Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Bab 32


__ADS_3

“El...Ello!” Nada suara Gaby seakan melebur di antara suara musik yang mengalun nyaring memenuhi ruangan pesta itu.


“Hai! Sayang .” Ello pun memasang senyum nakalnya kearah Gaby membuat Gaby ingin sekali menonyor wajah yang sialnya memang terlalu tampan.


“Lakukan seperti tadi, ikuti saja musiknya. Oke, Let's dance baby!” ucap Ello yang sengaja berbisik mesra tepat di telinga Gaby.


Baby! Baby gundulmu!


Gaby pun membatin kesal. Namun tidak bisa ia pungkiri ada rasa berbeda saat ia berdansa bersama Ello tak sama dengan yang ia rasakan saat berdansa dengan Sean. Jantung Gaby berdebar lebih cepat saat permukaan kulit mereka saling bergesekan.


Musik pun kembali mengalun merdu memenuhi segala penjuru ruangan. Para orang tua yang tidak mengikuti sesi berdansa hanya menonton pertunjukkan muda mudi itu dari sisi yang lain.


Hari ini spesial kedatangan tuan Mahesa sebagai pemimpin seluruh saham perusahaan yang ada di Singapore. Beliau hanya duduk di kursi roda karena usai melakukan operasi syaraf kejepit. Dan asisten Jay yang mendorongnya dari belakang.


“Berhenti asisten Jay! Siapa gadis yang berdansa bersama El itu ? Apakah dia Gloria? Badannya sedikit gemuk.” ujar Tuan Mahesa yang sudah lama tidak bertemu Gloria.


“Bukan Tuan.”


“Lalu siapa?? Jangan bikin aku penasaran asisten Jay.”


“Maaf Tuan, nanti saya akan cari tahu terlebih dahulu. Untuk saat ini biarkan mereka menikmati waktu berdansa mereka,” tutur asisten Jay menjelaskan.


“Oh..baiklah, tapi nanti segera beritahu aku asisten Jay.”


“Siap Tuan! tapi bolehkan saya tahu. Kenapa Tuan Mahesa ingin mengetahui siapa gadis yang berdansa dengan tuan muda Gracello?”


“Asisten Jay apa kamu tak lihat? Bagaimana cucuku El menatap gadis itu? Baru kali ini aku melihat Ello tersenyum lepas bersama seorang gadis selain Gloria. Kamu tahu sendiri, El seperti apa sama wanita?”

__ADS_1


“Mengerti Tuan.”


“Ya sudah, bawa aku kesana. Aku ingin melihat mereka lebih dekat.”


“Baik, Tuan.”


Tuan Mahesa dan juga asistennya Jay pun melihat lebih dekat dimana pesta dansa itu tengah berlangsung.


Gaby dan juga Ello pun terlarut dalam musik dansa yang mengalun indah. Tak sadar beberapa pasang mata kini tengah menatap ke arah mereka.


“Gaby, katakan kenapa kamu bisa bersama dengan Sean? Kamu tidak tahu Sean itu seperti apa?”


“Sudah ku bilang itu bukan urusanmu alis Sinchan!” ketus Gaby memalingkan wajahnya ke arah lain.


Jujur jika terus menerus menatap wajah tampan Ello bisa-bisa merontokkan pertahanan hatinya selama ini.


“Oh..iya? Apakah kamu lupa? Kita pernah menghabiskan malam nan syahdu berdua. Apa kita perlu mengulangnya kembali?”


“El! Apa yang kamu lakukan, lepaskan!” Gaby melototkan matanya kearah Ello.


“Aku ingin kamu mengingat, kita pernah menghabiskan malam bersama Gaby. Jangan lupakan itu. Dan aku minta kamu jauhi Sean! Sean itu bukan laki-laki seperti yang kamu fikirkan!” pinta Ello tanpa menjelaskan siapa Sean sebenarnya.


“Tapi jangan seperti ini El! Di sini banyak orang!”


Ello pun tersenyum miring, mendengar ucapan Gaby.


“Oh, jadi kalau tidak ada orang boleh dong minta yang lebih," goda Ello lagi kearah Gaby.

__ADS_1


“El! Kamu memang nggak waras! Kamu mau bertunangan!”


Gaby berusaha berlalu dari hadapan Ello. Di saat pemuda itu lengah. Namun sial, Ello berhasil mencekal pergelangan tangannya kembali dan menariknya ke belakang.


Entah bagaimana bisa kejadiannya, begitu Ello menarik tubuh Gaby. Sontak tubuh Gaby kembali ke dalam pelukan pemuda itu. Bahkan wajah mereka kini berdekatan, hidung keduanya pun saling bersentuhan. Tinggal beberapa senti lagi, indera pengecap mereka akan bertemu.


Hampir 5 menit baik Gaby dan Ello bertahan dalam keadaan seperti itu. Hingga sebuah lengan menarik bahu keduanya untuk menjauh.


“El ! Pesta dansanya sudah usai!” ucap Gloria yang sudah merasa cemburu saat Ello memeluk tubuh gadis lain dengan mesra.


Selama ini Ello tak pernah melakukannya hal seperti tadi kepadanya. Membuat Gloria menatap sinis kearah Gaby. Sedangkan Gaby hanya bisa menunduk mendapat tatapan tajam dari Gloria yang seperti ingin mengulitinya.


“Maaf, saya permisi ke belakang,” pamit Gaby sambil menunduk tanpa berani melihat kearah Gloria.


Bagi Gaby, Gloria yang kata orang-orang memiliki wajah yang cantik bak barbie kini nampak begitu menakutkan saat menatap sinis kearahnya.


Gaby pun cepat-cepat berlalu. Dari hadapan pasangan kekasih itu.


Saat Gloria hendak mencegah langkah Gaby, Ello buru-buru menghalaunya. Padahal orang-orang nampak berkasak kusuk dan penasaran akan siapa gadis yang nampak mesra di hadapan tuan muda Gracello.


Tak lama sebuah suara MC memecahkan rasa penasaran orang-orang itu. Dengan memanggil Ello dan juga Gloria untuk menuju keatas panggung. Dan di ikuti oleh kedua belah pihak baik keluarga Ello maupun keluarga Gloria yang sudah lebih dulu sampai di atas panggung megah itu.


Mama Lusi pun tersenyum lebar menanti Gloria dan putranya Ello untuk naik keatas panggung dan melangsungkan acara pertunangan mereka.


“Sayang sini!” panggil Mama Lusi kearah Gloria dengan isyarat namun Gloria bisa membaca gerakan mulut wanita itu meski tanpa suara.


“El, ayo kita pergi kesana."

__ADS_1


Bagaimana tanggapan Ello selanjutnya?


Usahakan tinggalkan jejak kunjungan kalian y, biar otornya semangatt..🤭🤗


__ADS_2