Cinta Riko Dan Laras

Cinta Riko Dan Laras
Di keluarkan dari kampus


__ADS_3

"Oh gitu ya, aku antar sekarang ya?"kata putri yang akan membawaku ke tempat tukang urut.


"Baiklah"ujarku tanda setuju.


Putri memberhentikan motornya mencari tempat tukang urut terdekat di sekitar situ lewat ponselnya, untungnya tidak terlalu jauh kami kesana.


Setelah sampai di sana di depannya ada papan nama "TUKANG URUT IBUK SELMA", Putri pun memberhentikan motornya.


"Permisi... buk"sapa Putri kepada seorang ibuk Selma.


"Ya ada apa nak?" tanya ibuk Selma itu.


"Ini teman saya kakinya keseleo minta tolong urutkan"ujar Putri.


"Oh, ayo masuk"kata ibuk Selma itu.


Putri membantu menopangku membawa ke dalam rumah ibuk Selma.


Setelah membenarkan posisi dudukku, ia mulai mengurutku, sakitnya luar binasa sampai aku menjerit-jerit kesakitan hingga menangis.


Setelah selesai.


"Bagaimana Laras?"tanya Putri.


"Udah mendingan put"kataku senang.


"Syukurlah kalau begitu"ujar Putri lagi.


"Berapaan buk"tanya Putri ke ibuk Selma.


"50.000 nak"jawab ibuk itu.


Putri mengeluarkan uang 100.000 dan menyerahkan kepada ibuk Selma.


"Eh jangan Put, ini aku yang bayar,kan kakiku yang sakit"kataku mengeluarkan uang 500.000.


"Udah simpan saja uangmu"kata Putri mendorong uang di tanganku.


"Akujadi tidak enak hati denganmu Putri, masa kamu yang bayar"ujarku.


"Udah ngak apa-apa, sesama teman aja kok"Kata Putri.


Setelah selesai kami berpamitan dan langsung berangkat menuju ke arah Rumahku.


Sesampainya di rumah, Aku melihat mobil Riko parkir di depan rumahku.


"Laras sepertinya Riko deh"kata Putri kepadaku.


"I... iya"kataku, aku merasa sedikit risih atas ke datang Riko.


"Sepertinya kamu menghindar"ujar Putri melihat kearah wajahku yang sedih.


"Sebenarnya iya Put"jawabku jujur.

__ADS_1


"Laras"teriak Riko memanggilku ketika melihatku bersama Putri. Ia berlari ke arahku.Aku turun berdiri meski kaki dalam keadaan sakit.


"Laras,kamu dari mana aja"tanya Riko kepadaku.


Aku hanya diam.


"Laras kakinya keseleo ,barusan di bawa ke tempat tukang urut tadi"celetuk Putri.


Mendengar ucapan Putri,Riko menghampiriku dan mau memegang tanganku, namun kujauhi tanganku.


"Biar kubantu Laras"katanya yang ingin membopongku.


"Tapi kakimu sakit"ujarnya lagi.


Aku langsung pergi menuju rumah tanpa mempedulikan Riko yang ingin membantuku.


"Laras"lirihnya, ia berusaha memegang tanganku, Aku menarik tanganku hingga terjatuh ke tanah.


"Cukup Riko, menjauhlah dariku,aku tak mau orang tuamu berfikir bahwa aku yang mengejarmu lagi, dan untuk apa kau mencariku, dari awal kita tak punya hubungan apapun"teriakku sambil menangis.


Mendengar ucapanku, Riko hanya bisa terdiam.


"Jika kau tak mau menyakitiku, jadi... menjauhlah dariku"lirihku."inilah yang paling terbaik untuk kita"kataku lagi, Riko terdiam membalik badan dan pergi. Ia langsung masuk ke mobilnya dan langsung melaju pergi.


Aku langsung menangis, dadaku sesak sekali, putri yang belum pergi daei situ, ia langsung menghampiriku dan mwngelus pundakku.


"Aku mengerti perasaanmu Laras, yang sabar ya, aku juga tau pertemuan kalian sebenarnya adalah pertemuan yang tak kamu inginkan, tapi bagaimanapun ini sudah terjadi, kamu harus kuat ya"kata Putri menghibur."Ayo masuk"lanjutnya dan berusaha membantuku berdiri. Aku mengangguk pelan.


Putri membantu membaringkannku di atas kasur.dan kedapur mengambil air putih.


