
"Abang" panggil Bintang pada Adi ingin protes tidak ingin nginap, ingin pulang saja ke rumahnya sendiri walau disana Bintang sendirian yang penting nyaman pikirnya.
"Apa?, jangan protes tinggal disini dulu".
Bintang baru juga mau protes kembali tetapi Bintang melihat Nur yang datang menghampiri mereka.
"Alhamdulillah sudah bisa pulang, berarti sudah sehat ya anak mama yang ganteng ini?" ucap Nur sambil memeluk Bintang.
"Alhamdulillah sudah mamak". jawab Bintang sambil menyiumi telapak tangan Nur setelah sebelumnya menerima pelukan ibu yang Nur berikakan.
"Tinggal di sini dulu ya nak, sampai kondisi kamu stabil kembali". Nur tidak memberi pilihan pada Bintang karena Nur melihat Bintang yang merasa tidak nyaman tinggal bersamanya karena Nur sedikitnya tahu permasalahan hati Bintang pada Risda satelah Zay menceritakannya sekilas pada Nur.
Bintang bermaksud ingin menolak perintah Nur menjadi tidak enak pada Nur karena Nur yang terlalu baik pada dirinya namun jika tetap menginap hatinya masih sakit, tidak sanggup untuk bertemu dengan Risda. Pergi sulit bertahan sakit itulah yang Bintang rasakan saat ini.
Perkuliahan sudah enam belas kali pertemuan Bintang, Risda, Rita dan para mahasiswa dan mahasiswi lainnya sudah lewati. seperti tugas, kuis, UTS dan UAS sudah terpenuhi semuanya, kini saatnya para mahasiswa dan mahasiswi yang lain dimana tempat Bintang, Risda dan Rita menempuh ilmu di universitas memberi liburan panjang dua bulan lamanya. Dua pekan sudah waktu liburan mereka lewati tinggal enam pekan lagi waktu liburan yang tersisa.
Selama liburan semester berlangsung Bintang menghabiskan waktunya dengan bekerja menjadi asisten Adi, Risda menghabiskan waktu liburan dengan membuat naskah novel onlilne hanya Rita saja yang tidak punya pekerjaan yang hanya menghabiskan waktunya dengan mengganggu Bintang dan Risda tetapi Rita selalu saja menghindari Adi.
Waktu liburan telah usai kini saatnya para mahasiswa dan mahasiswi menjalankan aktivitas perkuliahan seperti biasanya.
__ADS_1
Hubungan Bintang dengan Risda sudah mulai membaik kembali karena do'a dan masa yang telah menyembuhkan hati Bintang yang telah terobati itu hanya tertinggal bekas sayatan saja tidak sakit lagi, tidaklah mengapa bagi Bintang.
Sewaktu Bintang sakit sebisa mungkin Bintang berusaha menjauhi Risda namun tidak bisa ia lakukan hatinya bukannya sembuh malah tambah sakit dengan melihat Risda bersedih hatinya karna dirinya yang menjaga jarak dari Risda.
...****************...
Azan shubuh telah terdengar di pendengaran. Muadzin di masjid sedang mengumandangkan azan dengan merdu.
Nur yang selalu bangun terlebih dahulu bangun dan beranjak melangkahkakn kakinya menuju kamar putri kesayangannya untuk mellihat Risda sudah bangun atau belum. Nur membuka pintu kamar Risda perlahan dan melihat Risda tidur dengan gaya yang acak-acakan itu, bantal dan selimut sudah tak lagi berada diatas kasur bersama Risda tetapi semuanya sudah tergeletak di lantai.
Nur mendekati Risda untuk mengembalikan bantal dan selimut ke tempat yang seharusnya dan kemudian menepuk-nepuk pelan bahu Risda supaya bangun karena hari ini Risda akan memulai perkuliahan kembali namun kali ini perkuliahan sudah dilaksanakan secara luring atau tatap muka yang bermakna Risda harus datang ke kampus. Namun tetap nihil, tidak ada pergerakan sama sekali dari Risda.
Irsyad keluar dari kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Risda hendak menuju masjid untuk shalat shubuh berjamaah di masjid namun melihat Nur yang lagi kebingungan membangunkan Risda kakaknya dari tidur nyanyaknya. Irsyad jengah melihat kakaknya yang setiap pagi ngedrama susah bangun dari tidurnya lalu Irsyad masuk kedalam kamar Risda yang tembus ke kamar mandi.
