
Namun di mata lain aku malah di musuhi pengemar berat Riko, tatapan mereka seperti kulit durian yang menusuk , meski ngak setajam jarum namun jika jatuh di kepala bisa membuat orang mati, begitulah aku yang sekarang, sungguh membuatku merinding.
Masih tersisa setengahnya Riko pun berhenti makan.
"Aku sudah kenyang," kata Riko, aku menutup kotak kuenya kembali dan membawanya pergi meninggalkan Riko.
Aku mencari cari perempuan tadi, dimana dia ya? Tiba-tiba dari samping kiriku perempuan tadi berlari menghampiriku.
"Eh, kakak terima kasih banyak ya sudah membantu saya," katanya memegang tanganku.
"Eh, sama-sama iya ini masih ada setengahnya dia sudah kekenyangan, jadi ku kembalikan padamu, terserah kamu, mau memakannya atau kamu masukan dalam peti untuk panjangan juga boleh tu," kataku menyarankan.
"Terima kasih kak, meskipun hanya sesuap saja, aku sudah sangat senang apa lagi kakak memaksanya makan hingga setengahnya, kakak sungguh luar biasa," katanya mengacungkan kedua jempolnya.
Aku tersenyum melihat tingkahnya yang lucu itu.
"Sebenarnya aku tidak berharap dia melihatnyaku, melihatnya dari jauh saja aku sudah senang banget, aku sadar dengan aku yang sekarang mana mungkin dia akan melihatku, tapi hari ini berkat bantuan kakak ini adalah hal bersejarah bagiku," katanya sedikit sedih namun bercambur senang.
Aku diam mendengarkan ceritanya, aku sendiri binggung mau memberi saran apa
"Ya sudah kak, aku pergi dulu, sekali lagi terima kasih," kata perempuan tadi kepadaku dan pergi berlari sambil bersenandung senang.
Aku mangangkat bahuku dan kembali ruanganku.
Ketika aku melihat Lusi, aku pun menghampirinya.
"Lusi," panggilku.
"Bagaiamana pekerjaan baru mu?" Tanyanya tanpa dosa.
"Kata kamu ingin membahasnya pekerjaanya hari ini," kataku sewot.
"Bagaimana, aku teman yang baik kan?" Katanya bangga
"Ya lah ya lah, sungguh teman terbaik," pujiku dengan wajah malas.
ketika aku dan lusi hendak pergi makan , kami melihat di kantin riko di kerumuni cewek cewek yang ingin menyuapinya, dan ketika ia melihat ku ia berlari ke arah ku, melihat itu, aku pun belari menjauhinya, , sebenarnya ia minta perlindungan ku, namun aku juga harus menyelamati nyawa ku juga, dari fansnya yang menyeramkan itu
__ADS_1
dia mengejar ku dan meraih tangan ku, aku pun terjatuh dan dia pun ikut terjatuh karena kesandung kaki ku, dan parahnya lagi dia terjatuh menimpa tubuh ku, aseemmm tubuhnya sungguh berat, dia kurus tapi kenapa berat sekali ,apa dia berat dosa
"hey minggir, kamu ini berat seperti batu" kata ku berusaha melepaskannya dari tubuh ku
"brengsek , apa kamu nyaman seperti ini?"tanya ku kesal
dia pun tersadarkan karena dari tadi dia menatap ku dengan lekat, iapun bangun dan berpindah tempat
"ada apa dengan mu?"tanya ku ketika melihat wajahnya memerah, ia langsung memalingkan wajahnya karena malu
"ada apa denganya?, kenapa dia menyembunyikan wajahnya?"pikir ku dalam hati
aku pun pergi meninggalkannya sendiri begitu saja
ketika riko melihat ku menjauhinya ia pun memegang detak jantungnya yang sangat kencang
'ada apa dengan ku , apa ada masalah dengan jantung ku?' pikirnya
aku pun kembali menemui lusi, sedangkan lusi sedang makan dengan teman teman yang lain, ketika aku masuk ke kantin, mereka semuanya melihat kearah ku
lusi diam dan langsung mencari cerminnya dan menyerakan kepada ku
"untuk apa?"
