
"Bos?"
Tanya Adi pada Rajif sambil menaikkan sebelah alisnya.
Rajif dengan tenang menjawab
"Mungkin kamu salah dengar kali atau mungkin orang lain yang di panggilnya".
Adi tidak percaya atas jawaban dari pertanyaannya yang di tujukan pada Rajif, Adi masih bertanya tanya siapa sebenarnya Rajif ini.
Risda yang duduk di sebelah Bintang yang mengemudi, memutar lehernya empat puluh lima derajat untuk melihat Rajif yang duduk di belakangnya "Bang kita makan dimana baksonya?".
"Di ujung jalan pas di simpang tiga sana ada restoran RF, kita singgah di sana aja".
"RF? bukankah nama itu sama dengan logo yang di water park tadi".
"Iya Water Park dan restoran yang akan kita kunjungi sekarang dimiliki oleh satu perusahaan yang sama".
"Wow kayanya orang itu" ucap Rita spontan.
Empat pasang mata menatap Rita spontan, tiga diantara terucap dari bibir dari masing masing mereka "dasar matre" sedangkan satu pasang mata lagi tidak mengucapkan sepatah katapun dari bibirnya hanya senyuman yang terbit darinya.
Sesampainya mereka di restoran, Rajif terlebih dahulu masuk kedalam izin pada yang lain ke toilet padahal Rajif mengumpulkan seluruh karyawan yang sedang bekerja untuk mengingatkan kembali para karyawan yang sedang bekerja untuk menyembunyikan identitasnya sebagai pengelola sekaligus pemilik dari restoran tersebut.
"Apa sudah berkumpul semua tanya Rajif pada seluruh karyawannya yang hadir di situ".
"Sudah bos".
"Diluar ada teman teman saya, saya harap kalian jaga sikap jangan sampai dari kalian membocorkan identitas saya pada mereka bahwa saya bos kalian, apa kalian sekarang sudah mengerti?".
"Sudah bos".
"Rapat di tutup silakan kembali bekerja di posisi kalian masing masing".
Adi dan Bintang sama - sama mengernyitkan dahinya bingung kemana seluruh karyawan tiba tiba menghilang setelah kedatangan mereka.
Bintang setelah menyampaikan pengumuman mendadaknya melangkahkan kakinya menuju ruangan pribadi yang terletak di lantai tiga (3) restorannya untuk membersihkan diri dan menunaikan shalat magrib yang kebutulan waktunya telah tiba.
Tiga puluh menit berlalu Rajif kembali menuju ke tempat dimana Risda, Rita, Bintang dan Adi berada.
"Kemana saja kamu, tidur di toilet" tanya Bintang ketus pada Rajif.
Rajif tidak menjawab partanyaan Bintang hanya senyum tipis yang ia berikan, kemudian Bintang menatap Risda yang berada tepat di hadapannya, "Riis mau pindah keruang VIP diatas atau tetap di sini".
"Di sini ajalah bang, malas pindah pindah lagi".
"Oo baiklah, Kalian udah pesan".
"Kami udah pesan, tinggal abang yang belum karena kami tidak tahu abang mau pesan apa".
Pesanan tiba Risda dan Rita hampir meneteskan air liurnya melihat bakso yang sudah tersaji di meja.
"Baksonya tidak akan habis dengan sendirinya jika hanya kalian lihat saja
__ADS_1
Makanlah".
Rita dan Risda mendengus kesal pada Bintang yang merusak mood mereka dengan mulut pedasnya itu.
"Iya iya kami makan".
"Pelan pelan aja makannya Risda ngak usah buru buru kalau ngak cukup pesan aja lagi" ucap Rajif mengingat Risda supaya memakan makan baksonya pelan - pelan.
"Eh bang ngak, ini cukup kok".
"Ngak usah heranlah bang, Risda memang ngak pernah bisa makan nyantai bawaannya buru - buru selalu, kalau kayak Risda ini cara makannya lidah kita tidak bisa menikmati dan meresapi apa rasa dari makanan yang kita makan kan bang".
"Diam Ta, jangan banyak omong".
Rajif hanya tersenyum menanggapi perdebatan itu sedangkan Bintang dan Adi hanya menggelengkan kepalanya kecil melihat perdebatan itu tentunya dengan ekpresi yang berbeda beda Bintang tetap dengan ekpresi dinginnya sedangkan Adi tetap dengan senyuman yang selalu terukir dari wajah tampannya.
