
"Riko, perjanjian tetaplah perjajian,ini juga terbaik untukmu, Kita tidak tau siapa perempuan yang kamu sukai sekarang,bisa saja ia mengincar harta Kita"kata Ibu Riko, Mara.
"Tidak ma,Laras bukan seperti itu,dia gadis yang baik,Aku mengenalnya dengan baik pa"kata Riko minta pembelaan.
"Tapi Kami tidak menyetujuinya Kau harus mengikuti kata Orang tuamu Riko"kata Pak Kim setengah membentak.
"Maaf Om ,Saya tak apa asalkan yang terbaik untuknya,terima kasih atas makan malamnya Saya permisi dulu"kataku membungkukkan badan tanda hormat dan melangkahkan kaki keluar.
"Tunggu Laras"teriak Riko.
"Riko,jangan mengejarnya"bentak Ayahnya.
Riko hanya bisa mengengam erat-erat tangannya.
"Kenapa Aku menangis,kan Aku hanya pacar bayaran,kenapa malah seperti cinta tak di restui,kenapa hati ini sangat sakit"rintihku menangis dengan menekan dadaku yang sangat sakit.
Aku berlari dan terus berlari Air mataku tak terbendung lagi. berderai jatuh ketanah.kenapa sesakit ini,hingga Aku pun terjatuh, tak sanggup untuk berlari lagi sepatu heels yang Ku pakai membuat kakiku keseleo.Aku melepaskannya dan membuangnya sejauh yang Ku bisa,Aku masih menangis sesengukan. Tapi kenapa tidak turun hujan.
sedikit mereda Aku melihat tembok yang hanya tinggi semeter, Aku berjalan menuju kearahnya berjalan dengan kaki yang masih sakit.
Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghempasnya dengan sekuat twnagaku,agar redalah sedikit sakit di hatiku.
Nampaknya hari sudah larut aku pulang dwngan berjalan kaki,di tas mungilku hanya tersisa uang 2000. Untuk apa uang segitu,hanya bisa beli permen.
Dirumah Ayah Riko.
Setelah puas Riko di ceramahi akhirnya Riko berpamitan pulang.
"Pa Aku pulang dulu"kata Riko bepamitan dengan Ayah dan Ibunya saja,sedangkan paman,bibi ,tante dan omnya hanya melohat sekilas dan pergi.
Riko masuk ke mobil dan melajukan mobil di jalanan yang hampir sepi,Riko mencari Laras,untuk mengantarnya pulang.
Karena lelah Aku berjalan,Aku berhenti di jembatan agar Aku tidak di goda oleh pria yang tidak bertanggung jawab,Aku mengacak-acak rambutku membuatnya seperti orang gila.
Aku duduk dan menundukkan kepala ke lututku.tapi kenapa rasanya Aku terbang?.ĺ
Ku buka mataku ternyata Riko mengendongku.
"Lepaskan"teriakku.
Riko malah mengeratkan pegangannya.Aku berusaha melepaskannya,tapi pegangannya sangatlah kuat.Riko mebawaku masuk ke mobilnya dan mendudukiku di kursi penumpang.
"Kenapa Kamu kusut sekali, seperti cerita 'simanis di jembatan ancol' untuk menakuti orang?"tanyanya merapikan rambutku.
Aku menepis tanganya.Aku membuka pintu mobil dan keluar pergi meninggalkannya.Riko bergegas keluar mengejar dan segera memegang tanganku.Aku menghempaskan tangannya hingga terlepas.
"Laras"lirihnya.
"APA? apa belum puas kau menyakitiku,apa belum puas kau mengerjaiku,apa belum puas membuatku hancur ,apa belum puas mempermainkanku, kau pikir Aku boneka mu,mengikuti semua permainan mu dan perintahmu,kau pikir Aku tak punya perasaan"teriak ku marah dengan menangis histeris.
__ADS_1
Riko diam menatap mataku, ia pun memelukku,Aku berusaha melepaskan pelukakannya namun ia mengeratkan pelukannya,Aku menagis di pelukannya.
setelah sedikit mereda ia melepaskan pelukannya, menatap wajah sembabku, ia mendekatkan wajahnya ke depan wajahku'apa-apaan ini'.
sekitar 1 cm lagi akan berci*man, dengan jailnya Aku menginjak kakinya hingga ia kesakitan.
