
"Ayo berangkat ke toko khusus gaun untuk makan malam ini"ajak Riko.
Riko memelankan laju mobilnya melirik ke arah kiri dan kekanan melihat toko yang cocok.
Akhirnya Ia memilih salah satu toko tersebut mamasuki daerah parkiran toko tersebut.Riko masuk ke toko gaun tersebut dan Aku hanya mengekor dari belakang.
"Biar Aku yang pilih ,karena seleramu sangat buruk"katanya mengejek.Aku memanyunkan mulutku tak terima yang Dia katakan.
Aku hanya mengikutinya.Terserah Dia mau pilih yang mana.
Akhirnya Riko mengambil sebuah gaun yang sangat cantik berwarna putih bersih. Sungguh nyaman di pandang.Terlihat sederhana namun mewah.
Riko mencocokkan bajunya kepadaku,menurutnya sudah pas warnanya.
"Sana coba"kata Riko mengulurkan bajunya kepadaku dan memutarkan badanku
"ruang gantinya lurus di depan,jangan sampai nyasar"kata Riko menujuk arahnya.Aku juga tau BAMBANG.
Aku menuju keruang ganti setelah berganti pakaian....waahhhhh manis sekali.
Aku sangat menyukai bajunya.dan Aku keluar dari ruang pakai ganti.
Riko terpesona melihat ke araku
Riko terdiam.Aku mengibaskan tanganku ke depan wajahnya.
"Hey...Kamu pasti terpesona dengan kecantikanku"kataku bangga.
"Jangan g-r Kamu, Aku terpesona ketika melihat bajunya,bukan melihatmu kurcaci"katanya.Aku mencibirkan bibirku.
Setelah selesai Riko membawaku mencari heels yang cocok dengan bajuku.
setelah dapat Kamipun beranjak pergi.
"Ayo kesalon, sepertinya kau harus di permak baik-baik"katanya sambil membayarkan baju yang ku kenakan.
"Hey...Aku bukan baju mau di permak"kataku sewot.
Akhirnya di sebelah toko heels tadi ada salon dan Kami menuju ke arah sana.
"Kak Aku pengen dandan tipis saja yang tidak terlalu mencolok"kataku kepada pegawainya yang sudah mahir.
"Siap kak"kata pegawai mengangguk tanda mengerti.
Setelah selesai.
"Kakak cantik seperti artis"kata pegawai salon itu.
__ADS_1
Aku tersenyum senang, Hmmm cantiknya diriku.
"Bagaimana?"kataku berdiri di depannya sambil memegang rambut.
"Eheem,lumayan"kata Riko berdehem memalingkan wajahnya kesamping dengan wajah memerah.
"Apa di kamusmu tidak ada kata 'wah cantik sekali' gitu?"tanyaku sewot
"Udah ayo pulang sebentar ada yang mau Ku ambil"kata Riko mengajakku pulang.
Sesampai di rumahnya Riko turun dari mobil dan langsung menuju ke kamarnya.Aku ikut turun dan menyapa Bibi.
"Eh siapa?apa teman Tuan muda?"tanya Bibi pangling.
"Ini Aku Bi,Laras"kataku.
"Ah masa......,kok cantik sekali Kamu laras Bibi sampai pangling ngak mengenalmu sama sekali"kata Bibi memutarku melirik kekiri kekanan, memegang bajuku.
"Kenapa Bi?"tanya Riko yang sedang menuruni tangga.
"Lihat lah neng Laras cantiknya seperti Malaikat"kata Bibi terkagum-kagum.
"Iya rupanya seperti Malaikat tapi sebenarnya Dia itu seperti hantu kesurupan"katanya meledek.
"Hey mana ada hantu kesurupan, dasar genderuwo jelek"kataku tak mau kalah.
"Udah sana bentar lagi udah gelap nanti terlambat"kata Bibi melerai perdebatan Kami.
"Ayo latihan dulu"kata Riko.
"Latihan mengandeng tanganku, ayo cepat".
"Iya..iya"kataku menuruti katanya.
Kami berjalan mengandeng tangan kayak di film,awalnya gugup juga apa lagi menggunakan heels.Setelah beberapa kali belajar,Aku sedikit tidak gugup lagi.
"Udah ayo berangkat"Ajak Riko mengandeng tanganku.
Kami masuk ke dalam mobil dan Riko melajukan mobil di jalan.
