Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Lengah


__ADS_3

“Lepaskan Gaby Glor! Kau sudah terkepung!” teriak seorang pria dengan menggunakan pengeras suara.


Gloria di buat waspada oleh suara itu, dan sesuai dugaannya. Ello berada di dekat kapalnya bersama beberapa orang yang sepertinya anak buah mantan kekasihnya itu.


Gloria pun tersenyum miring, lalu mencengkram bahu Gaby seraya mengancungkan pisau belatinya kearah wanita hamil.


“Jika Gaby berarti untukmu. Coba saja kalau bisa ambil dariku El!” tantang Gloria sambil berteriak.


“Gloria! Gaby tidak tahu masalah kita. Kita bicarakan baik-baik dan perbaiki semuanya!”


“Aku sudah memberitahunya! Dan aku tidak akan tertipu omong kosongmu lagi El! Apanya yang perlu di perbaiki?! Seluruh dunia sudah tahu kelakuan burukku! Tidak ada management yang mau menerimaku menjadi model kembali. Bahkan adik dan ibuku pun sudah mati! Apa yang bisa kau perbaiki dari itu semua?! Jawab El!” teriak Gloria parau.


Wanita sexy itu menangis tersedu. Menggambarkan betapa hancurnya hidup wanita itu. Gaby yang semakin sensitif semenjak hamil pun bisa merasakannya, sepedih apa masa lalu yang sudah Gloria lewati hingga seperti saat ini. Tanpa terasa air mata berlinang dari kedua sudut matanya.

__ADS_1


Tanpa Gloria sadar, seseorang telah berada di belakangnya. Berjalan mengendap-ngendap menuju kearah dimana Gloria dan Gaby tengah berdiri.


Orang itu memberi aba-aba kearah Ello untuk terus mengajak Gloria mengobrol. Hingga ia menemukan celah dimana Gloria lengah, lalu meringkus wanita psikopat itu.


“Kau tahu El! Ku habiskan hidupku untuk menjadi pemuas nafsu para pria bejat itu. Agar hidupku lebih baik, kau tak tahu betapa sulitnya aku untuk berada di posisi ini?! Tidak kan! Yang kau tahu aku telah mengambil papamu dari mamamu! Padahal aku terpaksa menjadi gundik-nya! Aku terpaksa El!”


“Ibu mengindap penyakit gagal ginjal dan harus cuci darah setiap minggunya. Adikku autisme dan mengidap tantrum akut hingga meninggal karena bunuh diri. Dan kini, aku pun di nyatakan oleh dokter memiliki penyakit mematikan yaitu kanker serviks! Duniaku hancur El! Hancur!” teriak Gloria dengan terisak.


Pernyataan Gloria yang terakhir jelas membuat Gaby, Ello mau pun orang yang di belakang Gloria pun terkejut bukan main. Tak menyangka, wanita di hadapan mereka begitu menyedihkan.


“Oleh karena itu aku ingin mati di sini bersama Gaby! Wanita yang sangat kau cintai saat ini El!” ucap Gloria seraya menatap nyalang ke arah Ello.


“Glor! Tenangkan jiwa dan fikiranmu. Kau tahu kan aku ini seorang dokter? Aku akan lakukan apa pun untuk menyembuhkanmu. Percayalah! Jangan ke gabah seperti ini, sayangi nyawamu. Kau bisa berubah ke arah yang lebih baik. Aku juga bisa memberikammu pekerjaan untuk memperbaiki hidupmu. Please Glor, jangan lakukan hal berbahaya ini!” pinta Ello memelas.

__ADS_1


“Apa kau yakin penyakitku ini bisa sembuh El? Dokter bilang, umurku tinggal menunggu waktu. Apa masih bisa sembuh seperti sedia kala?” tanya Gloria dengan raut memelas.


Ello pun memandang prihatin ke arah Gloria. Gadis cantik periang itu kini nampak memprihatinkan keadaanya. Matanya nampak cekung seperti kurang tidur. Dan lagi, Ello tak yakin bisa menyembuhkan penyakit Gloria. Karena setahunya penyakit itu sangat mematikan, dan belum ada obat penawar yang bisa menyembuhkannya seperti sedia kala. Sekali pun sudah melakukan Kemoterapi.


“Akan ku usahakan sebaik mungkin, aku punya kenalan dokter Obgyn dan Alhi Onkologi yang menangani masalahmu ini Glor. Percayalah!” Ucap Ello seraya menaiki dek kapal Gloria secara perlahan.


“Aku tak yakin mana yang harus aku bisa percaya. Dokter itu atau kau Ello. Hidupku sudah hampa sekarang, di tambah ada penyakit sialan ini! Hidupku sudah tidak berarti lagi!”


“Kau jangan putus asa seperti itu Glor, masih banyak cara untuk bisa mengobatinya misal kita bisa melakukan Terapi radiasi eksternal, kemoterapi atau bahkan Operasi jika kau mau,” bujuk Ello sambil terus mendekat kearah Gloria.


Sesuai aba-aba orang yang berada di belakang Gloria. Ello berhasil membuat Gloria lengah, hingga suatu kesempatan orang itu berhasil merebut pisau belati yang di genggam oleh Gloria dan membuat wanita itu melepaskan Gaby.


“Bawa Gaby ke kapal El cepat!” perintah Pria bertatoo itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2