Cinta Riko Dan Laras

Cinta Riko Dan Laras
Pura pura sakit


__ADS_3

Dan ke esokan harinya, yang seperti yang di janjikan, aku tidak sekolah hari ini, aku ke klinik minta surat riwayat sakit dan kukirim ke dosenku lewat WhatsApp dan di terima oleh dosenku.


Riko mencari-cariku di kampus, namun tidak ketemu. (Ya iyalah, 'kan aku ngak kuliah).


Lusi datang menghampiri Riko.


"Laras tidak datang hari ini karena dia sakit, kata Laras hari ini aku mengantikannya untuk membawa tasmu"kata lusi agak sedikit gagap karena grogi.


"Tidak perlu, yang berhutang adalah dia, bukan kamu"jawab Riko sambil meninggalkan Lusi.


Lusi berlari mengejar Riko


"Riko hari ini Laras sakit, kasian Laras, aku sebagai temannya mengantikannya untuk membayar hutangnya hari ini"kata Lusi memohon.


"Oke! karena hari ini Laras sakit, aku berbaik hati akan memotong hutangnya hari ini, jadi kamu tidak perlu membantunya"jawab Riko dan langsung pergi.


Lusi pun terdiam dan langsung menuju kelasnya.


"Apa sedikitpun aku tidak bisa mengapaimu Riko, meski hanya sebentar saja"keluh Lusi dalam hati.


Di sepanjang jalan koridor cewek-cewek pada berdatangan ke Riko mereka berkerumun untuk membawakan tas yang ada di punggung Riko.


Riko sering di kelilingi wanita-wanita cantik, tak heran jika dia di sebut primadona, cuma aku yang menganggapnya manusia yang sangat menyebalkan.


Dan aku pun di rumah membantu pekerjaan rumah dan menyelesaikan tugas yang ada, dan beristirahat dengan cukup karena hari esok aku adalah hari yàng berat, dan sekarang setiap hari ku adalah hari yang berat.


Dan seperti biasanya hari ini aku berangkat kuliah, aku langsung memasuki kelasku, dan Lusi sudah di kursinya.


"Hh! selamat pagi sahabatku tercinta, gimana, bisa kamu mendekati dia?" tanyaku terburu buru.


"Dia menghindariku Laras karena jelek"kata Lusi sedih


"Oke jangan patah semangat besok kita coba lagi"kataku menyemangati lusi


Dan tanpaku sadari Riko tiba-tiba masuk ke kelasku dan langsung menyeretku dan dia pun berkata


"Apa hari ini siap bekerja asisten ku?"katanya sambil tersenyum.


Dengan wajah cemberut, aku langsung mengambil tas di tangannya, dan langsung nyelonong pergi ke kelas Riko untuk mengantarkannya, Riko pun mengikutiku dari belakang sambil tersenyum.


Sesampainya di kelas aku meletakan tasnya di kursinya dan ia pun duduk, ketika aku berbalik ia pun langsung memanggilku


"Laras bersihkan sepatuku"


Aku diam dan melepaskan sepatunya dari kakinya dengan mengikat sangat kencang , Riko pun merintih kesakitan


"Laras, apa kamu tidak bisa pelan"

__ADS_1


"Orang kayak kamu ,untuk apa aku berbaik hati"


belum sempat riko membalas ucapan ku, para fansnya riko berdatangan


"Riko biar aku saja yangembersihkannya"kata Diana.


