
Paginya keluarga Gaby berkumpul dengan lengkap untuk melakukan sarapan bersama. Ada Pak Martin, Bu Murni dan juga Ganes kakaknya yang akhir-akhir ini sering menginap. Tak lupa Galih juga turut serta melengkapi kursi yang kosong pada meja makan berbentuk bulat tersebut.
Bu Murni dan Pak Martin juga sudah terbiasa sedari dulu dengan kehadiran Galih. Apalagi kini pemuda itu sudah menjadi menantu mereka.
Gaby pun baru saja turun dari lantai 2 kamarnya lalu mencalikkan bokongnya pada kursi kosong yang tersisa. Perasaan Gaby hari ini sudah sedikit agak lega, karena ia sudah terlepas dari Ello yang sebulan ini terus membayangi hari-harinya.
“Pagi ayah, ibu, kak Ganes dan juga kak Galih!”
“Pagi juga Gaby!” balas Galih yang mewakili sang istri yang hanya termangu.
“Pagi juga sayang, sepertinya hari ini kamu bahagia sekali boleh ibu tahu apa yang membuat merasa senang seperti ini?” tanya Bu Murni penuh perhatian sambil menyuapkan 2 sendok nasi goreng ke dalam piring kosong Gaby.
“Tidak ada ibu, Gaby hanya merasa lebih baik saja.”
Sedangkan Ganes yang baru saja di sapa oleh adiknya, merasa sangat terharu. Sudah sebulan lebih Gaby mengacuhkan dirinya dan menganggap Ganes itu tidak pernah ada. Hari ini Gaby memanggil namanya seperti saat hubungan mereka masih baik-baik saja.
“Kak Ganes kenapa kaka menangis?” tanya Gaby yang melihat Ganes terdiam terpaku sambil menitikan air mata.
Sedangkan Galih, pemuda itu tidak tahu harus bersikap seperti apa. Sedangkan ia masih dalam sandiwara menjadi kekasih Gaby. Tidak mungkin tiba-tiba ia merengkuh tubuh sang istri yang sedang menangis di hadapan Gaby.
“Oh..tidak apa-apa, kakak merasa bahagia saja kamu sudah sehat sekarang.”
Ganes pun mengusap sendiri air matanya.
“Ini semua berkat kalian yang sudah merawat Gaby dengan sungguh-sungguh. Gaby ucapkan terima kasih banyak.”
“Oh..iya ayah dan ibu, Gaby akan mengambil beasiswa Gaby yang ada di Singapura. Gaby harap, ayah dan ibu mengijinkan Gaby untuk berkuliah disana,” ungkap Gaby kemudian.
Semalam Gaby sudah memikirkan cara untuk melupakan rasa sakit yang pernah ia rasakan. Ya Gaby sudah bisa mengingat semuanya. Mengingat siapa Ganes dan juga Galih.
Karena sebuah foto pernikahan yang tak sengaja Gaby temukan di gudang. Membuat Gaby bisa mengingat semua yang sempat terlupa dari ingatannya.
__ADS_1
Kali ini Gaby tidak akan menyia-nyiakan hidupnya kembali. Gaby bertekat akan melanjutkan hidup kearah yang lebih baik. Dan satu-satunya cara, ialah ia harus meninggalkan semua rasa sakit yang pernah ia rasakan.
Hanya ini yang bisa Gaby lakukan, agar kak Galih tidak harus terus-terusan berpura-pura menjadi kekasihku. Dari sini saja aku bisa melihat, betapa kak Galih sangat mencintai kak Ganes. Betapa jahatnya aku jika sampai mereka berpisah hanya karena perasaan konyolku ini. Gaby harap kalian akan menjadi keluarga yang bahagia selamanya.
Semua yang ada di meja makan hanya terdiam dan saling pandang satu sama lain. Kini tibalah Pak Martin bersuara menanggapi pernyataan putri bungsunya barusan.
“Apa kamu yakin Gaby? Kamu akan meninggalkan kami semua disini?” tanya Pak Martin yang sebenarnya enggan melepas Gaby menjauh.
“Oh..hayolah ayah, Singapura itu tidak jauh. Hanya perjalanan 1 jam 40 menit dari sini. Apa ayah mau putrimu ini begini-begini saja? Ini tu sudah jadi impian Gaby sedari dulu, apa ayah akan memupuskan cita-cita Gaby?” rayu Gaby kepada Pak Martin.
Rencananya Gaby akan melanjutkan kuliahnya di Singapura dengan mengambil jurusan yang sama yaitu Administrasi Bisnis dengan gelar MBA (Master of Business Administration).
Seperti cita-cita Gaby yang ingin menjadi seorang pembisnis yang handal. Karena wanita itu tidak boleh kalah dari laki-laki. Gaby membuktikan bahwa Wanita juga bisa menjadi seorang pembisnis yang hebat.
