
Perjalanan ke puncak lebih kurang tiga jam perjalanan mereka jalani tanpa hambatan dan tanpa rintangan. Jika langsung ke tempat wisata terlalu pagi pikir mereka, jadi berhubung perut dari masing-masing mereka menuntut untuk segera di isi maka dari itu mereka memilih singgah terlebih dahulu di warung makan khusus yang buka di waktu pagi hari.
Mobil telah terparkir dengan rapi tepat di depan warung makan yang Adi, Bintang, Risda dan Rita singgahi. Setelah mobil terparkir dengan sempurna Bintang turun terlebih dahulu untuk meregangkan badannya yang terasa kaku dikarenakan lebih dari tiga jam ia menyetir seorang diri, Adi juga hendak turun namun Adi penasaran dengan penghuni yang duduk di kursi bagian belakang yang sunyi tanpa suara sama sekali, lalu Adi memutar dan membalikan badannya untuk melihat Risda dan Rita yang berada di belakangnya.
Adi menghembuskan napasnya pelan melihat apa yang dilakukan oleh Risda dan Rita, pantaslah sunyi pikir Adi yang ternyata Risda dan Rita kembali melanjutkan tidur mereka disebabkan semalam karena Rita yang terlalu kesenangan dan bersemangat sehingga menyebabkan Risda tidak cukup waktu tidur. Adi tersenyum saat melihat gaya tidur Risda dan Rita yang saling berpelukan satu sama lain. Setelah puas melihat dan memfoto Risda dan Rita, Adi baru membangunkan Risda dan Rita untuk turun dari mobil dan sarapan pagi.
"Dek bangun, udah sampe ini" ucap Adi lembut sambil menggoyangkan badan Risda pelan.
Yang di bangunkan tidak ada respon sedikitpun malah yang terbangun yang belum di bangunkan. Rita menggeliat kecil dan mebuka matanya secara perlahan, yang pertama kali nampak dalam pandangan Rita adalah senyuman Adi yang lagi-lagi menyebalkan menurut Rita. "Selamat pagi sayang" ucap Adi tulus pada Rita.
"Pagi" jawab Rita tanpa sadar. "Astaqfirullah" kaget Rita setelah sadar dirinya menjawab ucapan selamat pagi sayang yang di berikan Adi untuknya.
Awalnya Adi juga sedikit terkejut dengan respon dari Rita yang menjawab ucapan selamat pagi darinya. Rita setelah sadar dirinya menjawab ucapan selamat pagi dari Adi langsung keluar dari mobil untuk menghindari Adi karena Rita tidak mau Adi sampai melihat pipinya yang sudah kemerahan lantaran menahan malu, Rita keluar dari mobil menyusul Bintang yang terlebih dahulu duduk di kursi pelanggan dengan sedikit berlari-lari kecil.
Risda berdehem pelan guna menyadarkann Adi dari lamunan hayalannya. Sebetulnya Risda sudah dari tadi terbangun sejak mobil berhenti melaju hanya saja Risda malas untuk membuka matanya. "Aduh abangku ini sebenarnya playboy apaan sih, masak hanya karena jawaban selamat pagi saja sampai segitu panjangnya senyuman abang, padahal sahabat aku itu sudah keluar dari mobil dari beberapa menit yang lalu abang".
__ADS_1
Seketika senyuman Adi langsung memudar setelah mendengar penuturan dari Risda. Adi melihat mata Risda masih tertutup tapi bagaimana bisa adiknya itu mengetahui kalau dirinya lagi tersenyum. Adi menghembuskan napasnya kasar dan berucap "sejak kapan kamu bangun".
"Sejak tadi" jawab Risda enteng sambil membuka kelopak matanya spontan.
Adi yang hanya bisa mendengus kesal pada adiknya itu kemudian segera keluar dari mobil dan kembali tersenyum. Sedangkan Risda yang masih dalam mobil tersenyum simpul mengingat kekonyolan abang sepupu kesayangannya.
