Cinta Riko Dan Laras

Cinta Riko Dan Laras
Bertemu kakak senior


__ADS_3

"Siapa namamu nak"tanya ayah.


"Saya Riko, saya temannya Laras, saya mau minta izin dari om apa boleh hari ini saya membawa anak om pergi ketempat fitness, karena kami akan berolah raga nantinya" kata Riko menjelaskan.


"Boleh-boleh saja, apa Laras sudah setuju?"


"Oh sudah Om"


"Syukurlah, jarang-jarang dia keluar di ajak sama temannya, biasanya dia di hari libur, di rumah saja, tanpa ada kegiatan, tapi jangan kelamaan pulangnya ya" kata Ayah mengingatkan.


"Ya Om, saya akan cepat membawanya pulang"


"Oh baiklah, Laras... Laras, ini temanmu sudah datang"teriak Ayah dari depan pintu.


"Ya" sahutku dari dalam.


Aku datang dengan wajah cemberut.


"Ayah, aku lagi males pergi?" aku memohon agar Ayah melarang Riko membawaku.


"Eh... tapikan kamu sudah janji" kata Riko menyelip sebelum ayah berkata.


"Ya sudah pergilah, jarang-jarang kamu pergi main keluar, yang penting hati-hati"kata Ayah kepada kami berdua.


"Males banget aku melihat wajah menyebalkanmu itu" kataku sambil cemberut.


"Eh... Anak perempuan kok gitu ngomongnya, ngak boleh kasar-kasar nanti ngak dapat jodoh lho!" kata Ayah mengingatkanku.


"Udah, ngak papa Om saya udah biasa di giniin" katanya membuatku sebal ingin menonjoknya, seolah-olah aku menindasnya.


Riko mengandeng tanganku, aku dengan berusaha melepaskan tangannya, sedangkan Ayah masuk ke dalam rumah.


Riko membuka pintu untukku, aku memasuki mobil tersebut, setelah itu kami pun berangkat.


"Apa maksudmu tadi" sergahku kesal.


"Yang mana?" tanyanya santai.


"Yang mana? Jelas-jelas aku terlihat seperti menindas mu di depan Ayahku"jawabku marah.


"Oh ya, terkadang menjadi orang yang menyedihkan untuk mendapat perhatian bagus juga" ujarnya santai.


"Bagus kepalamu" ucapku sewot.


"Hey... apa kau lupa aku bos mu?"


"Kembalikan ikat rambutku?"


"Apa kau tidak lelah memintanya terus"


"Itu hakku, orang sepertimu mana mungkin mengerti"


"Apa sebegitu berharganya?"


"Ya ,berharga lebih berharga dari berlian"


"Hahaha, jika aku beli dengan 3 berlian senilai 3 miliar, apa kau tidak melepaskannya?"


"Seumur hidupku pun aku tidak akan melepaskannya"


"Semakin kau bersikeras, semakin aku ingin menghancurkannya"


"Eh brengsek apa maksud mu, apa kau kurang kerjaan, masih banyak yang ingin yang harus kau lakukan, kenapa benda kecil ini kau perhitungkan"


"Apa ikat rambut jelek itu dari mantan pacar mu?"


"kalo iya kenapa" jawabku ngasal.


"Baiklah kalau begitu" ia pun mendadak menginjak pedak gas, sehingga mobil melaju kencang.


"Hey Riko, kau ingin bunuh diri? Aku ngak mau mati bersama mu" teriakku sambil memegang sabuk pengaman dengan kencang.


Tiba-tiba dia memberhentikan mobilnya.

__ADS_1


"Turun" ujarnya.


"Ha" aku jadi bingung.


"Turun jika tak mau mati bersama ku" tegasnya lagi.


Aku turun dan menutup pintu mobilnya, ia pun langsung melesat kencang.



"Apa Anak itu tidak takut mati? Dan sekarang dimana akuuuuuuu......" teriakku kebingungan.


"Apa dia cemburu? Beh mana mungkin, yang benarnya dia sengaja mempermainkanku" kataku berbicara sendirian.


"Dasar orang gila, orang stres, brengsek, bajingan, orang kurang kerjaan, kalau menurunkanku, turunkan di tempat yang banyak taksinya, kalau sepi begini gi mana aku pulanggggggg" teriak ku sambil memegang kepalaku.


Aku menyusuri jalan sekitar 30 menit aku berjalan kaki akhirnya sampai di tempat ramai. Aku melihat kakak senior bernama Doni, yang sedang duduk sendiri di sebuah cafe , memainkan laptopnya dan minum kopi.



