
“Glor, aku tahu perasaanmu. Aku juga pernah merasakan seputus asa itu. Tapi tolonglah jangan seperti ini, kau akan berhadapan dengan hukum jika berani nekat,” bujuk Gaby memperingatkan.
“Aku tak peduli dengan hukum! Yang ku ingin hanya mati! Dan sepertinya akan semakin seru, jika kita bisa mati berdua di sini, bagaimana ideku? Bagus bukan?” ucap Gloria dengan senyum menyeringai.
Gloria pun mengeluarkan pisau belati dari dalam saku jaket kulit yang wanita itu kenakan. Lalu mengacungkannya ke arah Gaby yang sedang duduk dan dalam kungkungan wanita itu.
“Glor, please jangan nekat seperti ini Glor. Jika seperti ini semua usahamu untuk balas dendam kepada Ello akan sia-sia. Kamu tahu? Ello mendekatiku hanya ingin bersama kakakku. Ya Ello adalah mantan kekasih kakakku,” pancing Gaby berusaha mengelabui Gloria dan mengulur waktu yang ada.
Karena Gaby yakin, saat ini Ello pasti sudah mencari jejaknya. Gaby berharap baik Ello mau pun polisi setempat bisa menemukan dirinya sebelum nyawanya mati di tangan Gloria. Karena Gloria adalah wanita psikopat.
Gloria nampak bermain-main dengan belatinya dengan cara menjilati permukaan belati itu. Seolah bekas memotong sesuatu yang begitu enak.
“Kamu tahu Gab, impianku sedari dulu ingin menjadi orang kaya. Dengan menjadi orang kaya, orang-orang tidak akan meremehkan bahkan memandang rendah keluargaku.”
Sesaat buliran bening merembes loloh dari kedua bola matanya. Gloria menunduk lesu, mengingat bagaimana perjuangan hidupnya agar bisa di pandang dan di hargai oleh orang-orang selama ini.
__ADS_1
“Ibuku adalah seorang janda yang di tinggal mati suaminya. Janda yang di karuniai dua orang anak yaitu aku dan juga adikku yang mengidap penyakit autisme. Kehidupan kami sangat miskin. Jangankan untuk berbelanja pakaian, untuk makan sehari-hari aja susah.”
Gloria pun menjeda kalimatnya, lalu menarik nafasnya berat. Masa-masa itu memang terasa sulit baginya dan keluarga. Suratan takdir memang begitu kejam, namun lebih kejam lagi adalah ucapan dari lidah tak bertulang.
“Di umur 12 tahun, aku harus bekerja keras menjadi pemulung barang rongsokan demi memenuhi kebutuhan kami. Sebagai kakak pertama, tentu tanggung jawab berada di pundak kecilku ini. Karena ibuku sudah mulai sakit-sakitan.”
“Suatu hari, aku pergi memulung. Saat aku melihat tumpukkan barang bekas. Aku mengambilnya, lalu tiba-tiba datang seseorang menghardikku. Aku ketakutan kala itu.Takut aku bakal di marahin orang itu.”
“Awalnya pria itu marah, karena barang bekas yang aku ambil adalah jerih payahnya. Namun setelahnya dia tersenyum, lalu dia membaikiku dengan mengajakku mampir ke rumahnya. Aku tidak ada firasat apa pun. Aku memang gadis yang polos kala itu. Siapa sangka, sampainya di dalam ia langsung menerkamku. Memaksaku untuk membuka seluruh pakaianku. Karena ia sudah tidak sabar, ia robek seluruh pakaianku hingga aku telanjang. Kau tau apa yang terjadi denganku selanjutnya?”
Gloria menatap Gaby dengan tatapan sedih. Selama ini ia hanya sendiri, tidak ada yang bisa memahami duka hatinya. Bahkan dengan kekasihnya sendiri pun.
Sambil mendengarkan cerita Gloria, Gaby berusaha melepaskan tali yang mengikat pergelangan tangan dengan kursi yang ia duduki. Setidaknya mendengarkan Gloria bercerita bisa mengulur waktu sebentar.
“Kau benar, sebelum memperkosaku. Ia melakukan penyiksaan seksual terhadapaku. Ia memasukkan sesuatu pada organ intimku hingga berdarah. Lalu setelah itu ia menyetubuhiku. Duniaku kala itu runtuh begitu saja. Kejadian itu berlanjut terus menerus. Ia bakal memberiku uang untuk biaya hidup dengan syarat, aku harus melayani nafsu bejatnya setiap hari. Tidak ada pilihan lain aku pun menerimanya.”
__ADS_1
“Kenapa kau malah menerimanya?” protes Gaby yang tak terima dengan keputusan Gloria muda.
“Aku tidak ada pilihan lain, keluargaku butuh makan. Ibuku mulai sakit-sakitan, sedangkan adikku pengidap autisme dengan tantrum yang parah. Hanya aku harapan mereka. Hingga aku jenuh dengan semua itu, aku meracuni pria itu dan mengambil seluruh harta yang ia punya. Ternyata ia orang kaya yang menyamar jadi pengemis dan pemulung, cckk!”
Gaby pun terperangah akan pengakuan Gloria yang nekat membunuh orang. Gaby juga tak menyangka, kehidupan masa Gloria yang seorang model terkenal, cantik dan juga selalu berpenampilan elegan itu begitu menyedihkan. Lebih buruk dari kisah percintaannya bersama Galih dulu.
“Lalu setelah itu, uang pria itu ku gunakan untuk mendaftar sebuah ajang pencarian bakat. Aku lolos menjadi finalis model terbaik. Namun siapa kira, ketika aku akan tanda tangan kontrak kerja. Sang manajer menawariku sesuatu yang begitu menggiurkan. Aku akan di jadikan bintang iklan dan model ternama dengan banyak promosi. Namun dengan syarat, aku harus melayani nafsunya yang tertahan setiap melihatku sesi pemotretan dengan tema bikini. Katanya aku begitu sexy.”
“Lalu apa yang terjadi kemudian?” Gaby berusaha memahami arah pembicaraan Gloria, di samping ia berjuang melepaskan tali yang mengikat tangan serta kakinya itu.
“Tentu saja aku menerimanya. Bagiku keperawananku sudah tidak penting lagi. Yang penting aku bisa menghasilkan uang. Bisa membeli apa pun yang aku inginkan, sambil membiayai cuci darah ibuku. Apa pun akan aku lakukan demi kami bisa bertahan hidup.”
“Hingga aku bertemu Ello, awalnya kami teman kuliah biasa di Singapore ini. Lama kelamaan hubungan kami semakin dekat, aku sudah bermimpi menjadi nyonya muda keluarga Sanders karena ku tahu keluarga El amat sangat kaya. Namun siapa sangka, suatu ketika aku mengetahui bahwa manajer Andi adalah ayah daripada Ello. Siapa tak mengira, dunia ini begitu sempit!”
“Selingkuhanku adalah ayah dari kekasihku, dan kekasihku adalah anak dari selingkuhanku! Ku kira Ello adalah pria yang polos, ternyata ia mengetahui hubunganku dengan ayahnya. Ya begitulah, duniaku hancur seketika. Semua ini gara-gara Ello!” geram Gloria kepada Ello.
__ADS_1
“Dan itu semua gara-gara kehadiranmu yang semakin memperburuk hubungan kami Gab, kau yang membuat Ello jadi membenciku! Jadi bisakah kita memulai permainannya sekarang?” ucap Gloria sambil tersenyum menyeringai.
Bersambung...