
Adi menghembuskan napasnya kasar jika menyangkut dalam membangunkan Risda dari tidur lelapnya. Adi menepuk bahu Bintang pelan bermaksud untuk menyuruh mengangkat mengendong Risda saja daripada buang-buang waktu dalam membangunkakn Risda yang entah kapan bangunnya ia.
Tepukan pelan yang diberikan Adi pada Bintang membuat Bintang terlonjak kaget dan dengan reflek melayangkan tangannya kencang tanpa sengaja sangking terkejutnya Bintang.
Rita melihat Bintang yang melayangkan tangannya melotot kaget membayangkan bagaimana rasa sakitnya jika layangan tangan Bintang mengenai orang, untung Rita berdiri agak sedikit jauh dari Bintang. Sedangkan Adi dengan gelagapan menghindar dari pukulan reflek Bintang. Adi dengan susah payah menelan ludahnya sendiri membayangkan jika pukulan Bintang terkena di wajah tampannya Adi karena Adi dapat merasakan angin yang luar biasa kencangnya dari layangan tangan Bintang ayunkan. Hanya elusan dada tanda selamat yang dapat Adi lakukan.
Rita yang melihat apa yang terjadi antara Adi dan Bintang melotot kaget membayangkan jika pukulan Bintang mengenai wajah Adi sudah pasti wajah tampan kebanggan yang selalu di banggakan oleh Adi pasti akan lecet jadinya.
Setelah Bintang melayang tangannya kemudian segera membalikkan badan untuk melihat siapa yang menyebabkan dalang keterkejutannya terjadi. Bintang melihat Adi yang berdiri tidak jauh di belakangnya dengan muka pucat terkejut dan sedikit takut melihat Bintang, kemudian Bintang bertanya pada Adi hanya dengan dua kata dengan nada kesal tentunya "ada apa".
"Itu Risda di gendong bawa masuk ke dalam saja" jawab Adi masih dengan raut wajah sedikit syok.
Bintang melemparkakn kunci remote control mobil pada Adi dan menanyakan kamar nomor berapa yang telah di pesankan Adi untuk mereka akan menginap.
Adi dengan gelagapan menangkap kunci remote control yang di lemparkan Bintang padanya. Adi melihat Bintang dengan santainya mengendong Risda masuk ke dalam kamar yang telah di pesankan oleh Adi sebelumnya sedangkan Rita mengikuti kemana arah kaki Bintang melangkah membawa Risda untuk mengistirahat badannya dengan nyaman. Hanya hembusan napas pelan yang bisa Adi lakukan karena Adi begitu malas jika dirinya harus menyetir.
Adi, Bintang, Risda dan Rita telah memasuki kamar mereke masing-masing yaitu Adi dengan Bintang satu kamar berdua sedangkan Risda dan Rita satu kamar berdua.
__ADS_1
Keesokan pagi bahkan matahari saja belum juga ada tanda-tanda akan terbit tetapi Adi sudah membuat ulah dengan bangun lebih awal dan membangunkan yang lain untuk ikut serta pergi ke pasar pagi yang dimana ditempat itu menjual beragam sayur mayur segar dengan harga murah meriah.
Bintang menatap tajam pada Adi yang membangunkannya terlalu pagi hanya untuk menyetir lagi, bukannya Bintang tidak mau hanya saja matanya masih ingin terpejam dan badannya hanya butuh istirahat untuk beberapa saat lagi. Menahan kantuk yang teramat sangat dan kekesalan lalu Bintang bertanya pada Adi "kemana lagi?".
"Kita ke pasar pagi yuk" jawab Adi dengan tampang tanpa dosa.
Tanpa ada bantahan lagi dari Bintang kemudian Bintang bangun dari tilam kasur yang ia tiduri dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihksan diri.
Adi yang melihat Bintang yang berlalu masuk ke dalam kamar mandi sudah pasti Bintang akan membersihkan dirinya. Untuk selanjutnya Adi beralih akan melangkahkan kakinya beranjak ke kamar Risda dan Rita tempati untuk membangunkan mereka.
