Cinta Riko Dan Laras

Cinta Riko Dan Laras
Dia membuat ku kesal


__ADS_3

Aku pun kembali makan, dan dia pun mulai memakan daging di piringnya.


Aku menundukan kepalaku, melahap pelan-pelan


Selesai makan pelayan mulai berdatangan, mereka membersihkan meja dan menaruh makanan penutup.


Di depan tersedia puding mangga ke sukaan Riko, pelayan menaruh di hadapan Riko dan aku.



"Silakan di nikmati Tuan muda,nona"


"Terima kasih"


Aku pun melahapnya, hmmmm...pudingnya sungguh manis lumer di mulut, aku benar benar menikmati makan hari ini, ini lah kesempatanku, karena esok belum tentu bisa kesini lagi.


Selesai menyantapnya meja kami di bersihkan, Riko pun menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"Ok! kita sudah selesai makan, makanan ini semua masuk dalam hutang mu"kata Riko enteng.


"Apa......"aku langsung pingsan karena syok.


***


Ketika aku membuka mata ku pelan-pelan, aku kaget karena aku berada di ruang yang sangat asing, aku pun langsung duduk


"Ada di mana aku, apa aku berada di dunia mimpi?"tanyaku dalam hati.


Aku melihat sekeliling, tempat yang sangat mewah, seperti di film film, ternyata aku bisa melihatnya di dunia mimpi.



Aku memegangi sandaran tempat tidur, wah..andai saja aku punya seperti ini, Tuhan jangan bangunkan aku dulu, biar aku menikmati tempat ini sebentar lagi, agar aku tidak menyesal nanti.


Aku juga melihat lemari yang di ukir, lukisan pemandangan yang membuat hati tenang, hiasan meja yang mewah, bunga mawar yang segar dan harum, aku pun menari kegirangan



Cklek.


Pintu pun terbuka.


aku langsung berhenti menari, dengan posisi tangan masih di atas dan kaki kiri agak sedikit terbuka


"kamu sedang apa?tanya riko heran


aku pun belari menuju tempat tidur , dan langsung masuk di dalam selimut, aku pun memejamkan mata ku dan memukul mukul wajah ku


"cepat lah sadar, cepat bangun"


riko pun mendekati tempat tidurnya dan menarik selimutnya


"kamu kenapa?"


aku pun duduk kembali, apa ini nyata?, aku mencubit lengan ku dengan kencang


"aduhh.."jerit ku, ternyata memang nyata


"sudah,waktunya pulang tuan putri, atau kamu masih ingin berlama lama disini , ingin tidur bersama"


aku pun langsung lari menuruni tangga, ketika sampai di depan pintu aku melupakan tas ku , dan aku pun kembali berlari ke atas lagi


"di mana tas ku?" tanya ku


dia hanya pura pura tidak mendengarkan ku

__ADS_1


aku pun melihat kekiri dan kekanan mengobrak abrik lacinya, lemarinya, dan sampai mengacak acak tempat tidurnya yang sekarang ia baringi


dia melihat ku menghancurkan kamarnya tanpa marah, malah ia tersenyum , apa maksud dari senyumannya itu?


namun tidak ku temui juga


kembali aku bertanya lagi


"di mana tas ku?


"tidak tahu?"


"kamu jangan membuat ku kehilangan akal?"sergah ku


"hahahaha, silakan cari sendiri"tawanya, sambil memegang dagu ku


aku menepis tangannya dengan kencang dengan tatapan tajam, dan berbalik badan melangkah kan kaki hendak keluar ,namun baru beberapa langkah ia memanggil ku


"laras"


aku pun berhenti


"ini tas mu"


aku berbalik


ia malah melempar bantal ke wajah ku


sungguh membuat ku emosi tingkat dewa, aku mengigit bantalnya, ku robek dan ku banting di lantai , ku gengam erat erat tangan ku menahan emosi


"hei, apa kamu shio anjing?"tanyanya tanpa bersalah


"terserah"aku pun berbalik dan keluar, tiba tiba ia pun melempar tas kepunggung ku,aku berbalik dan memunggut tas milik ku