Aku menghapiri kakak senior tersebut dan menyapanya.


"Eh kak Doni kebetulan, kakak ngapain disini?" sapaku ramah.


"Maaf kamu siapa ya?" pertanyaanya membuatku malu.


"Oh iya ya perkenalan nama ku Laras, jurusan disainer"


"Oh kamu ya yang mendesainkan ruangan seni dulu?" tanya Doni mengingat-ingat.


"Oh betul, tidak salah lagi"kataku sambil tertawa.


"Kamu sedang apa di sini?" tanya Doni


"Ahmmm, oh ya saya sedang jalan-jalan saja untuk ngilangin suntuk kak" jawabku ngasal.


"Kalo kakak sedang apa? Sampai membawa laptop segala?" tanyaku balik.


"Mengerjakan tugas" jawabnya singkat sambil mengetik papan keyboardnya.


Kami terdiam hanya mendengar suara ketik dan suara di dalam cafe tersebut.


"Ya sudahlah dia sibuk, sebaiknya aku tidak menganggunya" kata ku dalam hati.


"Kak aku pulang saja ya, kelihatannya kakak sibuk" sambil berdiri.


"Eh nanti dulu sebentar lagi aku selesai, nanti kita main-main, kebetulan aku juga ngak punya teman" katanya menjelaskan.


"Oh baiklah" aku kembali duduk.


"Kamu mau pesan apa?" tanyanya.


"Kopi saja"ujarku.


"Oh baiklah, kopi 1 kak"


"Baik silakan di tunggu"


Tak lama kopi pun datang, aku pun mulai meminumnya.


10 menit.


20 menit.


30 menit.


35 menit.


40 menit.


"Oke selesai" kata Doni sambil menutup laptopnya.


Aku pun membuang nafas lega "akhirnya selesai juga , sebelum aku menjamur di sini" kata ku dalam hati.

__ADS_1


"Ayo" ajak Doni, dan Doni pun pergi kekasir untuk membayar kopinya dan milikku.


Aku dan Doni pun berjalan menuju keramaian, sungguh sangat ramai tempat yang yang kami tuju, kami melihat lihat lukisan, bahkan kami belajar melukis, sambil becanda, membeli es krim, melihat permainan anak-anak, melihat badut, kami tertawa bersama.



Waktu yang sungguh sangat singkat jika bersenang-senang.


"Waktu sudah hampir gelap ayo pulang" ajak Doni.


"Eh..baik lah"sungguh aku tak rela , aku belum puas bermain


"Mau aku antar?" tanya doni melihat wajahku.


"Hmm, baiklah" aku mengangguk kepalaku.


Dia pun mengulurkan helmnya padaku, aku pun mengambilnya.


Dia mengstaterkan motornya.


"Ayo naik" ajaknya.


Aku naik motornya.


Di perjalanan kami hanya terdiam, namun aku berfikir jika jalan-jalan kayak gini apa dia mau di ajak lagi ngak ya.


"Hmm, kak boleh minta nomor WhatsApp-nya ngak?" tanyaku ragu-ragu.


"Oh boleh" katanya setuju.


"Bentar kak ambil handphone dulu"


Aku pun merogoh tas kecil milikku, dan mengambilnya.


"Yap berapa nomornya?" tanyaku bersiap siap mencatatnya di gawaiku.


"0852"


"Oke sudah"


"Laras cantik siapa yang punya"


"Ih , kak gombal ah" kataku genit senyum senyum dengan wajah memerah, efek ngak pernah di gombali hahahaha🤑🤑🤑🤑


"Oke oke! 087890472774"


"Oke thengks ya kak"


"Ya sama-sama" katanya sambil melaju di jalanan.


"oOh ya apa jalannya benar?"


"Benar kak terus aja mengikuti jalannya, ada ketemu rumah cat abu-abu itu rumah ku"jelas ku.



"Oke!"


Tak terasa akhirnya sampai di rumahku, ia memberhentikan motornya, aku pun turun dari motornya, dan melepaskan helm miliknya.


"Terima kasih kak udah nganterin, apa mau masuk dulu kak?"tanya ku sambil megulurkan helmnya.


"Tidak usah aku mau pulang juga" katanya menerima helm pemberianku.


Dia pun menstater motornya "Oke aku pulang dulu ya"


"Ya kak makasih banyak ya" kata ku melambaikan tanganku.


Dia pun mengangguk dan langsung melaju


(BERSAMBUNG)


__ADS_1



__ADS_2