
Ingat Gaby! Si Alis Sichan ini sudah memiliki tunangan. Ingat posisimu jangan sampai lengah dan jangan sampai terlena oleh bujuk rayunya.
Gaby berusaha menyugesti dirinya agar tak termakan bujuk rayu dari Ello. Pria yang sudah merenggut kehormatannya dengan tanpa sadar.
Ello menatap intens kearah Gaby yang masih sibuk mengompress dahinya. Menangkap jari-jemari Gaby dan menggenggamnya. Sentuhan Ello menimbulkan percikan aliran listrik yang tak terlihat oleh mata reflek Gaby pun menepisnya.
“Gaby, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Ello ingin tahu.
“Aku hanya ingin melupakan segala lukaku dari mas Galih dan juga darimu, ups!” ungkap Gaby jujur. Namun sedetik kemudian Gaby langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
Mendengar ungkapan jujur Gaby membuat senyum Ello memudar. Keheningan tercipta beberapa menit di antara mereka.
“Gaby, maafkan aku,” ucap Ello sambil menunduk penuh sesal.
“Sudahlah, aku sudah melupakannya. Pertemuan kita juga tidak di sengaja, setelah ini kita kan menjalani hidup kita masing-masing,” ujar Gaby dengan raut wajah dingin dan datar.
“Gaby, aku...”
“Beristirahatlah, aku akan ke bawah membawakan obat dan sarapan untukmu,” potong Gaby tanpa memberi kesempatan Ello berbicara.
Lalu Gaby pun beranjak dari duduknya, namun tangan Ello dengan gesit mencekal lengan gadis itu dan menariknya. Yang otomatis Gaby pun tertarik ke belakang dan terjatuh sambil terduduk di pangkuan Ello.
__ADS_1
Dengan sigap Ello pun menangkap tubuh Gaby dan memeluk tubuh sintal itu dari belakang.
Kyaa!!
“Apa...apa yang kamu lakukan Ello?Ih..Lepaskan!” tanya Gaby tergagap karena gugup berada di pangkuan pemuda beralis tebal itu. Meronta pun percuma karena tenaga Ello lebih besar daripada tenaga yang ia miliki. Meski pemuda itu dalam keadaan sakit sekali pun.
“Biarkan saja sebentar seperti ini,” sahut Ello parau.
Ello pun memeluk erat tubuh Gaby. Menghirup dalam-dalam wangi tubuh yang ia rindukan. Dan berharap semua ini bukanlah mimpinya semata.
Sedangkan Gaby hanya bisa pasrah. Sudah Gaby pastikan, Ello mampu mendengar degup jantungnya yang berdendang bagaikan orang yang menabuh gendang.
Sentuhan hangat kulit Ello membuat darah Gaby berdesir hebat seolah ada aliran listrik yang tak terlihat mengalir cepat dalam nadinya.
Gaby akui pelukan Ello memberikan rasa nyaman tersendiri baginya. Merasa hangat dan terlindungi. Namun akal sehat Gaby masih bekerja dengan baik, ia tak boleh membiarkan Ello mempermainkan dirinya lagi.
“Lepaskan Ello! Jangan permainkan perasaanku seperti ini! Kamu sebentar lagi akan bertunangan!” sentak Gaby kepada Ello.
Ello pun menggeleng pelan meski Gaby tak bisa melihatnya.
“Tawaranku waktu itu masih berlaku Gaby, jika kamu mengijinkan aku untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku waktu itu. Aku akan membatalkan pertunanganku dengan Gloria.”
__ADS_1
“Kamu gila!”
“Ish..lepaskan!” Gaby pun terus meronta-ronta dan akhirnya Ello pun mengalah lalu mengendurkan pelukannya pada tubuh Gaby.
Plaakk!!
“Ini peringatan untukmu! Jangan sentuh aku seenak hatimu! Aku bukan wanita yang dengan mudah kamu sentuh, dan ingat kamu harus tanggung jawab terhadap anak yang Gloria kandung. Kalau tidak, jangan pernah menemuiku lagi! Aku benci kamu!”
Setelah berkata kasar seperti itu Gaby pun berlalu dengan membanting pintu apartemennya. Hatinya terlalu sakit akan perilaku Ello yang kurang ajar terhadapnya.
“Dasar Ello gila, syarap, stress, sinting, crazy, dokter mesyum, buaya darat, tokek belang, kucing garong, biawak rawa, sia bagong teu ngotaklah!” Gaby pun menangis parau. Gaby tidak ingin terjebak dalam cinta segitiga lagi. Apalagi untuk bersaing bersama Gloria sungguh itu sangat mustahil baginya.
Di tempatnya Ello masih termangu akan perkataan Gaby kepadanya.
“Cckk! Gloria hamil? Itu konyol! Aku tak pernah melakukan apa pun kepadanya, Dasar berita fake!”
Sudah Ello pastikan, bahwa Gaby tahu tentang Gloria dari gosip yang beredar. Padahal itu semua hanya berita palsu yang di besar-besarkan saja oleh awak media.
“Yang aku khawatirkan itu kamu Gaby, tapi bagaimana cara untuk membuatmu melakukan test itu? Ah..sial! Sekarang aja Gaby malah semakin membenciku!” gumam Ello frutasi.
Ello pun mengacak-ngacak surainya menahan kesal. Baru saja ia ingin membangun hubungan yang baik dengan gadis itu. Sekarang ia malah membuat gadis itu semakin membencinya.
__ADS_1