Cinta Bercabang

Cinta Bercabang
Gendong


__ADS_3

Satu tarikan napas kasar yang terdengar dari Rita saat melihat kelakuan Adi dan Bintang yang berada di hadapannya.


Rita pusing sendiri jadinya melihat Adi yang masih berputar-putar seperti mencari sesuatu tapi Rita tidak tahu Adi sedang mencari apa sedangkan Bintang masih dengan posisinya yang semula yaitu berdiri tegap tepat di samping tilam kasur yang Risda tiduri dengan memperhatikan Adi yang sedang mencari sesuatu.


"Sebanarnya kalian mau ngapain sih" tanya Rita yang sudah mulai dengan nada sedikit kesal lantaran Adi dan Bintang membuatnya penasaran.


Lagi dan lagi Rita tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan. Rita melihat Adi dan Bintang yang enggan menjawab pertanyaan dari kepenasarannya. Rita yang mulai kesal ingin beranjak keluar duluan terlebih dahulu menuju parkiran.


Bintang yang melihat Rita yang akan keluar terlebih dahulu seorang diri segara mengajukan satu pertanyaan untuk menghentikan Rita keluar terlebih dahulu "jaket Risda mana Ta? tanya Bintang pada Rita.


"Ada di badannyalah, kan semalam Risda belum ganti baju" jawab Rita dengan seadanya.


Adi dan Bintang melongo dengan tampang bodoh mendengar jawaban dari Rita yang baru sadar kalau Risda masih memakai baju ketnya.


Rita yang melihat Adi dan Bintang menampilkan tampang bodoh yang disebabkan oleh kebisuan mereka sendiri tersenyum geli sendiri jadinya.


Bintang melihat Rita yang sudah siap mamakai baju tebal untuk pergi lagi langsung mengangkat mengendong Risda yang masih berada dalam alam mimpinya. Bintang mengangkat Risda sekalian dengan selimut yang masih menempel di badan Risda. Bintang memilih jalan pintas mengendong Risda saja daripada  harus membangunkan Risda yang belum tentu bangun pikirnya.

__ADS_1


Rita melihat Bintang yang mengendong Risda tersenyum-senyum sendiri karena Rita tahu bahwa Bintang mempunyai setitik rasa pada Risda yang Rita tidak ketahui seberapa dalam rasa itu  menancap dalam hati Bintang namun Rita diam saja seolah-olah dirinya tidak tahu apa-apa.


Adi lagi-lagi harus membiarkan Bintang menyentuh Risda walau tidak secara langsung dan kemudian menatap Rita tanpa Rita sadari yang masih dengan aktifitas senyum-senyum sendiri. Adi yang melihat Rita yang masih bengong di tempat dengan tetap mempertahankan senyuman di wajah cantiknya padahal langkah Bintang sudah jauh melangkah keluar dari kamar, lalu Adi bertanya pada Rita " bagaimana sayang, apa mau abang gendong juga".


Rita melototkan matanya kaget pada Adi dan kemudian langsung berlari keluar mengejar Bintang yang menuju tempat parkiran, biarlah urusan mengunci pintu menjadi urusan Adi yang megurusnya pikir Rita.


Hanya setengah jam saja perjalanan menuju pasar pagi dari jarak tempuh penginapan mereka tempati. Mobil telah terparkir di khusus tempat parkir yang telah di sediakan. Adi, Bintang dan Rita hendak turun dari mobil karena kendaraan yang membawa mereka pada tujuan mereka sudah sampai namun tidak jadi turun karena terhalang dengan adanya satu hal yaitu Risda yang masih betah menjelajah di alam mimpinya.


Adi, Bintang dan Rita secara bersamaan menolehkan kepala mereka menghadap Risda yang masih juga terlelap dalam tidur nyanyaknya, lalu mereka bertiga saling menatap satu sama lain dan kemudian  tertawa bersama-sama karena apa yang mereka lakukan begitu kompak. Adi dan Rita yang tertawa terbahak-bahak sedangkan Bintang hanya senyuman tipis sekilas yang bisa ia lakukan.


Adi dan Rita turun terlebih dahulu turun, biarlah urusan hal membangunkan Risda menjadi urusan Bintang.


