Cinta Bercabang

Cinta Bercabang
Tiada Kabar


__ADS_3

"Eh eh hey mau kemana" cegah Adi pada Bintang.


"Mandi" jawab Bintang cuek.


"Awas aku duluan yang mandi".


"Siapa yang cepat, dia yang dapat"


Ucap Bintang cepat sambil mengunci pintu kamar mandi dari dalam.


"Bintang keluar kamu dari sana" ucap Adi pada Bintang sambil menggedor gedor keras pintu kamar mandi yang berada dalam kamar Adi.


Dasar Bintang balok es, dingin tidak ketulungan lagi itu anak. Adi bergegas keluar dari kamarnya sambil merepet tidak jelas menuju kamar mandi yang berada di dapur lantaran tidak tahan dengan badannya sendiri yang masih terasa lengket bekas air dari water park tadi.


****************


Waktu bergulir begitu cepat kini tiba saatnya Ujian Akhir Semester dilaksanakan. Ujian yang berupa soal essay dan choest harus di jawab oleh mahasiswa dan mahasiswi yang tersedia dalam elearning universitas dikarenakan perkuliahan dilakasanakan secara online atau daring.


Hari ke tiga Ujian di laksanakan terdapat mata kuliah yang dibimbing oleh kekasih tambatan hati Risda.


Risda kecewa lagi dan lagi orang yang ia harapkan tidaklah terlihat


Risda segera menyingkirkan kekecewaan yang ia rasakam kemudian mulai fokus menjawab semua pertanyaan yang tersedia dalam elearning universitas yang ia tuntut ilmu sekarang.


Malam hari aktivitas perkuliahan sudah usai sejenak


Jam menunjukan waktunya beristirahat, Risda merebahkan badannya di atas tilam kasur miliknya.


Tiga jam berlalu mata Risda masih belum juga terlelap


Rindu di hati Risda begitu menggebu ingin menyampaikan padanya rindu ini akan di tuju, namun Risda tiada daya untuk menyampaikan rindu itu pada pihak yang bersangkutan, kini Risda duduk termenung seorang diri menatap cahaya temaram dari lampu tidur yang berada dalam kamarnya.


Risda mengeluarkan semua keluh kesah kerinduannya dalam buku diarynya yang ia beri sampul dengan judul diary tinta cinta.


Tiga ratus enam puluh hari dalam satu tahun. Setiap hari kutitip sekeping demi sekeping serpihan hatiku padamu yang terajut dalam rindu menggebu.

__ADS_1


Satu tahun tiga ratus enam puluh hari, jika dua tahun tiga ratus enam puluh hari di tambah tiga ratus enam puluh hari maka hasilnya tujuh ratus dua puluh hari, jika tahun demi tahun rindu ini terus ditambah sampai akhir hayyat menutup mata dan menutup buku catatan diary cinta yang kunaskahkan, mungkin kepingan hati yang kutitipkan padamu akan berdesakan berebutan menempatkan diri dalam ruang hati.


Risda baru siap menulis isi hatinya di satu selembaran kertas tetapi rindu di hati Risda masihlah belum berkurang.


Huft Risda menghembuskan napasnya kasar karena rindunya belum juga berkurang. Mau tidak mau walau malam sudah larut Risda harus membuka lembaran halaman baru yang ada dalan buku diary cintanya itu.


Bukan maksudku mengusik ketenanganmu, tetapi rinduku semakin menggebu. Keheningan malam sudah terlihat dan rinduku semakin terasa. Arah jarum jam sudah menunjukan waktunya beristirahat, inginku menyampaikan rinduku padamu dan supaya kamu tahu betapa tersiksanya aku dengan rindu yang ada di hati ini.


Sungguh daku tidak berbohong, rinduku ini semakin menjadi jadi, tidaklah elok jika aku menghubungimu saat ini. Hanya melalui goresan tinta pena yang mampu aku goreskan di atas kertas putih sebagai bukti bahwa daku benar benar merindukanmu.


Risda tersenyum senyum sendiri saat menuliskan rindunya itu


Setelah siap menulis apa yang mengganjal hatinya kemudian Risda memegang dadanya sendiri dan berucap


hy hati bagaimana keadaanmu tolonglah berhenti merindukan apa yang tak pasti untuk kau dapati apalagi untuk kau miliki


Tolonglah mengerti


Tolonglah jangan lagi menyiksa hati batinmu sendiri.