"kenapa sih, aku harus bertemu cowok nyebelin banget"


sesampai di rumah


"laras ,sudah pulang ,ayo ganti baju trus makan ya"kata ayah mengingat ku


aku menatap wajah tua ayah dengan sedih


"ayah, maafin aku, di rumah ayah berjuang untuk menghidupi dan menguliahkan aku, sedangkan aku malah menjadi pembantu seseorang, dan mempengaruhi kuliah ku"rintih ku dalam hati


"tapi aku berjanji ayah, aku akan belajar dengan giat, dan membanggakan mu, fighting laras"


akupun menuju dapur dan melahap masakan ayah, setelah selesai makan aku pun mencuci piring


aku menuju kamar ku, mengerjakan tugas kuliah ku yang menumpuk banyaknya


ketika aku menulis, tanpa sadar aku menulis nama seseorang, setelah menulis sebaris, aku baru menyadari ada yang janggal dengan tulisan ku, ku teliti ternyata benar disana tertulis nama riko, aku pun langsung cepat cepat menghapusnya, jika ini di serahkan kepada dosen bisa kelar hidup ku


"aku kenapa sih,apa ada yang salah dengan diri ku?, apa kerna terlalu lama aku di kerjaainya kali ya?"tanya ku dalam hati


besok adalah hari libur, aku ingin bersantai, istirahat yang cukup dan bangun kesiangan


"bantal kesayangan, semoga jadi teman tidur ku , dan penenang ku besok oke!"kata ku sambil memeluknya


aku pun tertidur dengan lelap, tiba tiba gawai ku berbunyi


"perasaan aku mengnonaktifkan alarm untuk hari ini, kenapa berbunyi?"tanya ku dalam hati sambil meraih gawai di atas meja


di remang remang mata ku,aku melihat ada yang menelpon menggunakan nomor baru


"halo"

__ADS_1


"halo"jawab orang di seberang sana


"siapa?"


"bos mu"


"bos? ,aku tidak punya bos, anda salah sambung"jawab ku sambil mematikannya


aku pun berbaring


nada gawai ku kembali berbunyi


"kamu siapa sih, mau apa kamu?"tanya ku kesal


"riko"jawabnya singkat


akupun langsung terbangun, astaga ini sungguh membuat ku kesal


"apa kamu bisa melepaskan ku hari ini saja?"


"tidak bisa"


"kamu maunya apasih?"


"temani aku ngejim"


"ogah,aku mau tidur"aku pun mematikannya kembali


hingga 10 kali ia menelpon, aku baru mengangkatnya lagi


"temani aku"


"kan kamu punya teman teman yang menemani mu"


"mereka semua membawa pasangannya"


"hahahaha"aku tertawa cekikikan


"makanya cari donk,ngak malu lu sendiri yang jomblo"


"kamu menertawai ku?"tanyanya kesal


"ngak"aku masih tersenyum senyum kecil


"aku ngak mau tau, kamu datang , atau aku yang menjemput mu"


"aku ngak mau kedua duanya"


"oh, yakin? kalau kamu menemani ku hari ini aku akan memotong hutang mu 200 ribu, jika kamu menolaknya, aku akan menambahkan hutang menjadi 500 ribu bagaimana? "tawar riko


"brengsek lu riko"teriak ku marah, aku membanting gawai ku di kasur


aku pun bangun ,kulirik jam dinding masih pukul 06.00 pagi


"apa dia seorang maniak?" tanya ku kesal, dan langsung meraih handuk untuk segera mandi,aku memakai baju seadanya, emang ini lah adanya


berdandan pun tidak, aku hanya mengikat rambut ku kebelakang


belum selesai aku bersiap, ada terdengar suara mobil datang kerumah ku, sedangkan ayah di teras rumah sambil ngopi


"selamat pagi om"sapa riko ke ayah ku sopan


"selamat pagi, ayo duduk"jawab ayah sambil mempersilakan riko duduk


(BERSAMBUNG)

__ADS_1


__ADS_2