Cinta Bercabang

Cinta Bercabang
Pertemuan Kembali


__ADS_3

Rajif yang sedang melamun di pinggaran kolam tersentak kaget saat ada yang menabrak kakinya yang sengaja ia selonjorkan dalam air kolam renang.


Aduh Astagfirullah mengaduh Risda pada kepalanya yang tidak sengaja menabrak sesuatu, kemudian Risda mengapungkan badannya sementara untuk naik ke permukaan kolam.


Setelah Risda naik ke permukaan kolam dan duduk di pinggiran kolam Risda mengusap bagian kepala yang terkena benturan tadi tanpa sengaja leher Risda memutar arahnya ke samping terkejut mendapati seorang pria duduk di samping sambil mengusap ngusap kakinya bagian tulang kering yang sudah mulai berubah warna kebiruaan.


Risda mengernyitkan dahinya bingung menerka nerka apa yang terjadi.


Risda masih sanksi kenapa kaki orang yang di sebelahnya sampai biru seperti itu, apakah itu ulahnya tadi yang tidak sengaja menabrak beton dinding kolam renang yang ternyata kaki orang.


Risda memberanikan diri untuk bertanya pada sang pria yang duduk di sebelahnya itu.


"Permisi tuan, kakinya kenapa?".


Orang itu tidaklah menjawab hanya memalingkan mukanya menatap lawan bicaranya yang bertanya padanya.


Risda sudah tahu jawabannya setelah ia melihat lawan bicaranya itu, dirinya penyebab dalang sakit dari kaki orang tersebut walaupun sang korban dari ulahnya tadi tidak menjawab sepatah katapun.


"Maaf saya tidak sengaja mata saya perih jadi saat berenang tadi mata saya pejamkan supaya tidak terlalu infeksi terkena air", mohon maaf Risda tulus dan mengakui kesalahannya dan memberi alasan kenapa sampai ia menabrak dinding kolam tadi.


Hm jawab Rajif dengan tatapan mata terus memandang pada Risda.


Risda sedikit bingung atas jawaban korban tabrakannya tadi, dalam hati mulai gelisah takut tidak dimaafkan.


"Tuan tolong maafkan saya,


Saya tidak sengaja tadi".


"Apa kamu masih mengingat saya siapa?".


Risda menatap orang yang ada di depan matanya meneliti setiap inci dari wajah tampan di depan matanya.


"Tidak" jawab Risda jujur.

__ADS_1


"Apa kamu mengingat kejadian beberapa bulan lalu saat ada seorang gadis di kejar anjing gila di pagi buta bahkan matahari saja belumlah terlihat".


Dengan reflek pupil mata Risda melebar, memelototkan kedua bola matanya malu kala mengingat kejadian itu, tetapi karena gengsi Risda buru buru mengendalikan diri dari keterkejutannya seolah olah cuek padahal malu setengah mati.


Rajif yang melihat wajah malu gengsi Risda ingin menyemburkan tawanya tetapi ditahannya.


"Jadi anda yang nolongin saya waktu itu".


"Baru ingat".


"Maaf" jawab Risda cengengesan.


"Nama saya siapa?" tanya Rajif pada Risda untuk memastikan Risda betul betul mengingatnya atau tidak.


Dengan canggung Risda menjawab, "maaf untuk nama anda saya lupa tetapi yang saya ingat anda adalah seorang Nahkoda kapal yang ada di pelabuhan A"


Rajif dengan senang hati mengulurkan kembali tangannya sebagai perkenalan untuk kedua kalinya dengan menyebutkan nama lengkapnya Rajif Fandi Alfarid.


Dari kejauhan dua pasang mata melihat interaksi yang terjadi, sepasang mata diantaranya menampilkan amarah kecemburuan mendalam melihat adegan jabat tangan itu walau hanya sebentar.


Bintang yang baru selesai mengganti stelan pakaian renang di kamar mandi tidak sengaja melihat interaksi antara Risda dan Rajif begitu cemburu apalagi saat melihat Risda menerima uluran tangan yang di berikan oleh Rajif.


Bintang menahan kecemburuan dengan sangat bersusah payah, tangan terkepal, muka merah menahan amarah dan hidung kembang kempis.