Tiga menit telah berlalu Bintang mebangunkan Risda namun tidak mendapatkan hasil apapun, lalu Bintang mengambil sebotol air putih dan membasuh tangannya lalu mengelap muka Risda dengan tangannya yang basah supaya bangun tapi tidak juga bangun.


Adi dan Bintang yang di luar mobil masih memperhatikan bagaimana perjuangan Bintang dalam membangunkan  Risda, mereka berdua tertawa cekikikan bersama-sama sambil membekap mulut mereka masing-masing supaya tidak mengeluarkan suara.


Bintang telah mengusap muka Risda berulang kali dengan tangannya yang basah namun hanya geliat kecil saja respon dari Risda, Bintang memutar otaknya bagaimana caranya supaya Risda bangun.

__ADS_1


Tidak jauh dari jarak pandangan Adi dan Rita mereka berdua melihat Bintang membalikkan badannya pada mereka sebentar. Adi dan Rita bingung sendiri melihat Bintang yang melihat meraka berdua sebentar kemudian memberikan satu senyuman yang menurut mereka menyeramkan. Adi dan Bintang saling pandang dengan tujuan mempertanyakan maksud dari senyuman Bintang itu padahal Bintang tersenyum bermaksud ingin mengatakan tenang sebentar lagi Risda pasti bangun.


Adi dan Rita yang lagi sibuk berpandangan kemudian menolehkan kepala mereka kembali pada Bintang yang sedang berjuang menyadarkan Risda dalam tidur nyenyaknnya, setelah itu mereka berdua menolehkan kepala mereka kembali mengarah pandangan mereka menatap perjuangan Bintang. Adi dan Rita terlonjak kaget melihat muka Bintang dan Risda saling berdekatan seperti orang yang sedang berciuman.


Adi yang melihat apa yang di lakukan Bintang pada Risda menjadi emosi  lalu segera menghampiri Bintang untuk menghentikan aksi Bintang. Belum juga sampai Adi pada Bintang namun Risda terlebih dahulu terbangun dengan mata melotot kaget dan mulut menayakan "dimana" dengan intinosi keras tentunya. Adi yang melihat reaksi Risda yang demikian bingung sendiri jadinya dan tidak jadi menghampiri Bintang dan Risda lantas Adi memilih kembali pada Rita yaitu melangkahkan kakinya kembali ke tempat semula dimana Rita yang masih berdiri di tempat.


Rita yang melihat Adi kembali lagi padanya tertawa cekikikan sendiri karena Rita bisa mengambil kesimpulan bahwa Adi telah salah paham pada Bintang.


Bintang yang mengambil jalan pintas dalam membangunkan Risda  yaitu dengan mendekatkan wajahnya dengan wajah Risda dan kemudian berbisik tepat di telinga Risda dengan mengatakan "Risda bangun, ada pak Albert di sini lagi nyariin kamu" sudah tentu Risda akan bangun setelah mendengar ucapan kalimat mantra yang di gunakan Bintang dengan menyebut membawa nama Albert.


"Dimana?" tanya Risda yang reflek langsung bangun dari tidur nyenyak dengan mimik wajah sangat senang tentunya.


Dengan menahan kekesalan dan kecemburuan mendalam dan mempertahankan darah dari hatinya supaya tidak mengalir deras Bintang mengalihkannya dengan satu senyum tulus kecewa pada Risda dan menjawab pertayaan dari Risda yang menanyakan Albert dimana padanya dengan jawaban "tidak tahu Risda".


Risda yang setengah sadar langsung bangun mengalahkan rasa kantuk yang sedang menghendap dalam dirinya karena malu pada Bintang yang terang-terangan menanyakan Albert pujaan hatinya pada Bintang dengan terburu-buru Risda langsung bangun dan keluar dari mobil setelah sebelumnya mendorong Bintang untuk memberi ruang padanya untuk keluar.


Dari kejauhan Adi dan Rita melihat Risda keluar dari mobil seperti terburu-buru dan menundukan kepalanya sambil menahan senyum salah tingkah sedangkan Bintang yang mereka lihat seperti seseorang yang kehilangan separuh nyawa seperti orang yang berputus asa yang telah kehilangan arah.

__ADS_1


Adi dan Rita lagi-lagi saling pandang mempertanyakan apa yang terjadi sebenarnya.


BERSAMBUNG.......


__ADS_2