Kira-kira 15 menit perjalan Kami sampai di rumah Ayahnya.Sampai di sana Riko memberhentikan mobilnya
Para pelayan menyambut kedatangan Kami.
"Silakan masuk Tuan muda, Nona"kata Kepala pelayan rumah.Aku tersenyum dan Riko hanya mengangguk. kami menuju Ruang makan keluarga Riko.
"Ayo duduk"kata ayah Riko,Pak Kim.Seluruh keluarga juga sudah berkumpul di meja makan.
Di sana ada Tante,Om,Paman,Bibi dan semuanya,ada juga sepupunya membawa pacarnya juga.
__ADS_1
Aku gregetan melihat keluarganya,takut salah ngomong,Aku juga minder berkumpul bersama Mereka karena perhiasan,baju,tas,heels Mereka branded semua.Sedangkan gaun yang pakai seharga 5000.0000 itu sudah terlalu murah bagi Mereka.
"Siapa namamu?"tanya Pak Kim kepada calon sepupu Riko bernama Depal.
"Vina Om"jawabnya sambil tersenyum.
"Dan Kamu?"tanya Pak Kim memandang ke arahku.
"Laras Om"jawabku meniru Vina tadi.
Pak Kim menganguk-anguk kepalanya.
"Udah ayo makan"ajaknya.Semuanya mulai melahap makanannya.Aku melahap pelan-pelan makananku sambil menundukan kepala,Aku takut melakukan kesalahan meski sekecil apapun.
Untungnya Mereka makan sambil mengobrol,Aku juga heran biasanya orang kaya banyak etikanya,makan harus diam. Lah yang ini malah ngobrolnya yang banyak. Tapi bagus juga sih, ngak tegang gitu suasana.
Selesai makan Kami semua beranjak dari meja makan ke ruang tamu yang super duper mewah
Kami semua duduk di sana. Pak Kim memulai pembicaraan.
"Vina tinggal di mana?"tanya Pak Kim ke Vina.
"Distrik elit jl.maharani?"jawab Vina bangga. Ya lah dia termasuk orang kaya.
"apa pekerjaan Ayah mu?"
"Pengusaha tambang emas Om!"kata Vina.
Yang lain pada mengatakan "woooooww".Perkataan Vina membuat Deval bangga.
"Kalau Laras tinggal di mana?"tanya Pak Kim kepadaku.
"Jl.suka ramai Om?"jawabku.
"Jadi apa pekerjaan Ayah mu?"tanya Pak Kim kepadaku mejawab ragu. Lebih baik jujur sajalah, toh Aku da Riko bukan pacar beneran.
"Tukang bakso keliling"jawabku siap meskipun Mereka mengejekku.karena hasil jerih payah Ayah, Aku bisa hidup.
Dan benar saja Mereka mencibirkan bibirnya, tentu saja pekerjaan Ayahku jauh di bandingkan Vina.
"Baiklah karena di sini Saya akan jujur. Bahwa Riko sudah Saya jodohkan dengan Anak teman Saya.Meskipun sudah 10 tahun tidak bertemu dan sekarang ia entah di mana kami akan tetap mencarinya, tapi syukurnya kami mendapat informasinya bahwa kami tinggal di kota yang sama".kata Pak Kim panjang lebar.
Aku terdiam tanpa berkata apapun.Tapi kenapa hati ini sedikit sakit, mataku hampir saja berkaca-kaca,namun masih bisa Ku tahan.
"Dia sahabat yang pernah membantu kami di saat kami dalam keterpurukan waktu itu Riko masih berumur 6 bulan dan anak perempuan teman saya umur 2 bulan, Saya dan istri saya berjanji akan memberikan sebuah mobil dan rumah yang sudah kami bangun di samping sebagai tanda terima kasih, karena hampir semua hartanya telah ia berikan untuk membangun usaha Kami dan waktu itu ia bekerja sebagai pengusaha rajut. Jadi Saya sebagai Ayah Riko meminta Kamu jangan berharap dengannya"kata Pak Kim panjang lebar. Hati ini kenapa sakit sekali mendengar ucapan terakhir dari pak Kim.
"Pa Aku menyukai Laras,Aku sayang dengannya,itu hanya perjanjian saja, dan sampai sekarang papa belum menemukanya,sampai kapan papa akan mencarinya"kata Riko membantahnya
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK
__ADS_1
TERIMA KASIH😁