
“Kau sudah bangun nona kecil?”
“Gloria!” ucap Gaby terkejut.
Tentu saja Gaby terkejut, sudah lama ia tak melihat mantan tunangan Ello tersebut. Kini ia berada di tengah lautan di atas kapal berdua dengan wanita itu. Apa sebenarnya yang wanita itu rencanakan? Batin Gaby.
“Kau masih mengenalku dengan baik ternyata. Tentu saja, aku adalah tunangan Ello. Jika bukan kehadiranmu mana mungkin El berpaling dariku!” ucap Gloria dengan geram.
“Aku tak pernah merebut Ello darimu Glor, demi Tuhan. Kata Ello, kamu lebih dulu mengkhianatinya,” kilah Gaby membela diri.
Gloria pun maju selangkah, dan langsung mencengkram rahang Gaby dengan kuat.
“Tahu apa kau tentangku gadis kecil! Aku dan Ello sudah berpacaran bertahun-tahun. Aku lebih mengenal Ello darimu. Ello sebenarnya tidak bisa melupakanku, oleh sebab itu ia memanfaatkan dirimu hanya sebagai pelariannya semata!” ucap Gloria dengan tajam.
__ADS_1
“Tidak mungkin!”
“Tidak mungkin katamu! Pria kalau sudah merasakan kenikmatan mana mungkin bisa berpaling. Aku sudah memberinya kenikmatan yang belum pernah ia rasakan dari gadis mana pun. Jadi jangan mudah tertipu jika bilang kau lah yang pertama. Laki-laki memang seperti itu, dasar bodoh!” umpat Gloria kearah Gaby.
Tak terasa air mata berlinang membasahi kedua bola mata Gaby. Gaby masih tak percaya akan ucapan Gloria barusan, namun akal sehatnya justru membenarkan. Ello adalah pengusaha muda yang tampan dan juga seorang dokter. Sudah pasti banyak wanita yang rela mengantri untuk menyerahkan mahkotanya dengan sukarela.
Terlalu bodoh jika ia mempercayai Ello begitu saja. Ello sama tampan dan juga sama kayanya seperti Sean. Tentu saja pria beralis tebal itu bisa berbuat sesuka hati mereka seperti yang Sean lakukan. Bahkan untuk mendapatkan seorang gadis tinggal mengedipkan mata saja, tentu mereka akan menyerahkan miliknya dengan mudah.
“Lalu apa maumu Glor? Jika kau ingin kembali dengan Ello ambil saja. Aku tak begitu menginginkannya,” tanya Gaby.
“Tutup mulutmu Glor! Anakku bukan anak haram. Dia punya ayah, tapi sepertinya ada orang miskin yang membutuhkannya daripada kami.”
“Kurang ajar! Jangan merasa besar kepala karena Sean dan Ello menginginkanmu. Itulah mengapa aku membawamu kesini. Aku ingin membuat Ello merasakan kehilangan orang terkasihnya seperti apa! Apa kau tau? Ibuku meninggal karena ulah Ello! Ello yang sudah membuat hidup dan karirku sebagai model hancur!”
__ADS_1
Beberapa waktu lalu ibu Gloria meninggal dunia karena penyakit gagal ginjal yang di idapnya dan juga telat penangan oleh medis. Waktu itu Gloria tidak memiliki uang untuk biaya cuci darah ibunya, sehingga penyakit ibunya pun kambuh hingga membuat perempuan paruh baya itu tak sadarkan Diri.
Tak lama dokter pun usai memeriksa ibunya, dan ibunya Gloria di nyatakan meninggal dunia akibat penyakit gagal ginjal akut yang di deritanya.
Gloria pun menangis pilu. Kini ia tidak ada pegangan lagi untuk hidup. Semua keluarga, hidup dan karirnya hancur seketika. Gloria tak menyangka efeknya bisa separah ini. Dan kini tujuan hidupnya hanya satu yaitu membalaskan dendamnya kepada Ello. Tersangka utama yang membuat karir dan hidupnya hancur berkeping-keping.
“Lepaskan Glor! Sakit!”
“Itulah yang aku inginkan! Aku ingin kau merasakan sakit sama seperti apa yang aku rasakan! Bagaikan hidupmu hancur dan hanya bergantung jadi budak pemuas nafsu belaka! Sakit Gab! Sakit!”
“Semua orang menjauhiku. Ibuku pun ikut meninggalkanku seorang diri dalam lumpur dosa ini. Jika saja kau tak hadir, sudah pasti aku akan menjadi nyonya muda Sanders, hahaaa.”
Gloria pun tertawa parau bagaikan seorang psikopat yang tengah menahan rasa sakit yang begitu besar. Gaby turut prihatin atas apa yang menimpa hidup Gloria. Dan ia juga tak bermaksud merebut Ello dari wanita itu. Takdirlah yang mempertemukan mereka. Sekali pun ingatan tentang Ello sudah di hapuskan oleh alam.
__ADS_1
Bersambung...