Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Berat Untuk Mengucapkannya


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 1 jam 40 menit, akhirnya keluarga Pak Martin dan Bu Murni sampai di bandara International Singapore. Dan langsung menuju ke rumah sakit dimana Gaby tengah di rawat.


Karena malam sudah semakin larut, dan tubuh mereka membutuhkan istirahat. Akhirnya mereka memutuskan untuk menginap di ruangan rawat VVIP ruang rawat Gaby.


Melihat Ello tertidur di samping putrinya, membuat Pak Martin tak tega untuk membangunkannya. Pria paruh baya itu memilih terjaga dan membiarkan keluarganya yg lain untuk beristirahat.


Pagi pun datang, terdengar suara burung saling bersahutan melantunkan nyanyian merdu mereka. Kelopak mata Ello terbuka, dan betapa terkejutnya pemuda beralis tebal itu saat mendapati keluarga Gaby sudah berada satu ruangan bersamanya.


Ello beberapa kali meneguk salivanya dengan susah payah. Lalu pemuda itu berniat untuk ke toilet dengan berjalan sambil mengendap-ngendap, namun sial ternyata aksinya di ketahui oleh seseorang.


“Mau kemana kamu Ello?” sebuah suara bariton yang begitu berat dan tegas menahan langkah kakinya.


Ello pun memutarkan pandangannya ke arah sumber suara. Namun setelah itu Ello hanya bisa meneguk salivanya berniat membasahi kerongkongannya agar ia bisa berucap di hadapan pria paruh baya yang sudah ia anggap seperti ayah sendiri.


“Ma...mau ke toilet yah.”

__ADS_1


“Ya..sudah, sana pergi! Setelah ini ayah ingin bicara empat mata denganmu.”


Ello pun mengangguk patuh, lalu pemuda itu buru-buru memasuki toilet karena hasratnya itu sudah di ujung tanduk. Sebelum keluar toilet, Ello berulang kali membasuh wajah bantalnya dengan air dingin agar ia bisa berfikir jernih dan tidak salah ucap di hadapan Pak Martin selaku ayah Gaby.


Begitu usai menuntaskan hasratnya, Ello pun membuka pintu toilet secara perlahan. Dan lebih membuatnya terkejut seluruh keluarga Gaby sudah berkumpul menanti penjelasannya.


“Ello sekarang jelaskan kepada kami, bagaimana kamu bisa bersama Gaby? Dan kenapa Gaby bisa seperti ini? Kata perawat di sini, Gaby sedang pregnant apa itu benar?” tanya Ganes yang sudah tidak mampu membendung rasa penasarannya. Air mata membasahi kedua sudut matanya.


Ello masih terdiam, dan bingung harus memulai dari mana untuk menjelaskannya.


“Ello, apa kamu tahu siapa laki-laki brengsek yang berani menghamili putri ayah? Katakan Ello?!” imbuh Pak Martin seraya menatap intens Ello yang nampak gugup.


Kerongkongan Ello terasa berat untuk menelan salivanya sendiri. Bahkan keringat pun membanjiri pelipis Ello, meski pemuda itu berada di dalam ruangan bersuhu rendah.


“Katakan! siapa laki-laki brengsek itu. Aku akan mematahkan tulangnya untuk memberi pelajaran karena sudah menghamili adikku Gaby!”

__ADS_1


Kali ini Galih turut menimpali. Sebagai seorang kakak yang selama ini sangat menjaga Gaby, tentu hal ini sangat di sayangkan. Setahu Galih, selama bersekolah hingga kuliah di tanah air, ia tak pernah mendapati Gaby dekat dengan seorang laki-laki mana pun. Karena Gaby hanya dekat dengannya.


Berbagai pertanyaan dari keluarga Gaby begitu menekan hati Ello. Membuat pemuda tampan beralis tebal itu bingung harus mengungkapkannya bagaimana. Terlebih Galih sudah mengancamnya duluan.


“I..itu benar.”


“Katakan El, siapa laki-laki brengsek itu?!” tekan Pak Martin lagi seraya menatap intens ke arah Ello yang hanya bisa menunduk menatap alas kakinya.


Oksigen di sekitar Ello terasa begitu tipis, bahkan untuk mengambil nafas pun tak ada ruang lagi. Ello tak mampu menghindari. Tatapan mata dari Pak Martin dan juga Galih seraya ingin mengulitinya. Apalagi melihat Ganes terus mengucurkan air mata, membuat Ello tak tahan melihatnya.


Ibu Murni tak ikut menyidak Ello. Perempuan paruh baya itu terduduk lesu di samping brankar putri bungsunya. Gadis yang memang mempunyai wajah chubby itu kini terlihat semakin berisi. Namun tak mengurangi kecantikan seorang Gaby.


Bu Murni hanya bisa menghela nafas lelahnya. Cobaan apalagi kini yang menimpa putrinya. Bu Murni tak sanggup membayangkan jika harus menjadi Gaby. Berbagai cobaan menghampiri gadis periang itu.


Bahkan kini gadis itu menyembunyikan beban sebesar itu seorang diri. Sebagai seorang ibu, hati Bu Murni begitu sakit. Ia tahu betul watak anak gadisnya itu, tidak mungkin Gaby melakukan pergaulan bebas hingga hamil. Sedari remaja putrinya itu tidak dekat dengan seorang laki-laki selain Galih menantunya.

__ADS_1


Dan siapa pula laki-laki yang sudah tega menghamili putri kesayangannya? Jika tahu seperti ini, Bu Murni tidak akan pernah mengijinkan Gaby pergi merantau seorang diri. Tanpa wanita itu tahu, bahwa kepergian Gaby untuk menutupi luka hati akibat kebohongan yang pernah keluarganya lakukan.


Bersambung...


__ADS_2