Cinta Riko Dan Laras

Cinta Riko Dan Laras
Ketoko baju


__ADS_3

"Oh ya, Aku lupa kalau Kau kurcaci"katanya mengejek.


Aku diam ,sungguh terlalu lelah untuk bertengkar terus dengannya.


Aku masuk ke kamar mandi dan bersih-bersih,karena Aku tidak punya baju lain, pada akhirnya Aku menggunakan baju yang tadi.


"Apa kamu tidak mandi?,kamu menggunakan baju yang tadi"katanya meledekku lagi,sungguh kata-katanya membuatku pitam,karena Aku lelah, rasanya lebih baik Aku diam,selama bersamanya sepertinya Aku butuh piknik.


Aku hanya diam saja.


"Ayo pergi"kataku singkat dengan wajah datar, aku sedang tak mood untuk bercanda lagi.


Riko mengambil kunci mobil dan mengandeng tanganku menuju mobilnya.Dia membukakan pintu mobilnya untukku, Aku masuk ke mobilnya tanpa berkata-kata.


"tumben?" kataku dalam hati.


Dia juga masuk ke mobil duduk di kursi pengemudi.Dia langsung menghidupkan mobilnya dan melaju pergi.


Tak berapa lama mobilnya berhenti,Aku pikir sudah sampai di kampus ,kenapa cepat sekali.


Rupanya Riko berhenti di sebuah toko pakaian,Ia pun turun.


"Ayo turun"ajaknya.


Aku ikut turun bersamanya.


"Ayo pilih pakaian yang kamu suka".


Aku mengangkat alis sambil mengangguk.


"okee"kataku setuju.Aku langsung nyelong masuk ke dalam toko dan mencari yang sesuai ukuranku.


Aku memilih baju berwarna dusty bercampur hitam dan mengenakannya,tiba-tiba Riko membawa baju berwarna navi ada sedikit kesamaan dengan warna bajunya, meski tidak terlalu mencolok couplenya.


"pake yang ini"kata Riko.


"Tadi nyuruh pilih sendiri, kenapa sekarang Kamu yang memilihnya?"tanyaku sebel


"Udah sana pake yang ini saja,karena warna pilihanmu merusak pemandangan saja"katanya mengejek.


"Dasar makluk menyebalkan,lebih menyebalkan dari Elien, ku sepak nanti sampai planet pluto,makluk menyebalkan sepertimu lebih cocok tinggal di sana"kataku mengomel panjang lebar.


"Yakiiiinnn,nanti kamu rindu"godanya.


"Yang merindukan dirimu banyak antrian, Aku ngak masuk hitungan"kataku merampas baju yang ada di tangannya.


Aku berjalan menuju ruang ganti tanpa ku sadari Riko mengekor di belakang ku.


"Ngapain ngikut ,mau ganti juga?".


"kalau boleh?"katanya membuat ku ingin menghajarnya di tempat.

__ADS_1


"sana ...sana..berani kamu ngintip,ku colok matamu"usirku.


Akhirnya Riko menunggu di luar, layaknya sepasang kekasih romantis.


"Lihatlah cowok ganteng itu sedang menunggu pacarnya di luar Mereka romantis banget, Aku juga mau Kamu kayak gitu"kata salah satu cewek yang sedang berbelanja disana.


Mendengar ucapan perempuan itu Riko tersenyum dengan senyuman manisnya.Membuat perempuan itu malah nempel dengannya


Perempuan itu menghampiri Riko,Aku pun sudah selesai bertukar pakaian ,Ku buka pintu dan melihat Perempuan itu sedang bebicara genit,Aku langsung mual mau muntah, memang ngak cocok jika Riko di bawa keluar,Dia itu seperti magnet,pada nempel semua.


Aku tidak peduli dan langsung pergi kekasir untuk membayar baju yang sudah ku kenakan.Aku pergi meninggalkannya disana.


"Laras tunggu"teriaknya.


Aku diam dan terus berjalan tanpa mendengar teriakannya.


Riko masuk mobil dan mengejarku.Dan Ia memberhentikan mobilnya di depan ku, Aku berhenti karena di halangi mobilnya.


"Ayo masuk"Aku diam dan masuk ke mobilnya.


"Nih ganti uang mu terpakai tadi"kata Riko menyerahkan kartu.


"tidak usah,ini bajuku sendiri tentu saja Aku harus membayarnya sendiri"kataku tidak memperdulikan kartunya.


