
“Jadi Gaby mengalami hilang ingatan ganda dan hanya bisa mengingat nama Galih suamimu?” tanya Ello untuk menyakinkan kembali apa yang sudah Ganes ceritakan kepadanya.
Ello tampak berfikir sejenak dengan apa yang di jelaskan oleh Ganes yang duduk di sampingnya. Kini kedua sahabat lama itu duduk berdua di luar tepatnya di kursi tunggu.
Ganes pun mengangguk tanda mengiyakan tanya Ello.
“Apa kamu tahu tentang penyakit itu El? Kamu kan sudah menjadi dokter sekarang,” tanya Ganes ingin tahu.
Ello pun menggeleng pelan.
“Hanya dokter spesialis syaraf yang mengerti itu Nes, sedangkan aku hanya dokter umum biasa,” sahut Ello dengan wajah penuh sesal.
“Oiyaa..aku ucapkan selamat atas pernikahanmu bersama Galih, maaf aku tidak bisa hadir karena tugasku menumpuk di singapura menjelang kepindahanku kemari. Aku lihat Galih begitu mencintaimu. Hanya aku merasa kasihan, ia harus di jadikan tumbal untuk kesembuhan Gaby.”
“Terima kasih El, tapi mau bagaimana lagi Gaby hanya bisa mengingat mas Galih. Aku sendiri sempat terkejut saat tahu ternyata Gaby selama ini menyukai mas Galih, sampai hilang ingatan pun hanya mas Galih yang bisa Gaby ingat,” ujar Ganes dengan menunduk lesu.
“Kamu yang sabar Nes, aku doakan semoga Gaby cepat sembuh. Aku akan membantu sebisaku untukmu.”
“Terima kasih El, oiya..kapan kamu menikah?”
“Aku menikah? Aku masih menunggu dia sadar akan perasaanku ini Nes,” ungkap Ello mengulas senyum.
Deg!
Hati Ganes merasa tak tentu arah, apakah yang sahabatnya Ello maksud itu adalah dirinya? Mengingat hanya Ganes seorang teman perempuan pemuda itu di tanah air ini? Sedangkan sekarang, ia sudah berubah status. Sudah bukan wanita single lagi.
__ADS_1
Jangan bilang wanita itu aku El, hatiku tidak yakin untuk tidak goyah jika ternyata yang kamu maksud wanita itu aku.
Wanita berparas ayu nan meneduhkan itu hanya bisa membatin dalam hati. Sebenarnya sudah lama Ganes menyimpan perasaan untuk Ello, namun Ganes berusaha menepisnya karena tak ingin kehilangan persahabatan mereka.
Kini perasaan itu sedikit kembali mencuat ke permukaan setelah kembalinya Ello dalam hidup Ganes.
Ganes! Kamu jangan egois, kamu sudah punya mas Galih. Ya mas Galih suamiku sekarang, hanya mas Galih yang boleh aku cintai. Pekik Ganes dalam hati.
Tak lama pintu kamar inap Gaby pun terbuka, menampilkan Galih dengan wajah lusuhnya. Melihat Ganes dan temannya Ello duduk berdampingan membuat hati Galih seketika menjadi berang.
Dengan posesif Galih merebut tempat duduk Ello yang berada di dekat istrinya Ganes.
“Permisi!” seru Galih ketus.
Melihat sikap Galih yang posesif hanya membuat Ello tersenyum, setidaknya temannya Ganes sudah memiliki seseorang yang mampu melindungi wanita berhati lembut itu.
“Ello, maaf ya.”
“Tidak apa-apa Nes, aku pergi dulu ya. Ada pasien yang sudah menunggu, Lih gue nitip Ganes tolong jaga Ganes dengan baik ya,” ujar Ello sambil menepuk pelan bahu Galih.
Namun Galih langsung menepisnya.
“Itu sudah jadi kewajiban gue sebagai suami Ganes!” tekan Galih kearah Ello.
Ello pun hanya mengulas senyum atas keketusan yang Galih layangkan kepadanya. Sebagai sesama pria, Ello mampu memahami arti sikap ketus Galih sebagai bentuk proteksi pria tersebut untuk melindungi hubungannya bersama sang istri.
__ADS_1
Ya siapapun tahu, bahwa jika kamu sudah membina rumah tangga dengan orang yang kamu cintai. Jangan biarkan orang lain masuk dalam kehidupanmu, meski itu seorang sahabat atau pun saudara jauhmu sekali pun. Karena setan banyak akal untuk merusak rumah tangga dari celah mana pun.
Tanpa berucap sepatah kata lagi, Ello berlalu meninggalkan kedua pasangan suami istri itu.
*
*
2 hari kemudian....
Hari ini Gaby sudah di perbolehkan pulang dengan catatan, harus kontrol seminggu sekali selama sebulan. Dan rutin mengikuti fisioterapy.
Gaby menatap rumah megah di hadapannya. Rumah megah itu pula yang sudah melukis kenangan di hidup Gaby. Sayangnya, gadis itu sudah memformat habis kenangan itu. Kini hanya rasa asing yang Gaby rasakan.
“Apakah ini benar rumahku? Kenapa aku tidak bisa mengingat sedikit pun,” gumam Gaby yang mengedarkan pandangannya menatap isi rumah yang nampak berkilau karena kebanyakan berisi hiasan yang terbuat dari kaca.
“Benar sayang, ini rumah kita. Kamu ingat? Di sana ada pernak pernik yang berbentuk putri duyung kesukaanmu,” sahut bu Murni sambil membelai anak rambut putri bungsunya dengan sayang.
Apapun akan Bu Murni dan Pak Martin lakukan demi mengembalikan ingatan putrinya. Karena rasanya begitu sakit, orang tua mana yang ingin anaknya yang ia rawat sedari kecil melupakan kehadiran mereka begitu saja.
Bu Murni pun menuntut Gaby menuju kamarnya, di belakangnya di ikuti Pak Martin serta Ganes dan juga Galih. Demi kemulusan rencana Ganes mengembalikan ingatan Gaby, ia rela mengorbankan bulan madunya bersama Galih. Dan memilih tinggal di rumah orang tuanya itu.
“Sebentar, kak Galih! Apa kakak sudah lama mengenal keluargaku? Lihat foto kaka ada disini!”
To be continue..
__ADS_1