"Mau apa Kamu?"tanyaku dengan mata sayu.
"Ehemm..ayo Aku antar pulang"ajak Riko.
"pulang kemana?"tanyaku masih berdiam diri
"Ya kerumahmu,apa mau pulang ke rumahku?"katanya mengodaku.
"Kau ingin mengantarku pulang dengan keadaanku seperti ini?"kataku mengangkat alis.
"Oh maaf, ayo kerumahku dulu merapikan rambutmu"ajak Riko
"ngak,nanti orang tuamu ada di rumah mu"tolakku.
"ngak,mereka sangat jarang sekali kerumahku,terkadang hanya ada kepentingan saja"kata Riko menyakinkan.
Aku mengikutinya masuk ke mobilnya.Riko menghidupkan mobilnya dan melajukan mobil pulang kerumahnya
sesampai di rumah, ternyata benar keluarga Riko ada di rumahnya.
"Pa Aku mencintainya"jelas Riko tak mau kalah.
Aku melepaskan gengaman tangannya dan berlari pergi.sedangkan Riko di tahan oleh pengawal Ayahnya.
"Biarkan dia pergi, jika kamu mencarinya lagi,papa akan menghancurkan hidupnya"teriak pak Kim marah dan Riko pun tidak jadi mengejarnya.
Aku kembali menangis berlari meski kakiku telah tak sanggup lagi untuk di bawa berlari.Aku duduk di bawah pohon yang ada di tepi jalan, rasanya air mataku hampir kering,perlahan ku seret kaki kananku dengan susah payah.
Untungnya ponsel masih di tas yang kusandang.Karena tak kuat lagi Aku menelpon Ayah.
Tuuut..tuuut..
Tuuut..tuuut..
"Halo"terdengar suara Ayah yang mengantuk berat.
"Yah sekarang Aku sedang di jl.permata tolong jemput"kataku denga suara serak.
"Ada apa denganmu?"teriak Ayah panik mendengar suaraku.
__ADS_1
"Nanti Aku ceritakan,Ayah jemput Aku sekarang"kataku yang hampir tanpa suara.
"Ya ya baiklah,Ayah pergi sekarang"kata Ayah langsung menutup panggilan.
Aku masih terduduk di bawah pohon sendirian,sudah jam 04 subuh rasa dingin sudah terasa, tapi sungguh Aku tak punya tenaga lagi.
tririt..tririt..
"Ya"jawabku dengan mata terpejam.
"Di mana nduk?"tanya Ayah cemas.
"lurus saja jalannya, nanti nampak Aku sedang duduk di bawah pohon pake baju putih"jelasku.
"Ya sudah jangan di matikan"kata Ayah sambil ngebut, untungnya jalan sepi.
Ayah mematikan motornya dan turun.
"Ayo Ayah bantu, naik nya pelan-pelan saja"kata Ayah membopongku pelan-pelan.
"Peluk Ayah nduk biar ngak jatuh"kata Ayah melingkarkan tanganku yang lemah terkulai di pinggangnya.
Ayah membawa pelan-pelan motornya.Sesekali ia menghapus air matanya, Ayah pasti sangat sedih melihat keadaanku seperti ini.
Dan akhirnya sampai di rumah, Ayah kembali membopongku dan membawaku ke kamar.ia membaringkan ku dan lari kedapur membawakanku air putih.
"Minum ya nduk?"kata Ayah dengan suara agak sedikit serak.
Aku meminumnya dan sedikit terasa lega.
"Kamu istrahat ya jika ada apa-apa panggil ya nduk?"kata ayah mengingatku.
Aku hanya mengangguk pelan, rasanya tak sanggup untuk berbicara.
tak terasa jam sudah menunjukan pukul 07:00 Aku berusaha duduk, badanku sangat lemas, berusaha bangun dan mengambil handuk untuk pergi kekamar mandi.
Ku lihat Ayah tertidur di sofa butut kami, sepertinya Ayah berjaga takut Aku memanggilnya.
Pelan-pelan kulangkahkan kaki masuk kedalam kamar mandi, sowerku hidupkan dan kusiram seluruh tubuhku, biar segar.
"Nduk"memanggilku karena di kamar Aku tak ada
"Aku di sini Ayah," jawabku.
"Kirain kamu lari lagi?"kata Ayah bercanda.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
__ADS_1
THANK YOU😁