Tok tok tok Adi mengetetok dan memencet bel kamar yang ditempati oleh Risda dan Rita namun tidak ada tanda-tanda kehidupan yang terlihat.
Rita juga melihat ada puluhan panggilan tak terjawab di handphone genggam yang Rita pikir itu miliknya padahal handphone tersebut milik Risda lalu Rita menelpon balik Adi yang menghubungi di handphone genggam yang berada di genggamannya.
"Bangun juga kamu, cepat bangun, kita pergi ke pasar pagi sekarang" ucap Adi dengan nada jutek yang ia pikir itu ialah Risda.
"Hore, kita pergi lagi ya abang, sebentar aku siap-siap dulu bang" jawab Rita yang kegirangan lalu segera menaruh handphone yang ia genggam pada meja kecil yang berapa tepat di samping tilam.
__ADS_1
Adi yang mendengar suara yang berasal dari handphone pribadinya terlonjak kaget dan mengelus dada karena merasakan debaran yang berasal dari dadanya dikarenakan mendengar suara gadis pujaan hatinya.
Rita turun dari tilam kasur spring bed yang ia tiduri dan merampas handuk dalam lemari yang telah di sediakan di tempat penginapan yang di tempatinya itu, dengan bersenandung ria Rita melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu setelah itu baru ia akan membangunkan Risda belakangan, karena dalam hal membangunkan Risda dari tidur lelapnya sudah pasti mood Rita akan menurun jadinya.
Astaqfirullah terkejut Rita saat air yang di keluarkan dari kran terasa dingin menyentuh kulit mulusnya. Rita membekap mulutnya sendiri setelah ia sadar dirinya mengucapkan lafadz istiqfar dalam kamar mandi. Sepuluh menit berlalu Rita menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi setelah sebelum dirinya mandi terlebih dahulu mengatur suhu panas pada tombol otomatis yang tertempel di dinding diatas kran air dan tentunya di temani setengah album lagu Rita nyanyikan dan hanya bisa dirinya sendiri yang mendengarnya.
Rita keluar dari kamar mandi kemudian melirik Risda yang masih terbalut selimut tebal di karenakan cuacanya yang super dingin.
Adi dan Bintang bersama-sama melangkahkan kaki mereka pergi ke kamar Risda dan Rita untuk menjemput Risda dan Rita tentunya. Rita membuka pintu kamar lebar-lebar dengan sengaja untuk memperlihatkan Risda yang masih sangat nyaman menutup matanya.
Rita tertawa cekikikan melihat reaksi Adi dan Bintang menarik napas dan membuangnya kasar secara bersama-sama tanpa instruksi dari keduanya sebelumnya.
Adi dan Bintang saling berpandangan satu sama lain mengisyaratkan suatu hal yang tidak dimengerti oleh Rita sama sekali. Adi dan Bintang masuk ke dalam kamar dan kemudian mendekati Risda yang masih terlelap dalam tidur nyenyaknya. Bintang berdiri di samping Risda sambil matanya terus menatap Risda yang masih terlelap itu sedangkan Adi sibuk berputar-putar sendiri, Rita yang melihat apa yang dilakukan Adi dan Bintang menjadi heran sendiri.
Sudah lebih dua menit berlalu Rita memperhatikan apa yang di lakukan Adi dan Bintang namun Rita belum juga menemukan jawaban apa yang akan dilakukan oleh Adi dan Bintang. Rita tidak sanggup lagi ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Adi dan Bintang lantas kemudian bertanya pada mereka berdua "kalian mau ngapain sih"
Tidak ada jawaban dari Adi dan Bintang yang di berikan kepada Rita. Rita mendelik kesal lantaran melihat tatapan wajah datar Bintang yang sangat pelit akan satu senyum saja sedangkan Adi menatap Rita dengan senyuman penuh kasih dan penuh tulus yang diartikan tidaklah begitu penting bagi Rita yang hanya menganggap angin lalu saja.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......