Cinta Riko Dan Laras

Cinta Riko Dan Laras
Tidur di tempatnya


__ADS_3

Ketika Aku sampai di rumahku, Aku melihat Riko dan Ayah duduk di teras.Aku memanyunkan mulutku dan langsung hendak nyelonong masuk ke kamar


"Laras"panggil Ayah membuatku berhenti jadi patung.


"ya"jawab ku singkat.


"ini nak Riko mau ngajak belajar bersama"kata Ayah menjelaskan.


"Ngak Aku capek"tolakku dengan nada marah namun datar.


Ketika Aku mau melangkahkan kaki masuk kerumah.Tiba-tiba Riko memegang tanganku.Aku menata tajam matanya.


"Plis"katanya memohon.


Aku menatap ke arah Ayah.Ayah menganggukkan kepalanya.


"Baiklah"jawabku singkat.


Riko tersenyum lalu menjabat tangan Ayah dan menciumnya.


"Kami pergi dulu Ayah"kata Riko berpamitan dan mengandeng tanganku.


"Sejak kapan Kalian seakrab itu?"tanyaku penasaran karena Riko memanggil Ayahku dengan sebutan Ayah.


Biasanya memanggil dengan sebutan Ayah apabila seseorang sudah menjadi anggota keluarganya.


"Ayahmu,Ayahku juga.Termasuk Ayah teman-temanku juga"jawabnya menjelaskan.Jawabanya membuatku kecewa,tapi apa yang Ku harapkan.


Aku berusaha melepaskan tangannya dariku.


"Lepaskan"teriakku.


"Kenapa laras?"tanyanya tak mengerti.


"Kenapa?,Aku hanya tidak mau tanganmu memegang tanganku.Biasanya juga seperti itu"jawabku sambil melipatkan tanganku di depan dada.


Tapi Riko tetap menarik tanganku.Aku pun menghempas tangannya.


"Lepaskan.Jangan memegang tanganku sehabis Kau memegang Perempuan lain"tegasku.


"Oh…Jadi Kamu cemburu?"tanyanya sambil tersenyum.


"Jangan tersenyum padaku, membuatku jijik"kataku memanyunkan mulutku.


"Apa senyum manisku sejijik itu?"


"Sangat…karena Kamu juga tersenyum dengan Perempuan itu"jelasku.


"Dia bernama Lisa, Ibuku dan Ibunya berteman baik, jadi Mereka ngin mendekatkan Kami"jelasnya kepadaku.


"Terus kenapa Kamu tidak bersamanya saja,kenapa harus membawaku?"tanyaku dengan muka sebel.


"Aku tidak menyukainya"jawabnya.


"Ha"Aku bingung sekalian ada sedikit senang.


"kenapa?".


"Karena Dia sangat berani berani bermain sama laki-laki di club malam, siapa yang tau Dia bisa melakukan hal lain?"jelasnya lagi.


"trus kenapa Kamu mau berpegangan tangan dan tersenyum dengannya?".


"Karena Aku menghargainya,Aku pun akan bicara pelan-pelan dengannya untuk mengatakan jika Aku tidak menyukainya"jelasnya panjang lebar.

__ADS_1


"Bukan urusanku"jawabku ketus.


" udah ,sampai kapan kita berdiri di sini"ajaknya menarik tanganku.Aku mengikutinya masuk ke mobil


"Aku mau berunding dengan mu"katanya serius.


"Tentang apa?"tanya ku.


"Nanti setelah sampai di sana Kita bicarakan"


Aku terdiam sambil melihat keluar jendela mobilnya yang melaju kecepatan sedang.Dia pun hanya berdiam sambil menyetir.


Sepertinya ada percakapan yang serius.


Sesampainya di sebuah rumah yang mewah .Aku terpukau dengan kemegahannya.Layaknya sebuah istana pangeran.Persis seperti di dalam film kartun.Jika di duitkan berapa puluhan triliun.


"Ini di mana?"tanyaku tak percaya.


"Ikut saja"katanya sok misterius.Membuatku penasaran saja.


Ia pun membawa kekamarnya melewati tangga.


"kayaknya Aku penah naik tangga ini?"tanyaku dalam hati.


Ketika sampai di kamar barulah Aku menyadari.Ini adalah rumah miliknya tapi di rumah ini kenapa sepi sekali.


"Di mana Ayahmu?".


"Di rumahnya lah".


"Jadi ini rumah siapa?".


"Rumahku".


"Tinggal dengan siapa kamu?".


"Oh".


Aku melihat sekeliling kamarnya.Rasanya belum puas melihatnya waktu itu.


"Ayo duduk di sini"ajaknya.Aku pun duduk di sampingnya di sofa empuk.


