
Bintang dan Risda kini telah berada dalam mobil Bintang sedangkan Adi dan Rita, Bintang tinggalkan begitu saja.
Bintang dan Risda tidak langsung pulang kerumah malah berputar berkeliling kota dengan alasan yang Bintang utarakan ialah ingin mencari angin malam, dan Risdapun tidak menyanggah hanya menuruti kemana Bintang membawanya.
Risda melihat jam arloji yang melingkar ditangannya "Bint" panggil Risda.
Tidak ada jawaban dari Bintang namun Bintang melirik sekilas kearah Risda yang baru saja memanggil dirinya.
"Sudah jam sepuluh".
Bintang melihat jam, sedikit terkejut kenapa waktu cepat sekali berlalu dan kini waktu telah menunjukan kelarutan malam.
"Aku mau tidur. Ngantok" merebahkan kursi sekalian badan untuk mencari posisi ternyaman tiduran.
"Ya" jawab Bintang hanya satu kata dengan singkat padat dan jelas.
Angin berhembus, angin asmara menembus jantung hati. Hari ini begitu panjang sayangku, dan kini waktu ini akan berakhir dan aku seakan tidak rela mengakhiri ini, walau aku tahu besok akan ada hari lagi tetapi aku belum tentu bisa memiliki hari hanya berdua denganmu sayangku.
Tombak asmara berupa ungkapan cinta aku tancapkan dalam hatimu namun panah persahabatan dikau kembalikan padaku.
Aku tidak sanggup jika suatu hari nanti melepasmu dengan yang lain, sayangku.
Bintang melihat sekilas Risda yang sudah tidur terlelap di samping dirinya yang sedang mengemudi, satu senyum simpul tercetak dibibir Bintang.
Hampir satu jam berlalu kini mobil Bintang memasuki perkarangan rumah bersamaan dengan mobil Adi.
Adi turun menurunkan kaca jendela mobilnya, melihat Bintang yang masih berada dalam mobilnya yang tiada tanda-tanda untuk turun dan keluar.
Sampai beberapa menit berlalu Bintang belum juga niatan untuk keluar dari mobilnya dan akhirnya Adi turun dari mobilnya dan berjalan mendekati mobil Bintang.
Tok tok tok. Adi mengetuk kaca jendela mobil Bintang.
Bintang menurunkan kaca jendela mobil. Tidak ada kata atau pertanyaan dari Bintang untuk Adi namun Bintang memberi jarak kelonggaran supaya terlihat Risda yang tertidur pulas.
"Oh tidur" gumam lirih Adi saat melihat Risda yang tertidur pulas yang masih mampu di dengar oleh Bintang.
Bintang menaikkan kembali kaca jendela mobilnya.
Adi tersadar, kegelapan kaca telah menutupi pandangannya dan Adi mengetuk kaca mobil Bintang kembali.
__ADS_1
Tok tok tok.
Bintang menurunkan kembali kaca mobilnya "apa" tanya Bintang kemudian.
"Bangunkan Risda" perintah Adi.
Anggukan dari Bintang sebagai jawaban tetapi Bintang menaikan kembali kaca jendelanya lagi, keluar dari mobil dan memutar haluan menuju pintu mobil sebelah Risda.
Bintang telah bersiap ancang-ancang hendak menggendong Risda masuk dalam rumah namun Adi menghentikan Bintang.
"Eh mau ngapain".
"Gendong"
"Bangunin aja. Seperti waktu itu kamu ucapin mantra supaya Risda bangun" saran Adi.
Bintang tidak menyahut hanya memandang Adi dengan tatapan datar.
Adi yang dipandang datar demikian oleh Bintang merasakan rada-rada aneh "biar kamu tidak capek, maksudku Bint".
Bintang tersenyum sekilas "tidak ada kata capek atau isyarat lelah untuk Risda jantung hatiku".
Tertusuk, tertampar, terhantam semua Adi dapatkan bersamaan dengan kata yang terlontar dari mulut Bintang.
Nur membuka pintu rumah saat mendengar keributan yang disebabkan Adi.
Nur membuka pintu pas dengan kedatangan Bintang yang berada di depan pintu sambil menggendong Risda dengan mengucapkan salam dan kata permisi, Bintang langsung berlalu masuk kedalam rumah menuju kamar Risda.
