Cinta Riko Dan Laras

Cinta Riko Dan Laras
TAMAT


__ADS_3

Semalam Riko sudah memberi tahu kepada para reporter untuk untuk melakukan pers terbuka dan tempatnya juga sudah di sediakan.


"Baiklah saya Riko Winata Kim ingin mengatakan jika rumor itu palsu dan saya sudah punya tunangan bernama Laras Wati." Riko melihat ke arahku dan aku pergi kearahnya.


"Ini adalah tunangan saya dan akan menikahinya dan tunggu saja undangan dari saya," ujar Riko turun daribpodium.


xxx


Beberapa bulan kemudian.


Perencanaan demi perencanaan sudah di siapkan dan akhirnya di mana hari bahagia kami sudah dekat.


Radit, Ari, Lusi dan Putri membantu mendekor rumah Riko dan tak Lupa Karisa dan Rino mereka sudah berpacaran


Mona juga sudah melahirkan bayi yang mungil dan ia juga sudah menikah dengan Doni.


Sedangkan Lisa pergi keluar negri sejak inseden ia kecelakaan. Dan tak lupa teman-teman dari kampus juga ikut membantu mendekornya.


"Bagaimana apa kamu bahagia sayang?" Tanya Riko memegang tanganku.


"Aku benar-benar gugup Riko," ujarku gelisah.


"Udah ngak apa-apa, yang ijab kobulkan aku bukan kamu?" ujarnya meledek.


"Haiss... orang yang sedang berbahagia kok wajahnya pucat amat?" Tanya Lusi yang menibruk tubuhku.


"Badanmu tu berat tau, tiba-tiba saja aku mati sebelum menikah bagaimana," candaku.


"Kamu jangan kayak gitu donk, kasihan Rikonya," ujar Lusi.

__ADS_1


xxx


Hari ini adalah hari pernikahanku dan Riko dan itu sangat-sangat membuatku gugup.


"Baiklah mari kita mulai," ujar bapak yang akan menikahkan kami.


xxxxxxxxxx


"Sah," ujar hakim.


"Sah," jawab para saksi.


Kami berdoa agar dan selesai aku melemparkan seikat bunga dan malah di tangkap Karisa. mereka pun menjerit bahagia.


Aku sangat bahagia sudah mengenal Riko dalam hidupku. Dia tak hanya menyanyangiku dia juga setia.


"Bagaimana? kita sudah sah menjadi suami istri, apa kamu bahagia?" Tanya Riko baring di pangkuanku.


Aku mengangguk.


"Kamu mau punya anak berapa?" Tanya Riko mengodaku.


"Dua aja udah cukup," jawabku.


Tiba-tiba teman-teman datang kerumah.ws


"Ayo kita pesta untuk hari bahagia sahabat kita," ujar Radit.


"Bagaimana Laras, apa kamu sudah itu-itu?" Tanya Lusi aku segara menutup mulutnya.

__ADS_1


"Apa-apaan kamu sih, tutup mulutmu, cepat kamu yang nikah sana," ujarku malu.


"Ye.... kami 3 bulan lagi nikah, gantian kamu yang bantuin, terus hamilnya barengan siapa tau anakmu cowok anakku cewek, jadi bisa di jodohin," katanya bersemangat.


"Kalo kamu Put kapan?" Tanya Lusi penasaran.


"Kapan-kapan," jawab Putri ngasal.


"Jangan gitu donk, aku nikah 3 bulan lagi, kamu 3 bulannya lagi," saran Lusi.


"Nanti aku sama Ari buat perencanaan dulu, nikahkan ngak tiba-tiba mendadak," jawab Putri.


"Wah ngak nyangka aja kita tiba-tiba saja sudah berkeluarga, lalu punya anak. Semoga saja kita tetap berteman seperti ini," ujar Lusi memelukku.


"Iya aku juga," jawabku.


"So sweeettt," ujar Putri juga memelukku.


"Kenapa kita cepat sekali tumbuh besarnya, aku rindu saat kita masih kecil dan belum kenal sama pacar," ujar Putri mengenang masa lalu.


"Mau gimana lagi itu udah takdir kita," jawabku sambil memeluk kedua sahabatku.


"Ayo kita pesta untuk kebahagia mereka, BERSULANGGGG," teriak Radit.


Mereka pun bersulang.


SELESAI


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2