
“Thanks! Sean.”
“Se..Sean! Bagaimana bisa? Bukankah kau bermusuhan dengan Ello?”
Gloria pun terkejut mendapati Sean berada satu kapal dengannya pula. Pria teman ranjangnya itu pun meringkus dirinya seperti tahanan.
“Tuan Sean! Lepaskan sakit!”
“Aku tidak akan melepaskanmu, karena kau bisa saja nekat mencelakai siapa pun termasuk aku Glor.” Tolak Sean, karena pria itu tahu dan sudah pernah melihat sendiri Gloria itu wanita yang licik.
Terakhir kali ia mendapati hampir di racun oleh wanita psikopat itu. Entah, karena apa ia pun juga tak paham. Beruntung minuman itu tak sengaja tumpah saat ia bergegas karena sebuah urusan. Bersamaan dengan itu seekor kucing masuk dan meminumnya. Dan lebih mengejutkannya, kucing itu mati dengan mulut berbusa.
Selama ini Sean memakai Gloria karena ingin mendalami, apa sebenarnya yang wanita itu cari sampai berani hampir meracuninya. Meski tak menahan Gloria, namun segala gerak gerik wanita itu sudah dalam pantuan baik anak buah mau pun oleh Sean langsung.
Karena itulah, Sean dengan mudah mendapatkan petunjuk dimana keberadaan Gloria sekarang yang menculik Gaby.
Gloria berusaha memberontak melepaskan diri dari cekalan Sean. Wanita sexy itu berusaha memikirkan cara untuk mengelabuhi Sean agar mau melepaskannya.
“Tuan Sean, apa pun akan aku lakukan untukmu. Tapi tolong lepaskan aku! Aku akan melayanimu semaksimal mungkin. Percayalah!” bujuk Gloria yang merasa Sean tergila-gila dengan tubuhnya.
Padahal saja, Sean hanya memanfaatkan Gloria saja dulu untuk membuktikan kepada Ello bahwa ia lebih ahli daripada sepupunya itu.
“Tidak akan!” sahut Sean semakin mempererat cekalannya pada tubuh Gloria sambil menunggu kedatangan anak buahnya.
__ADS_1
Sean pun memanggil ank buahnya, saat perahu anak buahnya mendekati dek kapal Gloria.
“Gaston! Sebelah sini!” teriak Sean ke anak buahnya.
Kesempatan itu tak Gloria sia-siakan, saat atensi Sean beralih ke anak buahnya. Gloria dengan cepat menggigit tangan Sean hingga berdarah, lalu menusukkan pisau belati pada paha Sean. Kemudian berlari ke sisi kapal yang lain menjauhi Sean dan anak buahnya.
“Akhh! Brengsek! Dasar cewek gila Psikopat! Akh!” umpat Sean sambil menahan nyeri di area pahanya yang tertusuk belati.
Dengan tangan gemetar, Sean mencabut pisau belati itu. Darah pun mengucur deras dari celah daging yang robek akibat tusukan belati milik Gloria
“Cepat kejar cewek gila itu. Gaston!” perintah Sean.
Gaston anak buah Sean yang baru saja memasuki dek kapal pun, tergopoh-gopoh melihat Sean terluka dan bersimbah darah.
“Kau tidak perlu khawatir denganku Gas, cepat kejar wanita gila itu sebelum ia menyelakai orang lain!”
“Ba..baik tuan.”
Gaston dan anak buahnya pun bergegas menelusuri kapal pesiar yang lumayan besar itu untuk menangkap Gloria sesuai perintah Sean. Sean pun merebahkan diri di anak tangga, lalu mengeluarkan sebotol wine yang ia bawa. Wine itu bukan untuk ia minum, melainkan untuk mengucuri luka Sean akibat tusukan pisau belati Gloria.
Menurut medis alkohol mampu membersihkan luka dari bakteri dan membunuh kuman yang bisa mengakibatkan kan luka menjadi membusuk.
“Akh! Sial! Kenapa perih sekali!" rintih Sean seraya mengikatkan kain pada area lukanya agar pendarahan sedikit berhenti.
__ADS_1
Tak lama Ello pun datang menghampiri Sean yang masih duduk mengumpulkan tenaga untuk melangkah lagi.
“Sean! Kau terluka?!” tanya Ello sambil melihat luka Sean yanh sudah terbungkus kain.
“Tidak mengapa! Hanya luka kecil saja. Kau kenapa malah kesini, kenapa tidak menjaga Gaby! Dasar laki-laki tidak berguna!” maki Sean kepada Ello.
“Aku mengkhawatirkanmu,” jawab Ello dengan jujur.
“Menggelikan, lebih baik kau mengurus Gaby saja. Wanita psikopat ini biar aku saja yang urus! Karena aku ingin balas dendam.”
“Apa kau yakin? Kalau bisa tangkap Gloria hidup-hidup biarkan hukum yang mengadilinya Sean.”
“Tentu saja! Tapi aku tak yakin dengan saran terakhirmu itu. Gloria ini sangat berbahaya dan nekat,” ungkap Sean memberi tahu.
“Sebisa mungkin usahakan Sean, dan jangan sampai lengah lagi.”
Sean pun mengangguk dan membiarkan Ello pergi. Ello pun meninggalkan Sean untuk kembali menemani Gaby yang sepertinya masih terguncang jiwanya. Selama di pelukannya tadi, Gaby terus menangis ketakutan.
Kini Sean menatap nyalang ke arah dimana Gloria pergi. Sean harus tahu, apa alasan Gloria hampir meracuninya. Padahal ia sudah berbaik hati menolong wanita kotor itu.
Sean mulai berjalan tertatih. Sebelah kakinya ia paksa seret, meski sakit tapi Sean harus segera membalaskan perlakuan Gloria terhadapnya barusan.
Bersambung...
__ADS_1