"Terima kasih Put, ini udah agak sore, kamu udah capek, pulang lah istrahat"kataku.


"ngak apa-apa ni di tinggal sendirian"kata putri khawatir.


"Ngak apa-apa,Aku juga mau istirahat"kataku tersenyu.


"Baiklah"kalo ada apa-apa telpon aja ya"ujar putri.


Putri melambaikan tangan dan melangkahkan kaki keluar rumah.


Kini aku tinggal sendiri di rumah, ayah belum pulang.aku memejamkan mata ,ingin sekali aku cepat-cepat tertidur untuk melupakan lelahnya hidupku.


"Laras"panggil ayah yang sedang memberhentikan motornya karena baru pulang dari jualannya.


Aku langsung pulang untuk melihat ayah.


"Ayah baru pulang,mau langsung di angkati jualannya masuk kerumah yah"ujarku yang ingin membantu ayah.


"Tidak usah, biar ayah saja"kata ayah sambil mengangkat dandang jualannya.


Aku membawa masuk barang-barang yang kecil saja yang mana bisa kubawa.


"Nih ayah belikan nasi goreng ayam,di makan cepat"ujar ayah menyerahkan nasi gorengnya.

__ADS_1


"Terima kasih ayah,apa ayah sudah makan?"tanyaku melihat kewajah ayah yang lelah.


"Sudah,kalo ayah usah kamu pikirkan"kata ayah lagi.


Aku mengambil piring dan melahapnya,hm… enak banget.Aku melahapnya sampai habis.Dan sekarang sudah kenyang.


"Kalau sudah makan,istirahat sana"ujar ayah.


"Ya ayah"kataku menurut dan mencuci piringku yang sebijik ini, selesai itu aku masuk ke kamar.


Kucoba untuk tidur,membolak balikkan tubuhku.Tapi tetap saja tak terpejamkan.


Riko… Riko… Riko.Kenapa dia ada di otakku.Sebenarnya aku tak mau memikirkannya lagi.Kata-kata orangtuanya sungguh menyakiti perasasaanku.Di saat aku ingin melupakannya kenapa namanya muncul terus.Tuhaaaan… aku dilema.


Dan untuk melupakannya aku bermain game.Tanpa kusadari aku tertidur dan ponselku bermain game sendirian.


Titit… titit…


Alarm berbunyi membangunkanku dari tidur.Kulirik masih jam menunjukan pukul 06:00 pagi.Aku bangun dan pergi mandi,bersiap-siap berangkat kuliah.


Ketika aku sampai di kampus.Aku melihat Riko bersender di pintu masuk.Bisa jadi dia menungguku.Aku langsung membalikakn badanku.


"Laras tunggu"teriak Riko memanggilku.


Namun tak kugubris teriakannya,aku berjalan cepat-cepat.Riko tetap mengejarku, dan memegang tanganku.Dengan sangat terpaksa aku berhenti.


"Laras"lirihnya.


"Apa kau tak lelah mengejarku? Aku harus apa dan bagaimana agar kau berhenti mengejarku?"teriakku.


"Mohon perhatian, mahasiswi atas nama Laras Wati jurusan Disainer harap ke ruangan dosen sekarang.Sekali lagi mahasiswi atas nama Laras Wati jurusan disainer harap ke ruangan dosen sekarang, sekian terimakasih"terdengar suara dari penyiar kampus aku langsung beranjak pergi meninggalkan Riko.


Aku menuju ruang dosen,di sana aku melihat buk Rika duduk di sebuah sofa memegang sebuah map di tangannya.


"Ayo silakan duduk Laras"kata buk Rika mempersilakanku.


"Terima kasih buk"ucapku.


"Maaf Laras coba kamu lihat dulu isinya"kata buk Rika menyerahkan map ke padaku.


Aku membuka map dan mengambil selembar kertas di dalamnya.Aku melihat tulisannya sehingga aku terdiam tak percaya.


"Apa maksudnya ini buk?"tanyaku dengan mata berkaca-kaca.


"Saya tidak tau siapa yang kamu singgung sehingga kamu di keluarkan dari universitas ini" kata buk Rika heran.


"Aku tidak menyinggung siapapun buk,aku sendiri tidak tau di mana salahku" kataku yang mulai menangis.


"Tapi namamu tidak kami black list,jadi kamu bisa ke kampus lainnya" jelas buk Rika sedikit menghibur. Namun tetap saja aku tidak terima.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA

__ADS_1


THANK YOU😁



__ADS_2