Adi yang melihat gelagat Bintang merasa aneh kemudian Adi memperhatikan kemana arah mata Bintang memandang.


Adi tersenyum sekilas setelah menemukan dalang penyebab Bintang menahan kekesalan yang begitu meluap ingin meledak. Dalam hati bermonolog sendiri


Oooo rupanya gadis pujaan hati Bintang ternyata beneran adikku sendiri.


Adi menepuk pelan bahu Bintang kemudian berkata jangan cemburu berlebihan, janganlah terlalu mengekang dirimu dan cintamu itu. Setalah mengatakan kata kata berupa nasihat pada Bintang Adi pergi menghampiri Risda dan seorang pemuda yang juga berada di samping Risda.


Riis lagi ngapain tanya Adi pada Risda dengan tanpa permisi langsung duduk di tengah tengah antara mereka.

__ADS_1


Rajif mendelik kesal pada Adi tetapi Adi sama sekali tidak mengubris kekesalan Rajif. Adi sudah mengetahui perasaan Bintang pada Risda oleh sebab itulah Adi tidak akan memberi peluang bagi siapa saja yang mendekati Risda.


Bintang tidak menyapa hanya berdiri bagaikan patung di belakang Rajif, Adi dan Risda untuk mengetahui apa yang akan di lakukan Adi pada Risda setelah tanpa sengaja Adi mengetahui perasaannya pada Risda.


Risda, Rita di mana?.


Belum sempat Risda menjawab pertanyaan Adi sebuah jeritan panjang dari atas pelosotan yang semakin mendekati tempat mereka duduki. Dengan kompak tanpa adanya intruksi empat pasang mata mencari sumber suara jeritan itu berasal.


Setelah menemukan asal suara itu berasal empat pasang mata itu hanya memandangi kemana suara itu berputar putar diatas selokan pelosotan sana tidak lama kemudian jimpratan air mengenai tubuh empat pasang mata yang mengintai suara tadi tanda orang mengeluarkan suara tadi terjatuh dalam kolam renang bersama dengan balon pelambung yang ada bersamanya.


Rita terjatuh dalam kolam renang bersama balon pelampung bersamanya. Rita mengeprak prakkan tangan dan sebelah kaki untuk bangkit mengapungkan badan namun tidak bisa, karena salah satu kakinya tersangkut pada pelampung raksasa yang di gunakannya seorang diri.


Adi yang melihat keadaan Rita yang kepala ke bawah dan kaki ke atas tidak bisa bangkit untuk mengapungkan badannya dengan reflek langsung menyembur melompat ke kolam renang menghampiri Rita untuk melepas lilitan yang tersangkut di kakinya itu.


Setelah lilitan itu terlepas dari pergelangan kaki Rita, Adi memeluk pinggang Rita dan bertanya "kamu tidak apa apa".


"Saya tiidak apa aapa" jawab Rita dengan napas yang ngos ngosan, "terimakasih sudah menolong saya bang".


Seperkian detik Rita baru menyadari kalau dirinya berada dalam pelukan Adi, Rita mendapatkan kenyamanan dari pelukan itu.


Rita tersadar dari kenyaman itu dan kemudian menatap tajam bagaikan elang yang siap memangsa mangsanya pada Adi.


Adi yang menyadari tatapan peperangan langsung mengangkat tubuh Rita naik kembali ke pelampung raksasa yang minimal bisa di naiki untuk dua orang itu.


Rita tidak mengucapkan kata katanya lagi karena Rita tidak mau memulai perdebatan saat ini karena Rita begitu kelelahan di sebabkan kejadian barusan.


Rita mengucapkan syukur dalam hati untung aku tidak mati, cuma beberapa menit dalam air udah sekarat ini, apalagi kalau berjam jam dalam air, huft sudah pasti nyawa melayang.


Setelah Adi menaikkan Rita ke atas balon pelampung, Adi kembali berenang ke tempat Risda, Bintang dan Rajif duduk di pinggiran kolam sebelah sana.


Dari kejauhan Bintang dan Risda memperhatikan apa yang dilakukan Adi pada Rita. Mereka saling melirik satu sama lain dalam hati berkata Dasar Bang Adi PlayBoy Cap Kapak beraninya mengambil kesempatan dalam kesempitan.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2