
Akhirnya mereka berfikir ingin membuat sesuatu yang heboh.
xxx
Ke esokan harinya ada berita besar dan itu sudah tersebar di web dan di tivi. Mereka para reporter tentu saja ingin mencari uang dan mulai berdatangan kerumah pak Kim.
Mereka menunggu dari jam 5 subuh. Ketika pak Kim ingin keluar mau berangkat ke kantornya. Ia kaget karena para reporter berada di luar pagar rumahnya.
Ketika penjaga rumahnya membuka pagar mereka berkerumun mendatangi pak Kim.
"Pak apa benar anak Anda Riko Winata Kim sudah bertunangan dengan Dewi Lestari anak dari pak Mahen?" Tanya reporter itu.
"Bertunangan dengan anak pak Mahen? Hm... tidak, dari mana kalian dapat informasi itu?" Tanya pak Kim heran.
"Masa Tuan tidak tau jika anak Anda bertunangan, sudah tersebar lewat web dan media sosial lainnya," jelas repoter itu.
"Begini, saya akan konfirmasikan dulu, jika ada sesuatu saya akan menjelaskan kepada media," ujar pak Kim masuk kemobilnya.
"Jalan pak," ucap pak Kim kepada supirnya. Di perjalanan pak Kim memeriksa ponselnya, ternyata benar ada foto yang di edit, yaitu foto Riko dan Dewi mengunakan gaun pengantin.
"Mereka benar-benar nekat," ucap pak Kim dengan wajah datarnya.
Tuuut...
Tuuut..
Tuuut...
"Halo Pa," jawab Riko.
"Kamu ternyata sudah bertunangan ya," ujar Pak Kim bercanda.
"Ya Papa 'Kan tau jika aku memang sudah bertunangan," ujar Riko heran.
"Maksud Papa bukan hanya sama Laras, tapi sama anak pak Mahen yang kemaren datang kerumah," jawab pak Kim.
"Ha? Maksud Papa?" Tanya Riko bingung.
"Apa kamu tidak lihat di web?" Tanya pak Kim menekuk alisnya.
"Eh bentar-bentar," ujar Riko, Riko pun melihat di web ternyata ada wajahnya dan wanita yang kemaren datang ke rumah papanya.
__ADS_1
"Mereka sebenarnya mau apa sih?" gerutu Riko dengan mengacak-acak rambutnya.
Riko langsung masuk mobil dan pergi.
Tok
Tok
Tok
"Siapa sih?" Tanyaku keluar dari kamar dan menuju ruang tamu dan membuka pintu.
"Laras," panggil Riko menatapku.
"kenapa?" Tanyaku mengosok-gosok mata.
"Kamu baru bangun?" Tanyanya. Aku mengangguk.
"Gimana mau jadi istri yang mengurus suami, bangun aja kelamaan," ujarnya mengodaku.
"Kamu kenapa pagi-pagi datang kesini?" Tanyaku menghempaskan tubuh di sofa sambil memejamkan mata.
"Ya tentu saja ingin melihatmu," jawabnya seperti orang gugup.
"Kamu udah ada lihat ponsel?" Tanyanya duduk di sampingku.
"Namanya juga masih bangun ya mana sempat lihat ponsel," jawabku.
"Aku cuma mau bilang sama kamu, kalau kamu jangan terpengaruh apa pun yang ada di web, karena aku dan Papa akan menyelesaikan secepat mungkin," jawabnya serius.
"Emang ada apa di web?" Tanyaku terbagun dan duduk dengan benar.
"Bukan apa-apa sih, yang penting kamu jangan mikirin yang bukan-bukan ya," jawabnya memegang pipiku.
Aku menatapnya tajam dan dan langsung masuk kamar lalu mengecek web. Tentu saja membuat aku terkejut karena ada foto Riko dan seorang wanita yang asing bagiku.
Aku keluar dan duduk di sofa.
"Kamu tunangan lagi?" Tanyaku marah.
"Ngak sayang, makannya aku bilang kamu jangan pikirkan apa yang ada di web, dan itu jelas-jelas hanya foto editan, cobalah sejak kapan aku bisa foto dengan dia," jawabnya berusaha menenangkan aku.
__ADS_1
"Siapa yang tau, kamu pergi prewedding diam-diam," ujarku mencibir.
"Ngak sayang, kamu harus percaya sama aku," jawabnya serius.
Aku manyun. "Giliran ada masalah baru bilang sayang, kalo ngak ya Laras... Laras... ya Laras," jawabku mencibir.
"Kamu maunya apa sih?" tanyanya kebingungan.
"Aku mau menendangmu pulang kerumah, biar aku bisa tidur lagi," jawabku ngasal.
"Jadi kamu ngusir aku nih?" tanyanya mengodaku.
"Cih! Terserah," jawabku sambil melipatkan tangan.
"Ya sudah aku pergi dulu buat ngurus masalah ini," ujarnya siap-siap pergi.
"Tunggu, aku juga ikut, nanti kamu benar-benar di culik dia," ujarku meledek. Aku berlari maauk kamar dan mandi serta siap-siap.
"Oke, ayo kita pergi," ajakki mengandeng tangannya. Kami pun masuk mobil dan peegi menuju kantor Papa Riko.
Sesampainya di kantor Riko mengendeng tanganku, kok terbalik ya? Seharusnya wanita yang mengandeng tangan pria, Riko malah kayak budak cinta.
"Selamat datang Tuan muda," sapa kariyawan sopan.
"Ha bukannya rumor dia bertunangan dengan perempuan lain, kenapa dia malah mengandeng wanita lain?" Tanya kariyawannya berbisik.
"Ngak tau, kehidupan orang kaya emang rumit," jawab temannya.
"Kamu di sini juga Riko?" Tanya pak Kim.
"Eh Papa," jawab Riko melepaskan gandengannya.
"Tadi Papa sama pemodal yang lain sudah sepakat untuk pembangunan proyek ini di tangguhkan untuk sementara waktu menjelang masalah selesai, jadi kita punya waktu buat meluruskan masalah ini, jadi kamu maunya gimana buat menyelesaikan masalah ini?" pak Kim menanyakan pendapat Riko.
"Bagaimana jika mengadakan pers secara terbuka untuk media, jadi aku bisa menjelas yang sebenarnya," jawab Riko mantap.
"Baiklah jika itu keputusanmu, Papa setuju saja, mulai sekarang kamu harus mengambil keputusan sendiri jika kamu ingin jadi pemimpin, tapi bukan keputusan yang salah, tapi keputusan yang bisa di terima khalayak banyak," ujar pak Kim menepuk pundak anaknya.
"Dan Laras ngk masalahkan?" Taya pak Kim.
"Aku ngak apa-apa Pa," jawabku tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, tetapkan pers terbukanya, nanti tempatnya di depan kantor Papa aja," jawab pak Kim bijak.
Punya mertua bijak senang banget, pak Kim juga sangat menerima keputusan anak semata wayangnya, Riko benar-benar jadi pemimpin sekarang.