Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Gaby Sadar


__ADS_3

Haii guys! Gaby dan Ello come back! 😅


“Ello.”


Sapa tuan Mahesa kepada cucunya Ello. Mendengar namanya di panggil oleh seseorang membuat Ello terkesiap.


“Kakek? Kakek kenapa ada di sini?”


“Harusnya kakek yang bertanya, kenapa kau ada di sini? Tak biasanya kau berada di rooftop ini bukan? Apa ada masalah? Coba ceritakan,” desak tuan Mahesa yang sepertinya tahu cucunya dalam masalah.


Ello pun tidak yakin ia ingin berbagi masalahnya dengan sang kakek, lalu ia beralih menatap asisten Jay seolah meminta pemuda yang umurnya lebih tua sedikit di atasnya untuk pergi.


Tuan Mahesa pun mengerti apa yang cucunya maksud, lalu pria senja itu menyuruh Jay untuk pergi.


“Jay, pergilah tunggu saja di dalam. Ada yang harus aku bicarakan dengan cucuku dan ini bersifat pribadi. Mengerti?”


“Baik tuan, saya permisi dulu.”


Setelah kepergian Jay, Ello mengambil nafas panjang. Sebenarnya ia juga tidak yakin akan berbagi dengan sang kakek. Namun, hanya kakeknya sedari dulu selalu ada untuknya.


“Cerita lah, siapa tahu kakek bisa membantu.”


Ello pun mulai menceritakan pertemuan pertamanya bersama Gaby. Hingga melakukan hubungan pra nikah itu hingga Gaby hamil.


Tuan Mahesa yang mendengarkan pun sedikit terkejut ternyata Ello sudah berani menghamili anak orang. Namun tidak di restui keluarganya. Belum kini mantan tunangannya Gloria mengaku hamil anaknya. Ello semakin pusing di buatnya.

__ADS_1


“Kek, Ello tidak tahu harus berbagi kepada siapa? Mama lebih percaya Gloria daripada Ello anaknya.”


Tuan Mahesa pun merasa iba akan masalah yang di hadapi cucunya. Ia seperti melihat masa mudanya dalam diri Ello.


Mengingat Ello begitu menyayanginya, bahkan selalu memperlakukannya dengan baik. Tuan Mahesa pun menawarkan diri untuk membantu cucu kesayangannya itu.


“Tenanglah, kakek akan membantumu.”


*


*


Di sebuah kamar rumah sakit, nampak keluarga Gaby menanti sadarnya gadis itu dari koma. Gaby sudah menerima donor darah dari Sean. Dan kini tinggal menunggu gadis itu siuman.


Pak Martin dan Bu Murni masih setia duduk di samping brankar putri bungsunya. Sedangkan Ganes tengah menyendiri di sofa yang ada di ruangan itu. Galih suaminya sedang bekerja.


Tak lama pintu ruangan itu terbuka, menampilkan Sean dengan setelan maskulinnya. Di belakangnya ada asisten dan beberapa anak buahnya yang memilih menunggu di luar.


“Bagaimana keadaan Gaby?” tanya Sean dengan tatapan tak lepas dari wajah Gaby yang nampak pucat namun tetap terlihat cantik.


“Gaby belum kunjung siuman tuan Sean,” sahut Pak Martin dengan sopan.


Ternyata selain membantu mendonorkan darah untuk Gaby, ternyata Sean juga menanamkan saham secara cuma-cuma kepada perusahaan milik Pak Martin.


Bu Murni pun beranjak untuk mengambilkan kursi untuk duduk Sean. Meski sebenarnya wanita paruh baya itu tak rela, jika anaknya di jadikan penebus balas budi. Hatinya terasa sakit, namun ia juga tidak punya kuasa lebih dari sang suami.

__ADS_1


Bertepatan dengan itu, jari jamari Gaby mulai bergerak. Kelopak matanya yang lama terlelap perlahan gadis itu buka. Lalu Gaby mencoba mengedarkan pandangan menatap orang yang ada di sekelilingnya.


“Aku ada di mana? Dan.... Siapa dia?” tanya Gaby tepat tatapannya mengarah kearah Sean yang duduk di sebelah kiri brankar pasiennya.


“Aku tunanganmu, calon suamimu,” jawab Sean dengan penuh percaya diri.


Mendengar penuturan Sean yang penuh percaya diri membuat seluruh orang yang ada di ruangan itu pun terhenyak, lalu memandangi satu sama lain.


“Benar Gaby, nak Sean ini calon suamimu. Apa kamu lupa?” timpal Pak Martin.


Gaby pun nampak mengingat-ngingat nama itu. Dan memang kedengarannya tidak asing lagi di indra pendengarannya.


“Ganes, cepat panggil dokter dan suster kesini!” titah Pak Martin.


Ganes yang awalnya ingin menyangkal pernyataan Sean pun mengurungkan niatnya. Tanpa menyahuti berbalik arah hendak melakukan apa yang sudah ayahnya perintahkan.


Tak lama dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Gaby. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter menyatakan Gaby mengalami amnesia Dissociative atau biasa di sebut Dissociative Disorder.


Penyakit hilang ingatan yang pernah Gaby derita dulu, akibat kecelakaan tunggal yang pernah ia alami kini kembali menghampirinya.


Kali ini Gaby bisa mengingat seluruh anggota keluarganya, namun hanya satu nama yang tiba-tiba tak terdata di otaknya yaitu nama sang kekasih yang tak lain Gracello Sanders atau biasa di panggil Ello.


Entah Gaby seakan merasa asing dengan nama itu, padahal saat ini Gaby baru bisa merasakan mencintai Ello. Namun ingatan bawah sadar Gaby seakan merestart kenangan tentang pemuda itu.


Sementara dokter menyuruh Gaby untuk beristirahat, seluruh keluarga Gaby dan juga Sean di haruskan keluar ruangan agar tidak mengganggu pemulihan kesehatan Gaby.

__ADS_1


“Pak Martin, saya sudah putuskan akan menikahi Gaby besok pagi.”


Bersambung...


__ADS_2