"Alhamdulillah kenyang" ucap Risda sambil mengusap ngusap perut ratanya itu.
Rita yang melihat isi bangkok Risda yang kandas tanpa isi sedangkan bangkoknya masih sisa seperuhnya lagi
"Risda" panggil Rita.
"Iya kenapa".
"Bantuin habisin punya aku dong".
"Ngak sanggup Ta,
Tadi bakso punyaku aja porsi jumbo, kali ini aku menyerah ngak bisa bantuin, habisin sendiri itu baksonya".
"Sudah habis" ucap Bintang mengejek Rita setelah melihat bakso yang di depan Rita habis tak tersisa.
"Sudah" jawab Rita lesu.
"Bang terimakasih ya telah mentraktir kami makan bakso, enak banget baksonya"ucap Risda pada Rajif sebagai tanda terimakasihnya.
"Iya sama sama".
"Oh iya bang, ngomong ngomong abang tinggal di mana ya? terakhir kita ketemu waktu itu di kota besar sana bang".
"Abang sekarang lagi cuti setelah enam bulan berlayar dan soal tempat tinggal abang tidak menentu, dimana abang tugas ya di situ abang tinggal".
"Waw lamanya abang berlayar sampai enam bulan"
"Abang" panggil Risda lagi pada Rajif ingin bertanya lagi perihal kehidupan Rajif yang membuat Risda penasaran.
Bintang dan Adi langsung menyeret Risda keluar dari situ sebelum Risda kembali mengajukan kembali pertanyaannya pada Rajif, untuk menghindari Risda supaya tidak bertanya yang lebih lagi, mereka tahu karakter Risda jika sudah banyak omong berarti sudah mulai nyaman dengan situasi dan orang tersebut.
Rajif yang melihat wanita yang telah mencuri hatinya di seret paksa keluar oleh dua orang pemuda mendengus kesal,
Walaupun kesal Rajif tetap keluar mengantar tamunya untuk pulang.
"Kamu pulang sendiri, saya tidak punya cukup waktu untuk ngantar kamu pulang" ucap Bintang garang.
__ADS_1
Rajif hanya tersenyum simpul saja dalam hati berkata mau pulang kemana di sini juga rumah saya.
Risda duduk di bagian belakang bersama Rita menatap kesal pada dua orang pemuda di depannya
"Apa apaan sih kalian nyeret aku kayak tadi, malu tahu ngak".
"Iya iya maaf" ucap Bintang dan Adi kompak.
Risda memutar kedua bola matanya jengah dengan apa yang terjadi sedangkan Rita berusaha keras menahan tawanya agar tidak meledak.
Jam sepuluh (10) malam mereka baru sampai ke rumah, Risda mengetuk pintu rumah dan mengucapkan salam
"Assalmualaikum".
"Walaikumsalam sebentar"
Nur membuka pintu rumah setelah tahu siapa yang mengetuk pintu dan yang mengucapkan salam di luar.
"Darimana saja kalian, jam segini baru pulang".
"Dari water park ma" jawab Risda sambil menciumi punggung tangan mamanya, "Ma Risda langsung istirahat ya capek".
"Iya"
"Sudah makan nak?".
"Sudah ma".
Setelah Risda masuk ke dalam kamarnya Nur bertanya pada Adi
"Kenapa itu adik kamu".
"Ngak apa apa kok ma"
"Adi mandi dulu ya ma".
"Iya".
"Mama Kami juga izin pulang ya sudah larut malam ini".
"Eh kalian nginap aja di sini, kamu Rita ngak usah khawatir nanti mama kabari orangtua kamu ya kalau malam ini kamu nginap di sini".
"Sanalah mandi kalian".
"Baik ma"
Jawab Rita dan Bintang serentak.
Rita melangkahkan kakinya menuju kamar Risda sedangkan Bintang melangkahkan kakinya ke kamar Adi.
Astaqfirullah terkejut Adi sambil melempar bantal yang ada di tangannya kearah Bintang lantaran terkejut mendapati Bintang berdiri bagaikan patung memainkan handphone di dalam kamarnya yang gelap.
Bintang juga sama terkejutnya dengan Adi tetapi ia sembunyikan keterkejutannya kembali bersikap cuek seolah tidak terjadi apa apa.
__ADS_1
BERSAMBUNG......