Cinta Riko Dan Laras

Cinta Riko Dan Laras
Di traktir makan


__ADS_3

Aku mengambil bagianku untuk dan melahapnya pelan-pelan. Kariyawannya emang enak sih, cuma di pimpinannya itu kegatelan udah punya istri tua bangka lagi.


"Ini Laras ayo di minum, ini enak lho," kata Wani menyodorkanku sebotol soda.


"Ngak, ini udah makan berat minum soda, nanti sakit perut, aku minum air mineral aja," ujarku mengambil botol yang berisi air putih, aku berusaha untuk mengambilnya tapi di ambilkan oleh Ferry.


"Nih," ujar Ferry menyodorkannya kepadaku. Aku kaget dan merasa tak enak hati. Kaget karena pria pendiam itu bisa pedulu juga dengan orang, ngak enak hati karena saat ini Resi melihat Ferry yang sedang mengambil sebotol air untukku.


Dengan terpaksa aku menerimanya. "Terima kasih," ucapku menundukan kepala. Ferry pun mengangguk.


"Waaahhh... jarang-jarang pria balok es itu ada respon, jangan-jangan dia suka denganmu," bisik Wani.


"Ssssttt... apa kau tau dia sudah ada yang suka," balasku ikut berbisik juga.


"Ha? Siapa?" Tanya Wani penasaran dan ia mepet denganku.


"Masa kamu ngak tau sih? Kamu 'kan udah lama di sini masa kamu ngak ada curiga dengan seseorang?" Tanyaku sambil memutar bola mata.


"Beneran aku ngak tau? Siapa?" Tanyanya yang ingin benar-benar tahu.


"Tapi jangan bilang-bilang sana orang, cukup kamu aja yang tau," peingatku.


"Iya iya, ngak," ujarnya.


"Resi," jawabku. Wani langsung terbelalak dan menegakkan tubuhnya.


"Biasa kali," ujarku.


"Astaga, ini bakalan jadi cerita cinta segitiga, eh ngak-ngak, cinta segi empat," ujar Wani membelalakkan matanya ke arahku.


"Kenapa segi empat?" Tanyaku menekuk alis.


"Dirga suka Resi, Resi suka Ferry, Ferry suka kamu," jawabnya tersenyum.


"Sorry ya aku sudah punya tunangan, nih cincinnya," ujarku menunjukan cincin tunanganku dengan Riko.


"Coba sini aku lihat," kata Wani menarik tanganku. "Wah ini beneran berlian? Mungil sekali," ujarnya mengusap-usap cincinku. Aku saja tidak tahu jika itu berlian ku pikir hanya permata.


"Tunangan sama siapa kamu bisa di kasih berlian begini?" Tanya Wani penasaran.


"Dengan Riko," jawabku.


"Riko anak mana?" Tanyanya yang masih penasaran.


"Riko Winata Kim, anak pak Kim," jawabku.

__ADS_1


"Oh Riko yang anak orang kaya di kota ini kan? Di ganteng tiada tara itu kan? Tapi kenapa tidak ada beritanya? Jangan-jangan kamu bohong ya?" Senggolnya. Jika di fikir lagi, ya mana mungkin tiba-tiba aku menjadi tunangannya, seharusnya anak orang kaya yang harus menjadi pendampingnya.


"Ya terserah kamu lah, mau percaya apa ngak," jawabku melanjutkan makannya.


"Habis makan ayo duet denganku," ajak Wani.


"Ngak ah," tolakku. Tiba-tiba saja Wani menarik tanganku membawaku ke depan. Ini anak nyebelin banget sih.


Wani mencari lagu yang menurutnya pas dan itu malah lagu cinta segi tiga. Anak ini niat banget.


Wani mulai menyanyi dan memegang tanganku dan kesalnya aku pak Daren menatapku dengan tatapan genit, sungguh menggelikan.


