
Tak terasa sudah pagi, seperti biasanya aku harus berangkat ke perusahaan QT, sebenarnya aku males banget kesana karena pimpinannya mesum membuat aku tak nyaman di sana.
Dengan lemasnya aku beranjak dari kamarku dan memakai sepatuku.
"Aku ada ide, mending aku ngebut pake mobil sport ini buat ngilangin jenuhku," ujarku bersemangat.
Berhubungan kuncinya ada di dalam mobil aku memutarnya dan menghidup mesin lalu meresing melaju di jalanan. Untung saja mengarah keperusahaan QT tidak ada polisi yang menjaga, kalau tidak aku bisa di tilang.
"Uhuuuuuu...," teriakku melewati beberapa mobil di jalan.
"Sialan, jangan mentang-mentang bawa mobil sport mahal dia bisa kebuta-kebutan di jalan, ayo kita kejar dia," ujar pria di dalam mobil warna hitam.
Pria itu melajukan mobilnya hingga berdampingan dengan mobilku.
"Hey... buka kaca mobilmu," teriakknya dari jendela mobilnya dengan mengeluarkan kepalanya. Aku membuka kaca jendelaku.
"Kenapa?" Tanyaku berteriak.
"Jika kau berani ayo balapan sampai di persimpangan jalan, jika kau menang aku akan memberikan sesuatu, jika kau kalah aku akan meminta sesuatu," ujarnya sambil berteriak.
"Siapa takut," tantangku. Ia langsung menginjak pedal gas mobilnya tentu saja aku tak mau kalah. Awalnya aku salah, malah menginjak rem, tentu saja mobilnya berhenti aku lalu menginjam gas dengan kencang melewati mobil yang melaju pelan dan juga sempat menyenggol mobil seseorang hingga orang itu memarahiku dan aku hanya melambaikan tangan.
Aku terus melajukan mobilku, sudah terlihat dari jauh mobil yang menantangku, sepertinya dia tidak mau kalah, ketika di tempat sepi aku melajukan kecepatan penuh sehingga aku bisa mengejarnya. Ia sengaja menghalangi jalanku dan aku dengan sengaja menabrak belakang mobilnya. Ia tetap melajukan mobilnya dengan stabil, ketika ada jalan yang bercabang aku melajukan dengan kecepatan penuh dan melampauiannya dan tetap melaju terus.
Akhirnya aku menang dan berhenti di persimpangan. Aku berhenti dan keluar dan berdiri di samping mobil sportku, anggap saja ini mobil punyaku. Pria itu pun memberhentikan mobilnya karena mobilku menghalangi jalannya. Ia keluar dari mobilnya.
"Bagaimana? Apa ada sesuatu yang berharga untuk kau persembahkan kepadaku?" Tanyaku dengan memiringkan senyumku.
"Sesuatu yang berharga? Oh ya, diri ku sangat berharga, bagaimana jika aku memberikan diriku kepadamu," candanya.
"Kalau dirimu ogah! Aku sudah bertunagan," jawabku ketus.
"Terus kamu mau apa?" Tanyanya.
"Aku mau mobilmu," jawabku enteng.
"Apa? Hey... ini mobil untuk aku pergi kerja oke! Mobilmu saja lebih mahal dari mobilku, bagaimana kamu memintanya dariku. Terserah deh kamu minta apa aja, asalkan jangan mobilku," jawabnya memeluk mobilnya.
"Terserah kamu deh mau memberiku apa karena aku bukan berhati sempit," jawabku.
__ADS_1
"Oke deh, nih," ujarnya menyodorkan sebuah kalung berliontin kuning.
"Hey! Aku tadi bertaruh nyawa balapan denganmu, masa hadiahnya hanya kalung," ujarku tak terima sambil melirik kalung tersebut.
"Hey jangan anggap enteng, itu sangat berharga bagiku," ujarnya memanyunkan bibirnya.
"Hanya berharga buatmu, bukan berharga buatku," jawabku menyimpan kalung tersebut sambil mencibir.
