Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Ello Galau


__ADS_3

Sampai di mansion keluarganya Ello melemparkan jasnya dengan kasar di hadapan sang ibunda.


Srak!!


“Ello! Apa-apaan ini? Kamu sadar apa yang sudah kamu lakukan?” geram Mama Lusi sambil berkacak pinggang di hadapan putranya.


“Mama yang apa-apaan?! Kenapa mama menyebarkan berita ke media yang tidak-tidak tentang Ello!”


“Sayang, sebentar mama tak mengerti. Maksud kamu apa nak? Mama tak mengucapkan apa pun kepada media? Mama belum bikin statemen apapun.”


“Jangan bohong ma, wartawan mengira Gloria hamil sehingga kita buru-buru bertunangan. Padahal mama tahu sendiri Ello sudah lama putus dengan Gloria!” sungut Ello penuh emosi.


“Mama bersungguh-sungguh Ello, tapi jika benar Gloria hamil itu akan menjadi berita yang membahagiakan. Karena mama sebentar lagi akan menimang cucu!” seru Mama Lusi yang malah bahagia mendengar kabar kehamilan Gloria.


Mama Lusi sangat menginginkan Gloria menjadi menantunya, semanjak pertemuan pertamanya dengan Gloria. Lusi sudah jatuh hati dengan gadis blasteran tersebut.


“Astaga mama!!” Ello pun menjambak-jambak surainya yang pendek menahan kesal.


Rasanya percuma jika mengadu ke mamanya malah membuat wanita paruh baya itu terlonjak kegirangan.


Tanpa permisi Ello meraih jasnya kembali dan beranjak keluar mansion menuju mobilnya.

__ADS_1


“Ello! Ello ! Mau kemana lagi kamu Ello?!” teriak Mama Lusi seperti orang kesetanan.


“Ello pusing! Ello butuh hiburan ma!”


Mobil sport Ello pun melesat meninggalkan pelataran mansion keluarganya.Ello pun menjambak-jambak rambutnya kembali menyalurkan rasa kesal yang tidak bisa ia ucapkan.


Kenapa ia harus di jodohkan dengan Gloria kembali, meski Ello tak pernah serius menjalani hubungan dengan Gloria dulu. Setidaknya Ello menghargai Gloria yang memang menyatakan cinta kepadanya terlebih dahulu, namun suatu hal mendesak membuat Ello harus memutuskan gadis itu begitu saja.


Tiba-tiba bayangan Gaby melintas begitu saja di ingatan Ello.


“Andai wanita itu kamu, aku tidak akan berfikir dua kali untuk menerima perjodohan ini Gaby. Apakabarmu sekarang?” gumam Ello sambil menatap ikat rambut dengan aksesoris kelinci yang pemuda itu genggam.


Semenjak malam itu, bayangan Gaby benar-benar menyita seluruh hati dan fikiran Ello. Membuat Ello mampu melupakan perasaan cintanya yang sudah lama ia simpan untuk Ganes.


Ello memilih memarkir mobilnya ke sebuah club, mungkin dengan minuman akan mampu meringankan sedikit beban fikirannya.


Saat baru meneguk minuman berwarna kuning jernih itu, tanpa sadar Ello memuntahnya kembali tanpa sadar.


Seolah lambung Ello menolak untuk menerima minuman berakohol itu. Padahal minuman yang Ello minum kadar alkoholnya masih rendah di banding minuman berakohol lain.


Ello masih memuntahkan seluruh isi perutnya sampai lemas, dan menatap jijik kearah minuman itu. Ello tak mengerti, biasanya ia akan baik-baik saja jika minum alkohol. Bahkan ia mampu menghabiskan 4 botol sekaligus.

__ADS_1


Namun sekarang baru satu teguk saja Ello sudah mabuk duluan. Terpaksa Ello memutuskan untuk pulang. Namun bukan pulang ke mansion keluarganya, Ello malah pergi menyewa sebuah apartemen.


Dengan langkah sempoyongan, Ello mulai membuka pintu apartemen itu namun pintu apartemen itu ternyata tidak terkunci.


Dengan cepat Ello meringsek masuk ke dalam apartemen itu dan menidurkan kepalanya yang sudah mulai pusing.


Tak lama datanglah seorang gadis yang berjalan sambil bernyanyi riang menuju kamar apartemennya.


“Loh udah kebuka? Duh pasti aku lupa lagi ngunci pintunya ini. Aish..Gaby..Gaby habis amnesia jadi pikunan gini kamu,” rutuk gadis itu pada diri sendiri.


Lalu Gaby pun segera masuk dan mengunci pintu apartemennya kembali dari dalam. Ruangan apartemennya agak remang-remang karena tak semua lampu penerangan Gaby nyalakan.


Gaby baru saja pulang membantu bibi Ling dan Paman Coco di restaurannya. Di samping Gaby membantu, Gaby juga sedang belajar ilmu bisnis dengan terjun langsung ke lapangan.


Beruntung paman Coco dan Bibi Ling tidak sungkan berbagi ilmu bisnis dengan Gaby. Sehingga Gaby memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin.


“Sudah makan, sudah shalat, waktunya tidur!” seru Gaby lagi. Ya meski berada di negara orang, Gaby berusaha menaati kewajibannya yang hampir terlupakan olehnya.


Semenjak kecelakaan, Gaby baru menyadari seperti semua masalah yang ia terima adalah teguran dari sang Maha Kuasa.


Lalu gadis itu beranjak menuju ranjang kingsize yang selama ini menemani tidurnya. Merebahkan tubuhnya yang akhir-akhir ini mudah lelah. Meraih selimut miliknya berwarna abu-abu dan menutupi sebagian tubuh sintalnya dengan selimut itu.Tak lupa penutup mata ia gunakan, karena Gaby tidak bisa tidur jika ada sedikit cahaya menembus celah matanya.

__ADS_1


Apakah selanjutnya yang akan terjadi? Jangan lupa dukungannya dengan cara like, koment dan giftnya..


Tinggalkan jejak ya biar otornya semangat nulis..🤗😘😍


__ADS_2