Bintang meletakkan Risda dengan perlahan supaya Risda tidak terjaga dari tidur lelapnya.
Adi tersadar dari keterbungkaman kata dan tersadar kembali tatkala melihat Bintang telah keluar kembali dari rumah, sedang Adi baru akan masuk dalam rumah.
"Masuklah bang. Diluar dingin" ucap Bintang sambil berlalu masuk dalam mobilnya kembali pulang kerumahnya sendiri.
Bintang telah menghilang dalam pandangan Adi dan kemudian Adi berdecih pelan mempertanyakan dirinya kenapa seperti orang bodoh dihadapan Bintang.
"Assalamualaikum" ucap salam Adi.
"Walaikumsalam" jawab Nur "tolong tutup pintunya dan kunci, mama mau tidur" berlalu pergi meninggalkan Adi yang masih sibuk membuka sepatu dan kaus kakinya sendiri.
__ADS_1
"Iya" jawab Adi lesu.
Adi melakukan apa yang perintahkan Nur tadi yaitu menutup pintu dan menguncinya dan kemudian Adi menuju kamarnya.
Ceklek. Suara pintu kamar yang di buka dan kemudian ditutup kembali oleh Adi.
Adi melempar tas kerjanya ke sembarang arah dan kemudian merebahkan kasar badannya diatas ranjang dengan posisi kaki dan tangan telentang. Adi membatin aku tidak menyangka cintanya Bintang pada Risda sampai sehebat itu. Apa aku terlalu tertinggal berita tentang mereka atau aku yang terlalu sibuk mengejar cintaku sendiri.
Hampir semalaman Adi sibuk memikirkan Bintang dengan Risda. Matahari hampir menyapa kembali barulah Adi bisa memejamkan matanya tertidur. Baru sesaat Adi tertidur udah dibangunkan lagi saatnya sarapan pagi.
"Abaaangg" teriak Irsyad sambil mengedor ngedor pintu kamar Adi.
Adi menggeliat kecil sebagai respon dan tidur lagi.
Ceklek. Irsyad membuka pintu kamar Adi yang kebetulan tidak Adi kunci semalam. Irsyad melihat Adi tidur masih dalam keadaan baju yang Adi kenakan kemarin.
Irsyad tersenyum cerah kala menemukan ide cemerlang untuk mengerjai abangnya.
Irsyad keluar kamar Adi menuju kamar Risda sang kakak yang tidak jauh dari kamar Adi.
Irsyad tidak menemukan yang ia cari dikamar kakaknya dan Irsyad beralih menuju kamar Nur orangtuanya dan disana Irsyad menemukannya yaitu peralatan make up.
Irsyad kembali lagi ke kamar Adi. Senyuman nakal terpampang jelas di wajah bahagia Irsyad.
Irsyad menggunakan alat make up Nur untuk menghias dan melukis wajah tampannya Adi. Tidak lama Irsyad melukis dikarenakan Adi duluan terbangun dan terusik dengan sentuhan kuas-kuas make up tersebut.
Adi mengerjap ngerjapkan matanya beberapa kali dan kemudian berteriak keras nan lantang "Aaaaa" terkejut dengan keberadaan Irsyad yang tersenyum tanpa dosa padanya.
"Ngapain kamu disini" tanya Adi garang, karena firasat Adi mengatakan tidak enak.
"Dipanggil mama sarapan" tersenyum lebar, selebar-lebarnya sampai dua baris gigi Irsyad terlihat semua.
"Awas kamu macam-macam ya" ancam Adi sambil bangun menuju kamar mandi.
Adi masuk kamar mandi menggosok gigi dan mencuci mukanya asal dengan air, lalu keluar menuju ruang makan.
Adi keluar dari kamar mandi tidak lagi menemukan keberadaan Irsyad di kamarnya dan Adi tidak menghiraukan Irsyad yang pergi entah kemana sekarang.
Adi menuruni anak tangga satu persatu dengan lesu dikarenakan tidur yang tidak mencukupi. Adi terus berjalan dan kini sampailah Adi di ruang makan.
__ADS_1
Zay yang duduk membaca koran sambil menunggu hidangan sarapan tertata semua kini malah melongo tidak percaya melihat wajah Adi sedangkan Irsyad yang duduk disamping Zay menunduk menahan tawanya yang ingin meledak.
BERSAMBUNG...