS_1


"Eh yang saya panggil itu kamu ngapain lihat kanan kiri".


Risda mendengus kesal, apa apaan sih ini orang baru masuk kelas aja udah cari gara gara, ngak tahu apa aku pilih duduk di belakang biar bisa tidur kalau ada pelajaran yang membosankan. Nah ini belum apa apa udah ada masalah.


"Iya bu" jawab Risda sopan sambil menahan kekesalannya.


"Perkenalkan diri kamu sedetail mungkin" ucap guru Risda yang merupakan guru wali kelasnya saat itu.


Lalu Risda berdiri dari kursi yang ia duduki dan memperkenalkan dirinya


"Assalamualaikum, Perk....."


Belum sempat Risda memperkenal diri, sudah ada suara yang menghentikan Risda.


"Di depan", ucap guru itu.


Hah ? Kaget Risda


Dalam hati Risda betul betul dongkol dengan guru satu ini belum apa apa udah bikin Risda geram, tanpa mengatakan apapun lagi Risda bergegas berdiri di depan kelas.


Risda tidak langsung memperkenalkan dirinya melainkan ia berdiri menghadap guru itu dengan sorot tatapan mata dingin khasnya Risda.


"Kenapa kamu lihat saya seperti itu".


Risda tidak menjawab pertanyaan ibu itu malah Risda balik bertanya


"Silakan".


"Baik bu".


Risda langsung memperkenalkan dirinya sendiri setelah sebelumnya memberi salam terlebih dahulu.


Saat Risda mempekenalkan dirinya, ada sepasang mata yang begitu terkesima melihat Risda, dimulai dari kesabaran Risda menghadapi guru killer yang di depan matanya dan cara Risda mengontrol emosinya supaya tidak meledak. Ia tersenyum saat melihat Risda, lalu ia dalam hatinya mengatakan saya suka karakternya sopan dan berwibawa. Lalu ia tersenyum tipis sangat tipis, tidak ada yang memperhatikan senyuman itu bahkan Risda sendiri.


Saat jam istirahat tiba siswa dan siswi yang berada dalam ruangan berebutan keluar ruangan menuju kantin tetapi Risda enggan menuju ke kantin karena di kantin sudah pasti akan ramai dan berdesakan, Risda tidak suka ke tempat orang banyak berkumpul maka dari itu Risda akan menunggu kira kira nanti jam istirahat hampir habis berulah ia pergi ke kantin untuk mengisi perutnya.


Risda duduk sendirian dalam ruangan dengan buku novel yang tidak lepas dari genggaman tangannya Risda sibuk membaca novel untuk mengalihkan rasa bosan yang ia rasakan. Disaat Risda sedang fokus membaca datanglah seorang siswa mengulurkan tangan kanannya pada Risda.


Risda tidak langsung membalas uluran tangan orang tersebut Risda hanya menatap uluran tangan dan beralih ke wajah siswa itu.


Risda menaikkan sebelah alisnya dan berkata "ada apa?".


"Boleh kita berkenalan dan berteman, nama saya Muhammad Bintang, biasanya saya di panggil dengan sebutan Bintang" dengan uluran tangannya masih tetap sama.

__ADS_1


"Oh boleh, saya Risda" lalu Risda menyambut uluran tangan Bintang dan buru buru menariknya kembali karena Risda tidak suka bila bersentuhan lama lama dengan seorang lelaki walau hanya sekedar berjabat tangan.


"Kenapa kamu tidak pergi ke kantin, apa kamu tidak takut duduk sendiri di sini".


"Takut karena apa ?


Kan ada Allah yang selalu jaga saya dimanapun saya berada".


"Tapi ini waktunya istirahat tinggal lima menit lagi, yakin kamu tidak jajan".


Risda memasukan novel yang dibacanya dalam laci meja dan berkata pada Bintang


"Ayok".


Bintang mengernyitkan dahinya bingung


"Hah? ayok kemana?".


Risda melipat kedua tangannya di depan dada lalu berkata "bukankah kamu tadi menanyakan padaku kenapa tidak ke kantin".


"Iya" jawab Bintang.


"Berarti kamu mau ajak aku ke kantin bareng kamu kan Bintang", Risda agak menekan ucapannya saat menyebut nama Bintang


Bintang kaget bukan main karena Risda dengan mudah mengetahui niatnya.


"Jadi tidak?" ucap Risda lagi tapi Risda melihat Bintang tidak ada respon apa apa Risda buru buru melangkahkan kakinya keluar menuju kantin.


Bintang tersadar saat Risda sudah tidak ada lagi di depan mata dan berlari keluar bermaksud mengejar Risda.


"Risda tunggu aku" teriak Bintang pada Risda.


"Cepat" teriak balik Risda pada Bintang.


Risda dan Bintang jalan beriringan menuju kantin dan duduk berhadapan setelah sampai di kantin. Mereka memesan makanan sesuai dengan selera mereka masing masing.


Saat makan sudah tersaji di depan mereka tampak suasana di kantin mulai sepi karena bel tanda isrirahat telah usai sudah berbunyi. Bintang dan Risda tidak mempedulikan itu mereka tetap makan seperti tidak ada penghalang apa apa tidak lama kemudian datanglah seorang siswi yang tak lain adalah Rita Susanti mengatakan "bolehkah jika saya bergebung dengan kalian".


Bintang dan Risda saling bertatapan kemudian mengangguk secara bersamaan. "Makasih" ucap Rita riang sambil duduk samping Risda, oh ya kalian berdua aja nih, kalian pacaran ya.


Risda menatap Rita tajam lalu berucap "tidak usah sok tahu kamu" sedangkan Bintang bersikap biasa biasa saja padahal hatinya berbunga bunga dan berdoa semoga dirinya dan Risda beneran jadian.


Rita yang salah tingkah setelah mengatakan itupun meminta maaf pada Risda dan Bintang, Risda tidak menjawab hanya mengangguk saja karena mulutnya penuh denga makanan, sedangkan Bintang hanya tersenyum saja melihat Risda yang sedang makan.

__ADS_1


Rita tidak mengatakan apapun lagi. Setelah Risda siap makan, mereka kembali ke kelas bersama sama menuju ruangan.


BERSAMBUNG.......


__ADS_2