Cinta Bercabang

Cinta Bercabang
Timphan


__ADS_3

Oh tidak keluar kandang buaya malah terperangkap dalam kandang singa ucap Irsyad dalam hati seorang diri. Irsyad begitu takut pada sosok ini yaitu si Bintang sahabat Risda dan Rita, Irsyad takut pada Bintang karena Bintang sikapnya yang begitu tegas, disiplin dan bersih.


Syut Syut Syut Irsyad memberi isyarat pada kakaknya untuk berhenti ketawa.


"Apaansih syat syut dari tadi".


"Tu tu" tunjuk Irsyad dengan dagunya.


Risda dan Rita membalikkan badannya dan melototkan mata mereka serentak, mereka mendapati telur yang seharusnya mendarat di kepala Risda justru mengenai tepat di bagian dada Bintang.


Beberapa detik mereka tercengang tanpa ekpresi dan tidak lama kemudian tawa Rita dan Risda pecah menggelegar.


BHHUAAHHAAAAA.


Bintang juga ingin sekali tertawa melihat keadaan salah satu sahabatnya yang begitu menyedihkan, yaitu badan Rita sudah seperti adonan yang siap untuk di goreng tapi Bintang tahan tawanya itu untuk nanti karena gengsinya yang sudah melampau tinggi.


Sedang Irsyad masih diam terpaku di tempat dengan wajah pucat ketakutan.


"Apa yang kalian ketawakan hah, cepat bereskan dapur ini sebelum mamak lihat", ucap Bintang dengan wajah dingin khasnya itu.


Bintang juga memanggil Nur dan Zay dengan sebutan mamak dan bapak sama seperti Rita, karena Rita dan Bintang sudah dianggap seperti anaknya sendiri oleh Zay dan Nur.


Rita dan Risda langsung sadar dan terdiam dan langsung mengambil peralatan kebersihan untuk membersihkan dapur dari sisa tepung dan telur akibat ulah mereka bertiga.


Irsyad masih saja berdiam diri tanpa gerakan dan Risda melangkah mendekati adiknya dan menepuk sedang di lengan adiknya itu guna untuk menyadarkan si adik dari lamunannya.


"Aduh sakit kakak".


"Ngak usah lebay".


Lalu Risda melemparkan kain lap tepat di bagian muka adiknya itu.


Irsyad tidak terima dan ingin membalas memukul kakaknya kembali, tapi saat mendengar ada suara yang begitu menakutkan memanggil namanya, Irsyad mengurungkan niatnya.


Siapa lagi kalau bukan Bintang yang mampu buat Irsyad jadi orang yang penurut untuk sesaat.


Iya ini adek akan lap mejanya.


Kalian bereskan ini semua sampai bersih seperti semula, saya mau mandi sebentar, siap saya mandi, di sini harus sudah bersih dan mengkilat seperti semula


Mengerti ucap Bintang pada Risda, Rita dan Irsyad dengan nada dingin khasnya.


Mengerti jawab mereka serentak.


Setelah Bintang menghilang di balik pintu kamar mandi dan masuk ke dalamnya

__ADS_1


Tedengarlah suaru tawa cekikikan yang di keluarkan oleh tiga makhluk yang berada di dapur.


Sayup sayup Bintang mendengar orang tertawa dan mengobrol sampai ke telinganya, siapa lagi pelakunya kalau bukan tiga biang rusuh itu yang ada di dapur tadi, yaitu Risda, Rita dan Irsyad. Bintang di dalam kamar mandi sana senyum senyum sendiri mengingat kejadian barusan apalagi saat melihat tawa happy yang terpancar dari wajah Risda. Bintang jarang melihat Risda tersenyum dan tawa setulus dan seceria tadi biasanya Risda hanya menampilkan senyum tipis saja tapi tidak berlaku saat Risda bersama Rita, sudah pasti Risda dan Rita akan menggila.


(Risda jadi pemurung dan pendiam setelah ia mengalami kecelakaan beberapa bulan yang lalu yang mengharuskannya undur diri dalam penyeleksian prajurit militer negara waktu itu).


"Rita" panggil Risda.


"Iya Ris".


"Tadi kamu mau ngajak jalan kemana ?".


"Ada deh".


"Kamu ini Ta, selalu ada deh, ada deh ujung ujungnya cuma ke pantai main pasir laut".


"Rita" panggil Risda lagi.


"Iya sayang".