"lihat wajah mu?"kata lusi tertawa
aku pun melihat diri ku di cermin, aku pun kaget, karena rambut ku kusut, dan bertengger dua helai daun kering dan lipstik ku sesikit pudar
aku langsung merapikan rambut ku, lusi pun membantu membuangi daun di kepala ku, dan aku pun mengambil lipstik di tas ku dan memolesnga di bibir ku
oke! selasai
aku memesan makanan kesukaan ku yaitu nasi goreng dan jus alvokado untuk mengisi kekosongan perut yang lelah berlari
"kamu kenapa bisa begini?"tanya lusi mengintrogasi ku
"kan kamu liat ,aku di kejar riko"
__ADS_1
"lalu?"tanyanya penasaran
"dia menarik tangan ku dan aku pun terjatuh dan beginilah hasilnya"jawab ku sambil menyantap nasi goreng
di sisi lain riko di tertawai oleh radit dan ari karena ada bercak merah di bibirnya
"hahaha, kau habis mencium siapa tadi"kata radit tertawa "apa jangan jangan kau mencium asisten kesayangan mu itu"sambungnya lagi
"aku tadi tak sengaja jatuh menindih di tubuhnya, tapi aku tidak menciumnya, mungkin dia sengaja mencium ketika ada kesempatan"jawab riko mengelak
"kalau orang lain kau mengatakannya, mereka akan percayan , tapi dengan kami beda, jelas jelas kau mengejarnya lebih dulu, untuk menghidari dari fans mu yang maniak itu"kata ari terkekeh
"tapi apa kalian tau? kenapa tiba tiba detak jantung ku bedegup kencang ketika aku jatuh bersamanya tadi?"
radit menepuk bahu riko "itu sudah jelas kalau kamu menyukainya "jawab radit menjelaskan
"ah mana mungkin, kalau aku menyukainya mana mungkin aku suka menjahilinyanya, seharusnya aku mengejarnya layaknya laki laki lain"jawab riko binggung dengan ucapan radit
"itu lah cara mu mengekspresikan rasa suka mu, tanpa kau sadari, kau telah mengejar sampai kerumahnya, kau juga mengatakan ikat rambut itu dari mantan pacarnya yang sudah meninggal, kau marah dan meninggalkannya di jalan tempat yang agak sepi, dan sesampainya di tempat fitness kau marah marah, itu menandakan kamu sedang cemburu"jelas radit panjang lebar
riko pun mengingat kejadian dimana ia mengajak laras untuk menemaninya fitness, karena semua teman temannya membawa pasangannya masing masing,
ketika ia mendengar ikat rambut itu dari mantan pacarnya, ia marah sekali dan menurunkan laras di jalanan, agar dia tidak melakukan hal buruk kepada laras, setelah sampai di tempat fitness, ia membanting barang barang di sana, dan menganti rugi sebanyak 20 juta, pemilik fitness tidak menganggapnya karena mereka tau bahwa riko anak dari pak kim yang punya perusahaan ternama dan rata rata restoran, hotel ,cafe dan usaha lainnya atas namanya
dan ketika marahnya mereda ia ingin kembali menjemput laras, tapi ia melihat laras besama seorang laki laki dari kampus yang sama, ia pun menyamar menjadi orang yang dikenal, dan ia pun melihat laki laki itu mengantar pulang laras
ketika itu dia membanting pintu mobilnya hingga copot dan menggantikan mobil baru tapi sama persis dengan mobil yang pernah di hancurkan laras
mengingatnya sudah selesai
"masa iya sih"jawabnya tak percaya
"ya sudah pikirkan di rumah saja nanti"kata ari
tak terasa ketika itu kelaspun selesai, anak anak berhamburan keluar
BERSAMBUNG
__ADS_1