"Ambil saja"katanya memegang tanganku dan menyuruh ku mengengamnya.


"kata sandinya RIKOLA"katanya lagi


"Rikola, apa namanya seperti itu?"tanyaku dalam hati,Aku tidak terlalu menanggapinya,karena Aku tidak ingin menggunakannya.


Ketika sampai di kampus,Riko memarkirkan mobilnya.Aku keluar dari mobil Riko dan meninggalkan kartu yang Riko berikakan tadi di atas kursi penumpang.


Aku melangkahkan kaki menuju kelasku.


"Tumben terlambat ada apa?"tanya Lusi.


"Iya, tadi ketoko baju sebentar"kataku sambil memainkan ponsel.


"Tapi katamu mau menghemat untuk uang kuliahmu?"


"Tadinya iya,karena tadi malam Aku tidur di rumah Riko jadi tidak bawa baju ganti"jelasku tanpa sadar.


"APAAAAAA.....tadi malam Kamu tidur di rumah Riko"tanya Lusi tak percaya.


"Eh..bu..bukan...bukan itu maksudku...anu tadi..maksudnya,Aku tadi tidur, baru bangun tiba-tiba di jemput Riko,Aku belum sempat mengantikan pakaian Dia menarik tanganku dan membawaku pergi"jelasku mencari-cari alasan.


"Oh yaaaaa?"kata Lusi tak percaya,Ia mendelikkan matanya curiga dengan sahabatnya itu.


"tapi kenapa terlambat?"tanya Lusi mengulanginya lagi.


"Kan tadi mampir dulu ke toko baju terus bertengkar dengan Riko,itu yang bikin lama"kataku menyakinkan agar Lusi tak curiga lagi.Karena ketika mendengar nama Riko Ia bagaikan bintang di hatinya.

__ADS_1


"Makin lama semakin dekat saja,Aku jadi iri,kenapa Aku saja dulu memergoki Riko sedang berpacaran,ehhh...terus bagaimana dengan wanita misterius yang dulu siapa perempuannya,apa Kamu tidak menanyainya?"kata Lusi mengingat sesuatu.


"Bagaimana Aku tau,Riko tidak pernah mengatakan apapun dan Aku pun tidak pernah menanyainya"jelas ku lagi.


Tak berapa lama Dosen masuk ke ruangan.


Kelaspun berjalan dengan khidmat,Aku mengikuti pelajaran dengan serius.


Dan akhirnya pelajaran selesai.


Aku dan Lusi sedang becanda dan keluar kampus ingin pulang kerumah masing-masing.


Tiba-tiba Riko memberhentikan mobilnya di depanku.Ia keluar dan berdiri di hadapanku.Membuatku kaget saja.


"Cieee....bajunya couple,kalian pacaran ngak bilang-bilang bikin Aku sakit hati saja"kata Lusi manyun.


"Aku dan Riko ngak pacaran"jelasku sambil menyilangkan tanganku.


"Maaf, Aku pinjam temannya"kata Riko menarik tanganku meninggalkan Lusi dengan wajah cemberut.


"Kalian menyebalkaaaaaaaannn!"teriak Lusi.Riko hanya tersenyum dan menginjak pedal gas mobil miliknya.


"Kenapa Kamu meninggalkan kartu yang Ku beri tadi?"tanyanya sambil menjepit kartu dengan kedua jarinya.


"Aku akan menerimanya jika Aku sudah bekerja,Aku tidak bisa menerima uangnya dulu sebelum bekerja"jelasku.


"Bukan begitu,Aku yang membawamu ketoko pakaian tentu saja Aku yang harus membayarnya"Kata Riko


"Membayar dengan uang sebanyak itu?,Aku yang miskin saja bisa membayarnya,untuk apa dengan uang sebanyak di ATM-Mu"kataku lagi.


Riko menaruh kartunya di atas pemutar musik di mobilnya.


"Ya sudah kita pulang dulu"ajaknya.


Setelah sampai si depan rumahnya yang mewah itu



Ketika sampai di depan pintu Bibi langsung menyajikan makanan di meja


"Ayo makan dulu Tuan muda,neng"kata Bibi.


"Terima kasih Bi"kataku lalu menyantap makanannya



Setelah selesai makan ,Riko menuju kamarnya untuk mandi,sedangkan Aku menuju kamar Bibi menumpang mandi di sana.


Setelah selesai semua.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA😁


TERIMA KASIH.


__ADS_2