"Ish jijiknya panggilan sayangmu itu" ucap Risda dengan menampilkan ekspresi yang begitu jijik seperti mau muntah.


hihihi Rita hanya tertawa cekikikan saja, kebiasaan Rita suka sekali mengganggu Risda dengan sebutan mesra. "Iya Risda, ada apa ngomonglah jangan sungkan gitu".


"Risda boleh ngak sih kalau senyum ngak usah pakai tampangmu yang itu, muak aku lihat tampangmu yang itu jujur deh ngak bohong". ucap Rita.


"Rita" panggil Risda lagi.


"Iya Risda ada apa", Rita menghentikan kegiatan bersih bersihnya sebentar lalu melihat ke arah Risda


"Ada apa Risda".


"Rita bolehkan aku berbagi sedikit cerita denganmu".


"Boleh" jawab Rita.


"Tapi malu jawab Risda lagi".


"Huft Rita menghembus napasnya kasar lalu berucap, jangan bilang kalau kamu sudah mulai suka sama orang, sudah mengenal yang namanya cinta".


Hehehe Risda cuma menampilkan ekspresi cengengesannya saja.


Bintang keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada karena bajunya tidak mungkin ia pakai kembali yang telah terkena pecahan telur di bagian dadanya.


Rita dan Risda membalikkan badan mereka untuk menyimpan peralatan bersih bersih yang telah mereka pakai untuk membersihkan lantai akibat ulah mereka tadi.

__ADS_1


Rita dan Risda melebarkan pupil mata mereka dan melotot saat melihat Bintang keluar dari kamar mandi tanpa atasan dengan rambut yang masih sedikit basah meneteskan air.


Risda langsung berteriak Astaqfirullah dan membalikkan badannya kembali sedangkan Rita masih diam terpaku dengan ucapan Waw Seksi.


"Ta" panggil Risda.


"Iya Ris".


"Seksi ya".


"Iya, lihat aja sendiri, jangan tanya".


"Takut, malu ngak berani lihat. Gimana bentuknya ?


Di perut ada kotak kotaknya ngak ?" tanya Risda pada Rita.


"Ada Ris, ada enam kotak malah".


Waw seksi kali jawab Risda dalam hati membayangkan, lalu Risda langsung menggeleng gelengkan kepalanya sambil berucap istiqfar.


Sedangkan Rita yang belum sadar masih berdiri di tempat. Bintang yang melihat keadaan Rita yang tak kunjung sadar, datang mendekat pada Rita dan menyentilkan kening Rita keras.


"Aduh sakit Biintaang" ucap Rita sambil berteriak.


"Mata itu di jaga".


"Apaansih Bintang, kamu sendiri yang tunjukan tadi, masak sih di biarkan nganggur begitu saja ngak di lihatin, kan sayang" ucap Rita sambil mengedipkan sebelah matanya.


Bintang tidak menanggapi lagi apa yang Rita katakan dan Bintang langsung bergegas masuk ke kamar Adi yang kebetulan dalam beberapa bulan yang lalu Adi sudah tinggal bersama Nur dan Zay karena atas permintaan Zay dan Nur sendiri, mereka berpikir supaya Adi tidak kesepian di rumahnya seorang diri. Orangtua Adi telah meninggal dunia setahun yang lalu.


Bintang memasuki kamar Adi, hm lumayan rapi untuk tingkatan si Bos. Bintang mengambil salah satu baju kaos Adi setelah sebelumnya sudah meminta izin dari pemiliknya.


Sedang Irsyad hanya mengamati apa yang terjadi di depannya dengan gelengan kepalanya saja, Irsyad tidak lagi berkomentar tentang apa yang dilakukan dua sahabat gila itu karena ia sungguh lelah jika harus menambah pekerjaan. Timphan yang ia buat hanya masak sekali kukus saja karena bahan yang lainnya sudah jadi mainan mereka tadi.


Allah huakbar


Allah huakbar


Lantunan adzan terdengar indah dengan lantunan merdu yang di kumandang oleh muadzin di masjid. Waktunya shalat Magrib tiba.


Para lelaki yang ada di rumah Risda, si Bintang, Irsyad dan Zay melangkahkan kaki mereka ke masjid terdekat dari rumah, sedangkan Adi tidak ikut bersama karena ia belum pulang dari kencan tidak jelas yang sering ia lakukan.


Sedangkan untuk para wanita akan mendirikan shalat mereka di mushala khusus yang di buat dalam rumah Risda.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2