"Biar aku saja"kata Risa merebutnya


aku pun berdiri dan berkata"ini tolong kalian urus idola kalian" aku pun langsung lari sekencangnya


"larasssss....kembali kamuuuuu"teriak riko, aku pun tidak mempedulikannya


aku kembali ke ruangan ku dan duduk di samping lusi


tak berapa lama aku mendengar keributan aku dan lusi pun pergi melihat dari jendela dan ternyata riko datang yang di ikuti para fansnya, aku lari langsung bersembunyi di balik pintu, aku tau bahwa riko akan menangkap ku lagi


riko pun masuk kelas ku dan dia tidak melihat keberadaan ku


"di mana laras"tanyanya


semua teman sekelas ku terdiam awalnya


"di mana laras"tanya riko sekali lagi dengan nada sedikit tinggi


"di sebalik pintu "kata teman ku sambil menunjuk ke arah ku, aku pun memberi isyarat dengan mengelengkan kepala, namun apalah daya, riko langsung melihat ku di sebalik pintu dan kembali menyeret ku, dan kali ini malah menuju ke arah mobilnya


"lepaskan riko!"teriak ku


"mau kemana kamu membawa ku?"tanya ku dengan nada tinggi


riko diam dan langsung menginjak pedal gasnya, aku yang belum bersiap memakaikan sabuk pengamannya, kepala ku pun kejedut di pemutar musik mobilnya


ia pun memberhentikan mobilnya dan langsung memasangkan sabuk pengaman ku


wajah ku memerah karena wajahnya sangat dekat dengan ku,aku hampir saja mencium pipi nya karena dia sungguh sangat mempesona di kala dia berkelakuan baik seperti ini


"sadar laras di musuh mu..musuh mu"kata ku dalam hati mengingatkan diri sendiri


tapi aku mengahadap ke jendela samping ku, aku pun tersenyum kecil, ternyata dia ada sisi baiknya juga


"kenapa kamu tersenyum, apa kamu begitu senang berada di samping ku"katanya dengan menyombongkan diri


"peh..!"jawab ku


sungguh menyesal aku mengatakan baik, karena dia sungguh sangat narsis


sesampainya di depan restoran yang super mewah riko pun memberhentikan mobilnya

__ADS_1


"turun, kita sudah sampai"katanya datar


aku pun turun sambil mendonggak kan kepala ku melihat ke atas di situ tertulis "RIKO RESTORAN"


apa ini miliknya?


riko pun menarik tangan ku memasuki restoran tersebut


"ayo masuk"katanya singkat


aku menurut saja, kerna aku binggung, soalnya aku tidak pernah memasuki tempat yang begitu mewah seperti ini


sungguh aku mengagumi tempat ini, bahagia bisa ketempat mewah seperti ini, tapi sayangnya, aku malah di bawa orang yang paling menyèbalkan


tiba tiba datang pelayan restoran menghampiri kami


"silakan tuan muda ke lantai atas"kata pelayan sopan


riko hanya mengangguk


"oh ya ini teman saya"kata riko memperkenalkan ku dengan kariyawannya


"laras"aku menjabat tangan ku dengan pelayan tersebut


"dara"kata pelayan tersebut sambil menyabut jebatan ku


riko pun langsung memegangi tangan ku , menuntun ku ke atas


"ada apa dengannya? apa dia sakit? , apa mungkin dia membawa ku kesini untuk menyuapinya makan?"tanya ku di dalam hati


setelah sampai di kursi ia pun melepaskan tangan ku


"ayo duduk"ajaknya


aku pun duduk,dan para pelayan pun datang menghidangkan makanan di depan kami berdua


"silakan di nikmati tuan muda, nona"


"terima kasih"jawab ku senyum


tampa pikir panjang aku pun memotong daging di piring dan melahapnya


riko menatap ku "apa kamu makan seperti babi kelapar "ejeknya


"kau mengutuk ku?"


"makan pelan pelan tidak ada yang merebut makan mu, baru ku tahu ternyata kau makan seperti bayi"katanya sambil mengambil tisu dan menyeka nya di bibir ku karena ada sedikit berlepotan

__ADS_1


"tuhan...kenapa dia baik sekali hari ini,membuat aku meleleh, apakah ini di sebut pelangi sebelum badai,dia membuat aku jatuh cinta lalu mencampakannya, jangan sampai aku terpesona dengan ketampanan dan kebaikannya hari ini, ingat laras dia musuh mu yang paling nyata"keluhku di dalam hati


(bersambung)


__ADS_2