"Tuh kamu simpan, berarti kamu terima ya udah aku berangkat kerja dulu, udah mau telat," ujarnya masuk kemobil dan menginjak pedal gas mobilnya pergi meninggalkanku. Aku mengangkat bahu dan kemudian masuk kemobil.
Sesampainya di sana, aku memarkirkan mobilku dan aku melihat mobil yang tadi balapan denganku tadi.
"Lho! Itu mobil yang balapan tadikan?" Tanyaku bingung. Aku mendekati mobil tersebut dan ternyata benar, ini mobil tadi. Aku masuk ke kantor perusahaan tersebut.
"Lho! Kamu mengejarku sampai kesini? Kan udah ku kasih tadi dan kamu menerimanya, kamu mau minta apa lagi," ujar pria itu mengomel.
Teman-temannya pada kebingungan mendengar ucapan dia.
"Kamu kenal dia Dirga?" Tanya Angga menepuk pundak pria tadi. Ternyata namanya Dirga, pria yang tidak masuk kemaren.
"Iya, kami tadi balapan dan aku kalah jadi mengejarku sampai di sini karena tak terima dengan bayarannya.
"Dia bukan mengejarmu, tapi sebenarnya dia anak magang 1 minggu yang mendesain perusahaan ini," jawab Angga.
"Apa???..." Dirga kaget lalu menatap ke arahku, aku menganggat alis dan memayunkan mulutku.
"Lain kali kita balapan lagi," ujarnya.
"Ogah jika bayaranmu hanya begini," jawabku mencibir.
"Wajar saja jika aku kalah mobilmu saja mobil sport," ujarnya manyun.
"Apa? Mobil Laras mobil sport, wawww... ternyata kamu orang kaya ya," ujar Karen menepuk pundakku.
"Itu bukan mobilku, tapi mobil tunanganku," jawabku.
"Wah... tunangan kamu pasti orang kaya," ujar Karen mengengam tangannya.
"Ya... termasuk begitulah," jawabku.
__ADS_1
"Wah... aku juga mau," ujarnya tersenyum menatap langit-langit.
"Udah ayo kerja," ajakku dan memasuki ruang yang beda dari ruang sebelumnya. Aku duduk di kursi yang sudah di sediakan dan mulai mengambar lagi.
Tok...
Tok...
"Masuk," jawabku yang masih fokus dengan gambarku.
"Selamat pagi Dek Laras," sapa pak Daren.
"Astaga pria tua bangka ini lagi," keluhku dalam hati.
"Selamat pagi pak," jawabku mencoba tersenyum.
"Kamu sudah sarapan belum, ini aku bawakan makanan untuk kamu sarapan," ujarnya meletakkan bingkisan di meja.
"Saya sudah makan pak terima kasih, mungkin ada kariyawan bapak yang belum makan, bapak bisa memberikan kepada mereka," jawabku dengan senyum terpaksa.
"Tidak perlu, mereka sudah makan, ini memang untuk kamu saja, aku membelikan yang spesial untuk kamu dek Laras," ujarnya membuatku mual.
"Tidak pak terima kasih, saya benar-benar sudah kenyang sekali," tolakku dengan halus.
"Ayolah adik Laras di makan, bagaimana jika aku yang menyuapimu agar terlihat romantis," ujarnya genit.
"Papa!!!!" Teriak istrinya yang tiba-tiba datang dan masuk ruangan.
"Mama," lirih Daren ketakutan.
"Oh jadi gara-gara ini ya Papa ingin cepat ke perusahaan, ingin melihat perempuan ini," teriak istri Daren menunjuk ke arahku.
Mendengar jeritan Istri pak Daren para pegawainya berlari ke arah ruangan tempat aku mendesain dan mengintip dari jendela dan ada juga masuk kedalam ruangan.
"Maaf saya tidak ingin ikut campur urusan kalian," ujarku berdiri dan hendak pergi.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE DAN SARAN
__ADS_1
TERIMA KASIH