Oh apalagi ini kenapa jadi begini.


Kunasaheti hati malah sekarang jantungku yang bereaksi


Ini tidak bisa dibiarkan lagi.


Risda bergegas bagun dari tidur tengkurapnya dan beralih ke kran air tempat biasanya Risda mengambil air wudhu untuk shalat sunnah malam.


Risda shalat dengan khusyuk


Selepas shalat Risda mengangkat kedua telapak tangan untuk berdoa dengan mencurahkan segala kugundahan hatinya pada sang Yang Maha Kuasa.


Ya Allah ya Tuhanku, Engkaulah yang menciptakan arasy seluruh alam ini, Engkaulah yang menciptakan lagit dan bumi. Ya Allah hamba serahkan seluruh hidup dan matiku pada-Mu, dan kusandarkan hati, pikiran dan raga ini hanya pada-Mu ya Rabb.


Ya Allah Engkaulah sang pemilik hati hamba mohonkan pada-Mu untuk menjaga hatiku dari rindu tak tahu diri ini.

__ADS_1


Ya Allah sesungguhnya aku malu menyampaikan pada-Mu bahwa aku merindukan salah satu dari hamba-Mu tetapi mau bagaimana lagi hanya dengan doa rindu ini sampai dengan sempurna padanya yang kurindui.


Ya Allah aku takut jika rindu ini semakin tinggi kadar kualitasnya maka semakin sulit untukku kembali pada jati diriku karena sudah pasti aku akan tersesat dan terjebak dalam hatiku sendiri dengan adanya serabut rindu yang akan mengikat dan melilit batin terbayang akan dirinya.


Ya Allah tolonglah hamba-Mu


Tolong berikan aku hidayah-Mu untuk tidak terus menerus terjerumus dalam maksiat batin karena tidak ada yang namanya cinta sebelum adanya ikrar janji suci ijap qabul akad nikah terucapkan yang ada hanya kemaksiatan yang terus menerus kulakukan dengan adanya imajinasi liar berlayar dalam pikiranku tentunya dengan rayuan setan sialan itu niscaya aku akan semakin tersesat dalam dalamnya hatiku menjelajah hanya karena imajinasi yang tak mungkin akan terjadi.


Ya Allah aku izin pamit undur diri sebentar nanti saat azan shubuh berkumandang aku akan kembali lagi pada-Mu.


Aaamiiinnn Ya Rabbal A'lamin


Risda selesai berdoa kembali melanjutkan kegiatannya dengan melantunkan ayat suci Al-Qur'an guna untuk kembali menenangkan hatinya yang di goncangkan dengan rindu seorang diri yang menghendap dalam hatinya.


Allah huakbar Allahhuakabar.


Sayup sayup Risda mendengar suara adzan yang di kumandangkan oleh muadzin masjid, Risda segera menyudahi bacaannya


Sadaqallah hula'zim.


Risda membuka mukena yang di pakainya itu untuk mengambil air wudhunya kembali.


Risda kembali shalat tetapi bukanlah lagi shalat sunah melainkan shalat wajib yang sekarang ia tunaikan.


Setelah shalat Risda dzikir


Lima belas menit berlalu mata Risda mulai sayu dan mulut mulai menguap tanda kantuk mulai datang.


Tak tahan dengan rasa kantuk teramat sangat Risda beranjak naik ke atas tilam untuk tidur setelah sebelumnya melipat sajadah dan mukenanya terlebih dahulu.


Risda berulang kali menutup mulut lantaran Risda berulang kali menguap sampai sampai matanya Risda berair tetapi Risda berusaha karas agar dirinya tetap terjaga dikarenakan tidaklah bagus jikalau tidur selepas waktunya subuh karna bisa menyebabkan melemahnya kekuatan ingatan alias cepat pikun.


Hampir setengah jam Risda mampu bertahan supaya tidak terlelap dalam ngatuknya namun hasilnya sia sia entah sejak kapan Risda sudah terlelap tidak sadarkan diri dari kantuknya yang teramat sangat.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2