"Sebentar ma" jawab Irsyad sambil mengambil gayung dan menampung air penuh di dalamnnya.
Nur kembali mengernyitkan dahinya binggung melihat anak laki-lakinya yang keluar dari kamar mandi kakaknya sambil membawa gayung yang berisi penuh dengan air didalamnya.
Gyuur suara air dalam gayung di tangan Irsyad berpindah semua ke wajah Risda. Nur melihat itu membulatkan bola matanya kaget dan secara reflek memukul bahu Irsyad keras.
__ADS_1
"Hehehe cara ekpres membangunkan kakak ma" saut Irsyad santai sebelum pertanyaan menghampirinya.
Risda yang masih dalam alam mimpinya menerima air satu gayung besar penuh mengenai wajah bantalnya menjadi tersengal dan tersedak akan air yang di guyurkan itu. Jangan tanya bagaimana keadaan kasur Risda yang sudah tentu sangat basah.
Risda terbangun dan terduduk menatap tajam orang yang berada disampingnya namun terdakwa yang melakukan kejatahan itu sudah kabur menghilangkan jejak saat Risda sudah terduduk sambil mengusap-ngusap wajahnya yang basah.
Nur melihat tatapan tajam dan merah Risda tertuju padanya mendadak merinding ketakutan melihatnya dan dengan refleknya menunjuk tangannya kearah pintu yang di mana di situ ada Irsyad yang berusaha bangun dari jatuh terduduknya. Irsyad terjatuh tersungkur di pintu kamar berusaha bangun cepat. Firasat Irsyad mengatakan akan ada bahaya menghampirinya.
Adi dan Zay yang mendengar keributan dari dalam kamar Risda ingin menyusul ke kamar Risda untuk melihat apa yang terjadi namun belum sampai mereka ke sana langkah mereka berdua berhenti kala melihat Irsyad terjatuh terduduk tepat di pintu kamar. Kemudian terdengarlah suara teriakan Risdsa dari dalam kamar "Irrrrrsyaaaaaaddddd......".
Tanpa mempedulikan bajunya yang basah demi membalas kekesalan hatinya Risda melompat dari tilam kasur langsung ke pintu. Naasnya di tempat yang sama dimana Irsyad terjatuh tadi Risda juga sama terjatuh dengan gaya rool depan yang campur adul.
Phoom suara Risda terjatuh, Irsyad yang sedang berusaha setengah mati membuka pintu rumah untuk berlari keluar tidak bisa-bisa kemudian menghentikan kegiatannya sebentar dan mundur beberapa langkah untuk melihat tempat menghasikan suara seperti terjatuh sesuatu.
"Hahahah kasian deh, udah dipaksa mandi, jatuh pulak" ejek Irsyad pada kakaknya.
Risda yang melihat semua menertawakan dirinya tidak terima terlebih lagi adiknya si Irsyad yang sangat usil padanya.
"Irrrrrrrsyyyyyyaaaadddd awas kamu ya" teriak Risda kembali yang mampu menghentikan tawa ejekan padanya dan mampu mendengungkan setiap telinga yang mendengar teriakannya. Risda bangun dan berlari mengejar adiknya Irsyad. Irsyad juga tidak tinggal diam, juga berlari ke arah pintu dan terus berusaha membukanya namun tidak bisa. Irsyad ingin berlari keluar karena ia tahu kakaknya ngak akan berani keluar rumah yang hanya memakai tantop dan sot saja.
__ADS_1
Ah pintu sialan kenapa ngak bisa di buka sih? maki Irsyad dalam hati. Di karenakan pintu tidak bisa di buka akhirnya Irsyad berlari memutar kursi tamu sedangkan Risda terus mengejarnya. Beberapa menit berselang Risda sudah pusing sendiri dalam mengitari kursi tamu mengejar adiknya memilih jalan pintas dengan lompatan mundur menaiki sofa dan melompat mendarat tepat di hadapan Irsyad. Belum satu kedipan mata Irsyad lakukan namun Irsyad merasakan badanya yang seperti malayang terbang diudara.
BERSAMBUNG...