
“Dasar anak nakal! Kenapa kau tidak menghubungiku dari awal! Lihat kelakuanmu kau hampir saja merenggut kegadisan anak orang!” cerca suster Eva sambil mengganti gaun Gaby yang basah di balik bilik pasien yang tertutup tirai.
Sedangkan Ello tengah merapikan kemejanya yang basah untuk membawanya ke jasa pinatu.
Suster Eva adalah wanita lanjut usia yang usianya sudah hampir 60 tahun namun semangatnya masih enerjik. Suster Eva adalah mantan baby sitter Ello semasa kecil, untuk menghargai jasa perempuan yang sudah mengabdi lama pada keluarganya itu. Ello lebih memilih memperkerjakan wanita lanjut usia itu daripada memperkerjakan suster muda yang cantik.
“Maaf, suster Eva.” (aku memang sudah merenggut kegadisannya satu kali, dan hampir kedua kalinya)
Tentu saja kalimat terakhirnya itu hanya Ello ucapkan dalam hati saja.
“Maaf..maaf! Kamu kan dokter El seharusnya kamu tahu apa yang harus kamu lakukan bukan malah ikut tergoda! Lihat nanti bagaimana bibi harus menjelaskan kepadanya?” bibi Eva terus mengomel memarahi kecerobohan Ello.
Kini Gaby dalam keadaan tertidur akibat obat penenang yang suster Eva suntikan pada gadis itu. Untuk menahan hasrat Gaby yang menggebu, sampai saatnya reaksi obat itu menghilang sampai waktu 24 jam kemudian.
Suster Eva marah-marah bukanlah karena sebab, sebab hari masih petang. Namun perempuan paruh baya itu di kejutkan oleh majikan mudanya, yang memanggil via video call dan mendapati tuan muda El tengah bersama gadis yang dalam pengaruh obat perangsang tentu saja ia terkejut.
Mau tidak mau, malam itu suster Eva berangkat menuju klinik dimana kini ia tengah mengabdikan akhir hidupnya. Di usianya yang sudah senja, tentu saja tidak ada lagi orang yang memakai jasanya. Apalagi ia tidak memiliki anak.
Maka dari itu ia memutuskan menjadi baby sister di setengah hidupnya. Menjadi pengasuh dari tuan muda Sanders yang tampan namun culun. Suster Eva suka tersenyum jika mengingat masa kecil Gracello, yang seorang pria kecil yang cengeng.
Jadi suster Eva merasa beruntung, beranjak dewasa tuan muda dari keluarga Sanders itu masih membutuhkan jasanya. Dan menjadikannya suster di klinik yang Ello jalankan sekarang.
Berkat pengalamannya di bidang farmasi dan juga mantan asisten dokter tentu tidak akan sulit bagi suster Eva untuk menjalani tugasnya. Bahkan ia tak kalah gesit dari suster-suster muda pada umumnya.
__ADS_1
“Habis bagaimana sus? Dia terus menggodaku, El kan juga lelaki normal tentu saja tergoda,” cicit Ello membela diri.
Suster Eva pun memukul pelan kepalan Ello dengan nampan stainless di dekatnya.
Tuang!
“Haduh! Sakit suster Eva.”
“Mau tergoda atau tidak tetap saja ia termasuk pasienmu El! Kamu harus tetap memegang kode etik sebagai dokter. Tapi tunggu sebentar, apa ini gadis yang membuatmu meninggalkan acara pertunanganmu bersama nona Gloria?” tanya suster Eva mengintimidasi.
Ello pun mengembangkan senyum pepsodentnya, hingga semua gigi barisan terdepannya terlihat.
“Kok suster Eva bisa tahu?” Pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja dari mulut tuan muda Sanders yang belum menyadari perbuatannya.
Tuang!
“Haduh, suster kenapa suster Eva memukul kepala El lagi? Nanti El gegar otak terus kepandaian El hilang bagaimana?” keluh Ello sambil mengaduh.
“Biarkan saja! Memang kamu sudah bodoh! Kenapa cinta tiba-tiba bisa membuatmu bodoh seketika! Asal kamu tahu, acara pertunanganmu kemarin di siarkan secara live di stasiun televisi lokal tentu saja semua orang tahu!” sungut suster Eva yang merasa gemas akan kelakuan Ello.
Ello pun hanya menyengir di tempat.
“Maafkan El suster Eva, sebenarnya El tidak ingin bertunangan dengan Gloria. Hati El sudah di miliki oleh wanita lain. Namun mama Lusi terus memaksa El untuk menikah dengan wanita pilihannya itu.”
__ADS_1
Suster El pun menghela nafas beratnya. Semenjak kecil ia sangat mengenal siapa Gracello atau pemuda yang sering di sapa Ello itu. Ello merupakan tipe anak yang tidak ingin di paksa perihal kehidupan pribadi.
Setahu suster El, hanya satu gadis yang berhasil menjerat hati tuan mudanya yang pasif itu. Yaitu Ganes Aura sahabat Ello yang berada di Indonesia. Namun ia juga sudah mencuri dengar bahwa gadis bernama Ganes itu kini sudah menikah.
Siapa sangka, begitu kembali ke Singapore lagi tuan mudanya kini sudah menemukan penggantinya? Siapa gadis ini hingga bisa membuat Ello seperti menginginkannya? mengingat Ello tipe pria yang susah di dekati oleh perempuan mana pun.
Tak lama gawai cerdas Ello berdering menampilkan nama Mama Lusi di sana.
“Gawat! Mama telepon sus, pasti mama akan marah-marah ini.”
“Sudah angkat saja El, jangan buat mamamu semakin marah nanti. Kamu kan pintar, berikan saja alasan yang berbobot agar nyonya tidak jadi marah bilang saja ada pasien dadakan yang harus di rawat.”
“Suster Eva benar! Ello sayang sama suster Eva! Muuach!”
Ello pun mengecup singkat pipi suster Eva yang sudah mengendur. Di balas senyuman oleh perempuan berumur senja itu. Karena tidak memiliki anak, hatinya terasa menghangat mendapat perlakuan sayang dari majikan mudanya itu.
“Ello nitip Gaby ya sus, tolong jaga Gaby dengan baik. El akan segera kembali jika urusan El dengan mama selesai.”
“Kamu tenang saja.”
Ello pun berlalu sambil menerima panggilan itu berniat ingin menemui sang mama dan menjelaskan kepergiannya tanpa ijin di tengah-tengah acara.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya reders tercinta..
__ADS_1
Biar otor bisa semangat up trus..😘🤗