"Mau Kamu jadi pacarku?"tanyanya membuatku terbelalak.


"APA?"sungguh Aku tak percaya apa yang Dia katakan.


"Ah,maksudku mau jadi pacar bayaranku"katanya merapikan ucapannya tadi.


"Maksud Mu?"tanyaku tak mengerti.


"Aku ingin menjauhi Lisa dan juga Ayah taunya Aku sudah memiliki pacar,jadi Ayah ingin Aku membawa pacarku pulang".


"Maaf Aku tidak bisa ikut sandiwara untuk membohongi Ayah mu"kataku menolak.


"Tolong Laras bantu Aku kali ini"katanya memohon.


"Kan Kamu bisa jujur dengan Ayahmu kalau Kamu ngak punya pacar".


"Bagaimana Aku jujur,sedangkan Aku punya pacar untuk mengelabui Lisa,jika Aku jujur dengan Ayah berarti terbongkarlah jika Kamu pacar bohongan"jelasnya lagi.


"benar juga sih,jika Aku jadi pacar bayaranmu,berarti lunas hutangku dan kamu harus membayarku 2x lipat gimana?"tawarku.


"Kenapa kamu malah menjadi disainer,bukan jadi pembisnis.Tawar menawarmu ini sama saja Kamu merampok uang Orang secara terang-terangan".

__ADS_1


"Ahhh...banyak bacod lo,mau ngak?".


"Iya iya".


"Tentu saja harus pake kontrak dan harus Aku yang tulis"kataku mengambil selembar kertas.


Aku pun mulai menulis yang ada di pikiranku.Akhirnya selesai dan menyerahkannya kepada Riko.


Disana tertulis sebagai berikut:


Setiap Riko membawanya menjadi pacar di dalam rumah orang tuannya, Riko harus membayar satu juta.


Tapi jika diluar itu tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing.


Jika ketika menjadi pacarnya, Riko harus membawa Laras makan di restoran miliknya.


"Ternyata Kamu suka uang dan makanan".


"tentu saja Aku menyukai uang untuk membayar uang kuliahku,Aku tak mau membebani Ayah terus.Dan Aku menyukai makanan karena enak"jawabku santai.


"Baiklah tidak masalah"kata Riko menyetujui.


"Oke! tanda tangan"kataku,Aku tanda tangan di pihak pertama dan Riko menandatangani pihak kedua, selesai.


"Surat ini Aku yang simpan"kataku melipat kertas tersebut.


"Besok malam Ayah ingin bertemu denganmu".


"kenapa mendadak sekali?"


"makanya besok Kita akan mencari gaun untukmu."


"Baik lah, kalau begitu antarkan Ku pulang.Aku sudah ngantuk"kataku sesekali kadang menguap.


"Sebentar makan cemilan dulu".


Riko pun langsung memanggil bibi pengurus untuk menyiapkan cemilan dan minuman.


Tak berapa lama datang lah bibi membawakan cemilan dan minuman dan meletakan di meja sofa dan pamit untuk pergi.


Aku mengambil cemilan dan memakannya.Baru dua suapan Aku tertidur karena sangat ngantuk.Tanpaku sadari Riko mengambil vedio ketika Aku tertidur sambil makan.Dia malah tertawa cekikikan dan menyimpannya.


Riko menggendongku ke atas kasur miliknya.Dia menatapku dengan sangat lama.Tak taulah apa yang Dia pikirkan.


***


Ketika Aku terbangun.Aku mendapati tangan seseorang memelukku.Ketika Aku berbalik Aku melihat Riko.


"Rikooo...."teriakku,tanpa pikir panjang Aku meninjunya untuk kedua kalinya.


Dia terbangun meringgis kesakitan dan memegang pipinya yang ku tonjok, karena tadi Dia tidurnya miring, makanya pipinya yang kena.Mungkin jika tidur terlentang habislah hidungnya


"Selamat pagi pacar"sapanya sambil memegang pipinya.dalam keadaan sakitpun sempat-sempatnya dia bercanda.


"Oh...mau sekali lagi?"tanyaku sambil mengacungkan tinju.


"Oke...oke Udah ah cukup.Sakit"katanya ngalah.


"Lagian ngapain kamu tidur denganku?"tanyaku kesal.


"Ya terserahku, inikan rumahku.Dimanapun Aku tidur ini tempatku"jawabnya enteng.


"Kalau Kau tau ini tempatmu, kenapa tidak mengantarku pulang?"tanyaku lagi tambah membuatku kesal.

__ADS_1


"Kasian Kamu sudah tertiur lelap, Aku ngak tega membangunkan mu"jawabnya melemah


BERSAMBUNG


__ADS_2