Kenapa Gaby memilih negara Singapura untuk melanjutkan studynya? Karena Negara Singapura merupakan pusat perekonomian terbesar ketiga di dunia. Selain itu, pelabuhan Singapura adalah lima pelabuhan tersibuk di dunia. Patung Merlion berupa singa putih adalah salah satu maskot yang jadi simbol negara Singapura. Salah satu destinasi belanja paling popular di Singapura adalah Orchad Road.
“Baiklah, dengan satu syarat kamu harus sering mengabari kami. Dan berhati-hatilah jika tinggal di sana. Nanti ayah akan coba hubungi teman ayah yang ada di sana, kamu bisa meminta tolong padanya jika mengalami kesulitan.”
Dari tempatnya Ganes dan Galih saling terdiam mendengarkan celotehan Gaby bersama kedua orang tuanya. Mereka sama terkejutnya dengan keputusan Gaby yang sangat mendadak ini. Dan sikap Gaby terhadap Galih yang berubah menjadi biasa saja.
Ganes pun menendang kecil kaki Galih yang duduk di depannya tepat di samping Gaby. Seolah mengerti apa yang istrinya maksud, Galih pun ingin mengajak Gaby berbicara.
“Sebelum berangkat bekerja, kakak ingin bicara kepadamu Gaby.”
“Oh...boleh kak, setelah sarapan ya.”
Tak lama acara sarapan pagi mereka pun usai. Pak Martin bersiap pergi ke kantor bersama Ganes dan juga Galih yang memang bekerja dalam satu perusahaan.
“Gaby, kita harus bicara mari ikut kakak,” ajak Galih untuk pergi ke tempat lain.
Galih pun mengajak Gaby untuk duduk di taman depan rumah mertuanya. Dan dengan canggung Galih mulai bertanya mengenai hubungan bersama Gaby.
__ADS_1
“Katakan, apa yang ingin kak Galih bicarakan sama Gaby?”
Tak jauh dari tempat Gaby dan Galih, Ganes turut mendengarkan apa yang akan suaminya bicarakan kepada adiknya Gaby.
“Gaby, jika kamu ingin berkuliah ke Singapura, lalu bagaimana dengan hubungan kita?” tanya Galih ambigu sudah jelas hubungan mereka hanya pura-pura saja.
Gaby hanya tersenyum hambar. Hubungan apa yang sedang Galih bicarakan? Gaby sudah tahu semuanya. Hubungan itu tidak ada. Hanya dirinya saja yang berharap hubungan itu benar-benar ada.
“Kak Galih, sudahi semua sandiwara ini. Gaby sudah lelah, Gaby ingin melanjutkan hidup dengan normal.”
“Mak..maksud kamu apa Gaby? Kakak tak mengerti?” sahut Galih dengan pura-pura tak tahu apa-apa.
“Kak Gaby sudah tahu, kalau kak Galih itu sebenarnya bukan pacar Gaby. Kak Galih itu adalah kakak ipar Gaby!”
“A..apa jadi..jadi kamu sudah ingat semuanya Gaby?” tanya Galih terkejut bukan main.
“Iya Gaby sudah ingat semuanya. Awalnya Gaby shock, cuma Gaby sekarang berusaha untuk mengerti saja. Bahwa cinta itu tak selamanya harus memiliki,” ungkap Gaby sambil berlinang air mata.
“Gaby, bukan maksud kakak tak bisa membalas cintamu. Hanya perasaan itu memang tidak ada, maafkan kakak Gaby. Kakak yakin, kamu pasti akan menemukan kebahagiaan yang lebih selain bersama kakak. Tapi bagaimana dengan yang waktu itu?” tanya Galih lagi mengingat apa yang pernah terjadi sebulan yang lalu.
“Maafkan Gaby kak, sebenarnya itu hanya rencana Gaby saja untuk bisa memiliki kak Galih seutuhnya. Namun setelah itu Gaby sadar, cinta kak Galih bukan untuk Gaby tetapi untuk kak Ganes.”
“Maksudmu apa Gaby?”
“Sebenarnya kita tidak pernah melakukan apa pun, maafkan waktu itu Gaby membuka kancing baju kaka tanpa ijin. Seolah kita sudah melakukan sesuatu, tapi sebenarnya kejadian itu tidak ada.”
Galih mulai mengerti apa yang Gaby maksud. Ia juga tidak bisa marah terhadap Gaby. Bagaimana pun, Galih yang sudah menipu lebih dulu Gaby dengan berpura-pura menjadi kekasih gadis itu.
Dari tempat lain Ganes mendengarkan sambil membungkam mulutnya sendiri. Air matanya luruh seketika mendengar pengakuan adiknya Gaby. Ganes bersyukur Gaby sekarang lebih dewasa dalam menyikapi suatu masalah. Dan lagi Ganes merasa lega, ternyata hubungan Gaby dengan suaminya itu tidak benar-benar ada.
TBC...
__ADS_1