Aku menyanyi sambungan dari Wani, Ferry terus menatapku dan Resi menatap Ferry. Untungnya Dirga tidak hadir karena ia ada keperluan mendesak hari ini dan Riko tidak datang keperusahaan ini, kalau tidak bakalan ada cinta segi lima.


Aku menyanyi sambil melihat tembok di sampingku agar aku tidak menatap mereka, bisa grogi aku.


Setelah selesai menyanyi tiba-tiba Ferry mengambil mikrofon di tanganku, tentu saja membuat aku kaget, dia pun memutar lagu untuk ia nyanyikan.


Lagu apa? Ya lagu pandangan pertama. Pria balok es itu bisa romantis juga, sayangnya dia suka dengan orang yang sudah bertunangan.


Ferry menyanyi sambil menatapku dan tentu saja aku membuang wajahku. Aku mengchat Riko agar pandanganku teralihkan bisa-bisa jatuh cinta pula aku dengannya.


"Pulang nanti aku jemput ya," balas Riko.


"Pantesan ayahmu tadi merepet, rupanya motornya kamu bawa," ledeknya.


"Masa iya? Ku pikir ayah lagi ngobrol dengan seseorang, rupanya dia marah denganku," balesku dengan tersenyum.


"Ya udah besok aku kirim mobil untukmu, soalnya ayah aku mau beliin motor baru untuknya dia ngak mau, katanya itu motor waktu zaman dia dan ibumu, sungguh cinta uang setia," balasnya.


"Iya terus kalo aku mati duluan, kamu setia sama aku atau nikah lagi?" Tanyaku.


"Aku ngak tau, kalo kamu?" ia balik bertanya.


"Kayaknya nikah lagi deh," balasku sambil menahan tawaku.


"Kayaknya aku juga gitu, cari yang lebih cantik lagi," balasnya. Melihat balasnya aku jadi geram dan sengaja ngak ku balas lagi.


"Laras."


"Sayang."


"Kamu marah ya?"


Dan ngak ku balas-balas lagi.

__ADS_1


"Ya sudah deh jika kamu marah."


"Dasar cowok nyebelin," sunggutku.


"Kamu kenapa wajahmu merenggut gitu?" Tanya Wani.


"Aku sedang kesal, terus kapan pulangnya nih?" Tanyaku.


"Orang tua itu kalo udah pesta lupa jalan pulang," jawab Wani.


"Kalo aku nyelinap pulang boleh ngak?" Bisikku.


"Ngak tau juga, pura-pura aja kamu ketoilet sana, kalo besok dia tanya cari aja alasan yang buat dia percaya," saran Wani.


"Wah bagus banget idemu, terima kasih ya," jawabku mengambil tasku. Aku berdiri dan bersiap pergi.


"Mau kemana?" Tanya pak Daren melihat ke arahku.


"Ke toilet pak," jawabku dan langsung nyelonong. Aku berjalan keluar restoran tersebut dan segera memesan ojek online karena ingin menjemput motor di kantor yang ketinggalan. Aku bergegas pulang karena ini sudah hampir gelap.


Sesampainya di rumah ada sebuah mobil sport warna merah. Hm... ini pasti dari Riko alasan biar aku ngak ngambek lagi.


"Ya ya, cukup sesuai seleraku," ujarku mengelilingi mobil tersebut.


Aku masuk rumah dan mendapati ayah duduk di sofa.


"Ayah, itu mobil siapa?" Tanyaku.


"Itu dari Riko buat kamu, biar kamu jangan melarikan lagi motor Ayah," jawab ayah sewot.


"Iya maaf-maaf, ya udah aku masuk kamar dulu Ayah," ujarku melangkahkan kaki ke arah kamar.


"Kamu ngak makan dulu?" Tanya ayah.


"Udah tadi di traktir sama bos perusahaannya," jawabku.


"Oh," jawab ayah singkat.


Aku langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhku di ranjang karena seharian aku duduk terus, bisa encok pinggangku sebelum masa tua. Aku pun tertidur karena dari tadi nguap terus.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2