Bintang yang dari kejauhan melihat Rita berlari-lari kecil sambil menahan senyuman dan muka sedikit kemerahan mengernyit dahinya bingung dan tidak lama kemudian Bintang juga melihat Adi yang keluar dari mobil dengan senyuman muka wajah berseri-seri. Setelah mendapati jawaban apa yang terjadi, Bintang hanya ber oh saja dalam hati karena malas meladeni hal yang tidak ada hubungannya sama sekali dengannya.
Rita melihat Bintang yang menganggukkan kepalanya dua kali bingung sendiri jadinya, kemudian Rita juga mendongak kepala sekali maksud bertanya ada apa pada Bintang. Bintang yang melihat Rita mendongak kepalanya sekali, tahu maksud dari Rita yang ingin menanyakan ada apa padanya hanya gelengan kepala saja yang dapat Bintang berikan.
"Risda mana?" tanya Bintang pada Adi.
"Di belakang" jawab Adi santai.
Bintang setelah melihat Risda keluar dari mobil segera mengunci pintu mobil melalui remote kontrol yang ada padanya. ***** bunyi mobil diakibatkan Bintang yang menekan remote untuk mengunci pintu, Risda yang mendengar tiba-tiba ada suara disampingnya jadi terkejut jadinya dan megulus dadanya pelan dan melangkah kakinya menuju tempat Adi, Bintang dan Rita berada.
__ADS_1
Bintang yang melihat Risda yang terkejut dengan reflek melompat ringan di tempat dan kemudian mengelus dadanya sendiri menjadi tersenyum.
Adi dan Rita yang tidak tahu apa yang terjadi pada Risda dan melihat Bintang yang tersenyum sendiri saling berpandangan penuh tanya tanya apa penyebab Bintang sampai tersenyum sendiri karena seperti yang mereka tahu senyuman dari seorang Bintang itu ialah hal yang langka menurut mereka.
Risda sudah duduk di kursi yang kosong yaitu di sebelah Bintang tidak lama kemudian setelah kedatangan Risda makanan sudah dihidangkan dan siap mereka santapi. Mereka berempat menikmati sarapan pagi tanpa obrolan atau coleteh dari siapapun yang terdengar hanya dentingan sendok yang terdengar.
Tuntutan dari masing-masing perut mereka telah terisi kini saatnya mereka akan melanjutkan perjalanan mereka pada tujuan yang sesungguhnya yaitu ke tempat wisata yang telah mereka rencanakan sebelumnya.
Satu jam lagi perjalanan mereka harus ditempuh untuk bisa sampai pada tujuan mereka ke puncak. Setelah sampai di puncak mereka berfoto berselfi ria tentu dengan gaya dan senyum yang selalu mengembang kecuali senyum dari wajah Bintang yang tidak terlihat. Mereka terus berputar-putar dan berkeliling mengunjungi pada beberapa tempat wisata yang terkenal pada kota tersebut.
Matahari hampir menyelesaikan tugasnya pada hari ini, untuk tugas selanjutnya bulanlah yang menyinari dan bintang yang mendampingi. Keadaan di puncak sangatlah dingin apalagi di malam hari. Adi dan Bintang memutuskan untuk mencari tempat penginapan terlebih dahulu dikarenakan keadaan badan mereka berdua sudah terasa lelah dan mereka juga melihat Risda dan Rita yang sudah terlelap di kursi belakang dengan selimut tebal yang sudah membungkus badan mereka berdua.
Adi sudah memesan dua kamar di tempat penginapan yang mereka singgahi. Sepuluh menit sudah terlewatkan hanya untuk membangunkan Risda yang tak kunjung bangun-bangun. Bintang dan Rita sudah kehabisan cara dalam membangunkan Risda. Rita yang setengah sadar karena di bangunkan paksa oleh Bintang mendengus kesal karena mendapatkan tugas membawa keempat tas ranel milik mereka berempat.
Adi yang bosan menungu Bintang, Risda dan Rita yang tak kunjung datang, lalu Adi kembali lagi ke tempat parkiran untuk melihat apa yang di lakukan Bintang, Risda dan Rita. Setelah sampai pada parkiran Adi melihat Rita yang berdiri di samping Bintang dengan menenteng empat tas ransel mereka dan Bintang yang begitu kesusahan dalam membangunkan Risda.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......