Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Bujuk Rayu Sean


__ADS_3

Usai pulang dari kantor, Ello bergegas ke apartemen Gaby karena hari ini ia sudah berjanji akan mengantar gadis itu untuk kontrol ke dokter kandungan.


Namun baru sampai memarkirkan kendaraan roda empatnya, amarah Ello mulai meradang. Ketika melihat mobil sport mewah yang ia kenal terparkir di halaman apartemen itu.


Tak lama, Ello juga melihat Sean adik sepupunya tengah menarik tangan wanitanya dengan paksa. Meski dari raut wajah Gaby tidak menolak, akan tetapi gadis itu merasa kurang nyaman.


“Brengs*k! Maunya apa sih itu bocah!” umpat Ello dan dengan cepat Ello melepas seat belt yang mengait pada tubuhnya. Namun gerakannya terhenti saat sebuah panggilan masuk ke gawai cerdasnya.


Ello pun memilih mengangkat panggilan yang tertera nama mamanya itu. Karena sudah berdering berulang kali terpaksa Ello mengangkatnya takut sesuatu hal penting terjadi.


*


*


Di tempat lain Sean tengah menarik lengan Gaby mencoba mengajak gadis itu untuk makan di luar sebagai tanda permintaan maafnya kemarin. Sean bertekat mendekati Gaby kembali.


Pemuda cassanova itu tidak akan berhenti sampai ia bisa mendapatkan perhatian Gaby dan berakhir meniduri gadis itu seperti taruhan awal dirinya bersama Gio sepupu Sean yang lain.


“Maunya kamu makan di mana Gaby? Dimana pun kamu minta aku akan wujudkan,” tawar Sean sambil menampilkan senyum andalannya. Berharap Gaby akan terpesona oleh ketampanan yang ia pancarkan.

__ADS_1


“Haha...terserah tuan saja.” Gaby berusaha bersikap biasa saja meski sebenarnya ia sendiri merasa kurang nyaman. Apalagi kini sesuatu dalam perutnya bergejolak ingin di keluarkan.


Padahal sebenarnya Gaby ingin menolak karena ia sudah ada janji dengan Ello. Namun pemuda cassanova itu terus memaksa. Apalagi pemuda itu sampai memohon dan bersimpuh di bawah kakinya. Dan juga tatapan-tatapan dari penghuni apartemen lain yang memaksanya untuk menerima tawaran pemuda tampan itu.


Mau tak mau Gaby pun menerima tawaran Sean. Ya semua anggota keluarga Ello memanglah terlahir tampan. Karena memang mereka tercipta dari bibit unggulan hingga terciptalah hasil bibit yang berkualitas dan berkelas.


“Hoeek!”


Gaby pun tiba-tiba merasa mual dan ingin muntah. Padahal sudah beberapa hari ini ia tak merasakan mual kembali. Namun entah karena apa, rasa mual itu kembali menyerangnya.


“Gaby! Kamu sakit? Aku akan mengantarmu ke dokter,” tanya Sean dengan nada khawatir.


Namun kini bersama Sean rasa mual itu hadir seolah bayi dalam kandungannya tak mengijinkan Gaby pergi bersama laki-laki lain.


“Saya baik-baik saja tuan, hanya sedikit tidak enak badan,” ungkap Gaby.


“Kalau begitu biar aku antar kamu ke dokter Gaby, aku takut kamu kenapa-kenapa.” (Tidak mungkinkan aku akan menidurimu dalam keadaan sakit, tentu saja aku tidak mau tertular virus penyakit itu) lanjut Sean dalam hati.


“Tidak apa-apa tuan Sean, saya baik-baik saja...what??! Apa yang anda lakukan tuan, turunkan saya!" sentak Gaby yang terkejut karena tiba-tiba Sean menggedong tubuh berisinya ala bridao style.

__ADS_1


“Tidak terima penolakan, kesehatanmu lebih utama.” (Agar kita bisa bermain dengan sangat panas nantinya)


Sean pun tersenyum menyeringai. Pemuda blasteran tampan itu tetap mempertahankan gendongannya pada tubuh Gaby meski gadis itu sesekali memberontak.


Namun karena keadaan Gaby yang mendadak morning sickness berat, sampai kepalanya terasa berkunang-kunang saat terkena sinar matahari. Akhirnya Gaby membiarkan Sean menggendong tubuhnya sampai mobil pemuda tampan itu.


Kamu lihat saja gadis kampung, sebentar lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya. Seumur hidup seorang Sean tidak pernah menerima kata penolakan.


Sean menatap wajah cantik Gaby yang tengah memejamkan matanya. Bibir yang mungil namun nampak begitu menggoda di mata lelaki Sean. Rasanya Sean ingin mengecup dan mengulum bibir mungil itu dengan ciuman mautnya.


Tanpa sadar Gaby sudah pingsan di gendongan Sean membuat Sean tersenyum menyeringai. Inilah moment yang ia inginkan. Padahal Sean berencana akan memberi Gaby obat perangsang kembali, namun kini mangsannya justru pingsan dalam gendongannya.


Lalu dengan semangat Sean pun memasukkan Gaby ke dalam mobilnya. Rencananya Sean tidak akan membawa Gaby ke dokter, melainkan ke sebuah hotel. Karena Sean sudah tidak sabar mengecup manis madunya gadis yang sudah beberapa kali mempermainkan gairahnya itu.


Entah karena apa, hanya melihat tubuh Gaby saja. Gairah dalam tubuh Sean mencuat dan minta untuk segera di lepaskan.


Sudah beberapa hari ini ia sengaja puasa dalam travelingnya mengarungi surga dunia bersama wanita-wanitanya. Itu karena rasa penasaran kepada Gaby begitu menggelora. Dan berharap rencananya kali ini berhasil dan tidak ada satu pun orang yang bisa menggagalkan aksinya kali ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2