Cinta Bercabang

Cinta Bercabang
Luka Hati


__ADS_3

Bintang melihat Risda berlalu pergi meninggalkannya seorang diri dengan mengahampiri Adi dan Rita yang daritadi memperhatikan mereka berdua. Bintang menghembuskan napasnya kasar mendapati Risda yang masih menaruh rasa suka pada salah satu dosen yang mengajar pada universitas yang sedang mereka tuntut ilmu. Bintang menutup pintu mobil dan menguncinya dan kemudian menghampiri Adi, Risda dan Rita.


Bintang walau di hatinya ada rasa cinta dan cemburu yang bercampur menjadi satu yang kini menyinggahi hatinya tetap memaksakan kakinya melangkah menghampiri Adi dan Rita yang sudah lama menunggu dirinya datang menghampiri untuk masuk ke dalam pasar bersama-sama.


Adi yang menyadari ada perubahan raut pada wajah Bintang bertanya-tanya dalam hati apa yang telah terjadi tadi.


Bintang yang pada dasarnya jarang tersenyum ditambah lagi kini hatinya kurang mendukung izin pada yang lain untuk tidak ikut bergabung dan memilih menunggu di dalam mobil saja.


Adi lagi-lagi bertanya-tanya dalam hati apa yang telah terjadi pada asisten kesayangannya itu. Biasanya dalam hal kondisi apapun Bintang tetap selalu tenang dan mampu bersikap biasa- biasa saja.


Setelah Bintang pergi hilang dari pandangan, pandangan Adi beralih pada Risda yang sibuk memilih kentang. Dengan tatapan mengintimidasai Adi bertanya pada Risda "apa yang terjadi pada Bintang" tanya Adi dengan sorot mata yang begitu tajam tertuju pada Risda.


Dengan entengnya Risda menjawab "tidak tahu". Risda memang tidak tahu penyebab suasana hati Bintang memburuk di sebabkan oleh dirinya yang sangat antusias menanyakan keberadaan Albert pada Bintang lantaran karena Risda tidak tahu hati Bintang yang sebenar padanya.


Bintang menekan remote controle untuk membuka pintu mobil kemudian masuk ke dalam mobil dan kemudian memegang dadanya yang terasa sesak. Ternyata Risda tidak main-main dengan hatinya yang betul-betul menyukai pak Albert.

__ADS_1


Bintang merenungi kenangan dirinya bersama Risda yang sudah bersahabat hampir tujuh tahun lamanya yang Bintang sendiri tidak tahu rasa suka dan cinta untuk Risda sudah berapa lama bersemayam dalam hatinya.


Bintang ingin rasanya memberitahu Risda bagaimana keadaan hatinya pada Risda tetapi tidak mungkin ia lakukan karena hati Risda telah terlebih dahulu diambil oleh orang lain.


"Kyyyyyaaaaaaa" teriak Bintang frustasi. Air dari kelopak mata Bintang menetes satu tetes meratapi hatinya yang tak terbalaskan. Hati Bintang terus menangis dan menjerit mendapati fakta wanita yang di sukainya menyukai orang lain.


Hati dan pikiran Bintang berdebat hebat beragumentasi untuk menghapus rasa yang telah terukir di hati. Namun hati tiada daya untuk menghapus rasa itu yang entah sejak kapan sudah tumbuh, rasa yang ada di hati Bintang tidak akan mudah untuk di tebang karena rasa itu sudah ada akar yang menancap dalam.


Masih menjadi misteri Bintang harus mengambil keputusan apa mengenai hatinya ini, membunuh rasa yang ada di hati secara perlahan atau mengelola rasa itu tetap ada walau ada racun kecemburuan yang kadang-kadang menghampiri.


Rasaku padamu bagaikan pedang yang terasah dengan sendirinya. Setiap kenangan manis berputar menari-nari dalam memoriku mengenang setiap moment yang tercipta diantara kita. Tiada mampu kuucapkan seberapa besar cintaku padamu hanya serangkaaian kata-kata tulus yang mampu ku panjatkan dalam doaku.


Dari kejauhan Bintang melihat Adi, Risda dan Rita menghampirinya dengan membawa tiga goni sayur-sayuran dan buah-buahan yang Bintang tidak ketahui buah dan sayur apa saja isi di dalamnya, Bintang menghapus setitik air mata yang menetes dari kelopak matanya dan memasangkan musik dan berpura-pura memejamkan matanya seolah-olah tidur.


Tok tok tok suara pintu mobil yang di ketok oleh Adi. Tanpa membuka mata alias dengan mata terpejam Bintang menekan tombol di samping kanannya yang berada di pintu untuk membuka pintu. Pintu mobil telah terbuka, Bintang merasakan tidak ada pergerakan sama sekali tanda orang yang masuk dalam mobil dengan sangat terpaksa Bintang membuka matanya untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Adi, Risda dan Rita.

__ADS_1


Bintang celingak celinguk mencari keberadaan yang lain, Bintang menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan namun yang di cari tidak ada, lalu Bintang mengintip orang yang dicarinya melalui kaca yang berada di depannya yang tembus pandang sampai bagian body belakang, di situlah ketiga orang yang di cari Bintang berdiri sambil memeluk masing-masing satu goni yang kelihatan penuh dengan isi yang entah sayur dan buah apa saja yang ada di dalamnya, lalu Bintang menekan salah satu tombol yang ada di hadapannya untuk membuka jok belakang.


Bintang melihat Adi, Risda dan Rita masuk ke dalam mobil dengan napas terengah-engah tidak mempedulikannya sama sekali.


Beberapa kali terlihat Bintang menguap menahan kantung sambil menyetir. Untuk keselamatan bersama Adi mengambil alih kemudi yang sedang dikemudikan oleh Bintang.


Jam menunjukan waktunya makan siang dan hampir seluruh tempat wisata mereka telah singgahi. Adi, Bintang, Risda dan Rita memutuskan untuk singgah di salah satu rumah makan yang terkenal di kota tersebut. Makan siang yang telah terhidang di hadapan kini hanya sisa-sisa makanan yang masih tertinggal di ceper yang terletak diatas meja, makanan tersebut sudah berpindah tempat ke dalam perut mereka berempat.


Adi memutuskan tidak melanjutkan perjalanan mereka ke tempat wisata lagi karena dirinya melihat kondisi Bintang yang kurang pas semenjak shubuh tadi terlebih lagi di karenakan istirahat yang tidak mencukupi jadi Adi memutuskan kembali ke penginapan untuk beristirahat sejenak setelah itu barulah mereka akan melanjutkan perjalanan mereka pulang ke rumah.


Empat jam sudah terlewati waktu untuk mengistirahatkan badan mereka di penginapan. Adi rasa waktu untuk beristirahat sudah cukup. "Bagaimana sudah siap semua, tidak ada yang ketinggalankan?" tanya Adi pada Rita khususnya yang sudah memborong membeli barang apapun yang di lihatnya sampai satu tas ransel yang dibawanya menjadi tiga tas sudah.


Rita memutar bola matanya jengkel dengan kata-kata Adi yang mengejek dirinya dan dengan malas Rita menjawab "tidak ada".


Adi masih mengambil alih kemudi di karenakan Bintang yang seharusnya menyetir di perjalanan sewaktu datang dan pulang tidak bisa lagi karena kondisi kesehatan kurang stabil. Adi meraba sebentar ke kening Bintang yang berada di samping yang terasa hangat tanda demam akan menghampiri Bintang. Setelah memastikan semuanya tidak ada yang ketinggalan Adi melajukan mobilnya pulang ke rumah.

__ADS_1


BERSAMBUNG.......


__ADS_2