
“Aaarggh....hmmp!”
Sepasang lengan tangan memeluk serta membekam mulut Gaby yang ingin berteriak dari belakang.
“Ganes! Aku tahu kamu pasti akan datang! Aku merindukan kebersamaan kita Nes,” bisik laki-laki itu tepat di belakang telinga Gaby membuat bulu kuduk gadis itu meremang.
Pria itu pun membalikkan tubuh Gaby dan memeluk erat gadis itu dari depan.
Gaby melototkan kedua bola mata belonya saat tahu, ternyata orang yang sudah membungkam mulutnya adalah Ello dokter cinta yang ia kenal di rumah sakit.
“Hai, Cupid sadar kamu! Aku ini Gaby bukan Ganes kakak ku!” teriak Gaby dengan suara gemetar karena takut.
Ello yang ia kenal saat di rumah sakit dengan Ello yang ia lihat langsung saat ini sungguhlah sangat berbeda.
Laki-laki di hadapannya kini bagaikan seekor macan benggala yang siap menerkam mangsanya. Dan yang menjadi mangsanya adalah diri dia sendiri.
“Kamu jangan bohong Nes, aku tahu sebenarnya kamu memiliki rasa padaku. Tapi statusmu kini menghalangi perasaan kita,” racau Ello karena pengaruh alkohol.
Bau alkohol begitu menyengat menyergap indra penciuman Gaby. Sudah dipastikan, pria itu dalam keadaan mabuk berat.
“Aku siap menjadi suami keduamu Nes, asal aku bisa dekat denganmu.”
“Dasar dokter gila! Enyah kau!”
__ADS_1
Gaby pun menendang perut Ello untuk berusaha kabur dari pria lapar itu.
“Akh!”
Saat Gaby ingin kabur, kaki gadis itu di cekal oleh tangan Ello hingga terjatuh.
“Pergi! Pergi! Kamu memang tampan tapi aku tidak mencintaimu!” pekik Gaby berusaha meronta-ronta.
Ello pun menahan gerakan kaki Gaby dengan tubuhnya, satu tangannya mengunci kedua tangan Gaby di kepala gadis itu.
Gaby sudah menangis dan memohon untuk pemuda itu lepaskan. Namun sayangnya, Ello tak mendengarkannya. Alkohol sudah benar-benar menghilangkan akal sehat Ello, dan mengira Gaby adalah Ganes sahabatnya lamanya yang kini sudah menikah.
“Ello! aku mohon lepasin aku! Bagaimana nanti kalau kak Galih marah?” pinta Gaby sambil terisak.
Tanpa menunggu persetujuan Gaby, Ello meraup bibir ranum Gaby. Bibir seorang gadis yang belum tersentuh oleh siapapun. Beruntung Ello menjadi yang pertama untuk Gaby. Namun justru menjadi kesialan dalam hidup Gaby.
Maafkan aku ayah, ibu dan juga kak Galih...
Air mata tampak menggenangi pelupuk mata Gaby. Gadis itu hanya bisa pasrah saat Ello mulai mencumbu tubuhnya penuh nafsu, membuat jejak kepemilikan hampir di sekujur tubuhnya.
Dan lagi penyatuan yang sangat menyakitkan bagi Gaby yang baru pertama kali melakukannya. Pengalaman yang tak akan pernah gadis itu lupakan seumur hidupnya. Kehilangan mahkota kesuciannya oleh orang yang sama sekali tak ada di hati gadis itu.
*
__ADS_1
*
Gaby mengerjap-ngerjapkan mata belonya, saat merasa benda yang terasa berat menimpa setengah dari tubuhnya.
Mata belonya pun membelalak saat menyadari apa yang gadis itu lakukan semalam. Semalam bersama pria yang tak pernah terlintas di hatinya.
Gaby menatap garis wajah Ello dari samping. Wajah tampan khas Indo-Tionghoa tercetak jelas pada laki-laki yang masih mendengkur di sampingnya.
“Kamu memang tampan, tapi aku tak mencintaimu. Aku harap setelah ini, kita akan melupakan kejadian ini dan melangsungkan hidup masing-masing. Karena aku tak ingin melukai kedua orang tuaku dan juga kak Galih,” gumam Gaby sambil menyingkirkan tubuh berotot Ello dari tubuhnya.
Air mata kembali membasahi wajah chubby Gaby. Nasib malang tak ada hentinya menimpa gadis itu. Setelah ia harus kehilangan ingatan selama hidupnya, kini Gaby juga kehilangan kehormatan yang selama ini ia jaga untuk calon suaminya kelak.
Dengan perlahan Gaby mulai beranjak dari ranjang king size laki-laki yang mengaku dokter cinta itu. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba ia sudah berada di atas ranjang.
“Akh! Sakit perih!” rintih Gaby.
Namun sekuat tenaga Gaby berusaha menahan rasa sakit yang terasa menyiksanya itu. Mengingat bagaimana Ello melakukannya dengan kasar dan berulang kali, membuat Gaby ingin segera meninggalkan tempat terkutuk yang sudah merenggut kesuciannya sebagai gadis.
Gaby pun memunguti slig bag dan juga ponselnya yang terjatuh. Memakai piyama tidurnya dengan terburu-buru takut Ello bangun dan memergoki aksinya.
Karena Gaby berniat kabur sebelum pemuda itu terbangun dari tidur.
Dengan sekuat tenaga yang Gaby miliki, gadis malang itu berusaha berlari menjauhi apartemen Ello pria yang sudah mengambil masa depannya.
__ADS_1