
Tuan Mahesa yang melihat tindak kecurangan yang cucunya Ello lakukan hanya membiarkan saja.
“Apa yang kamu lakukan asisten Jay?” tanya tuan Mahesa yang mendapati asistennya turut merunduk membantu mencari benda kecil berkilau itu.
“Akh! Tuan saya hanya ingin membantu mereka,” jawab asisten Jay sambil tetap menunduk di hadapan sang majikan.
“Kamu bodoh!” ejek tuan Mahesa sambil tersenyum penuh arti.
Asisten Jay pun langsung mendongak saat majikannya mengatainya bodoh. Perasaannya ia tak pernah melakukakan kesalahan apa pun dalam bekerja.
“Maksud anda tuan?”
Tuan Mahesa pun tertawa sambil memegangi perutnya yang terasa kaku. Akibat kepolosan sang asisten. Asisten yang sudah hampir berumur 40 tahun namun masih betah melajang.
“Ello sedang memperjuangkan cintanya, kenapa malah kamu halang-halangi biarkan saja!”
“Jadi maksud anda, sebenarnya ini hanya akal-akalan tuan Ello saja tuan? Yang ingin kabur dari acara pertunangan ini?”
“Sssttt! Haduh..kenapa kamu bilangnya keras-keras asisten Jay! Nanti yang lain pada tahu!” sahut tuan Mahesa cepat.
“Maaf tuan, jadi kita harus berbuat apa? Apa kita perlu mengejar tuan muda Ello?” tanya asisten Jay sambil berbisik.
“Tidak perlu! Kita hanya perlu menonton. Dan aku ingin tahu sampai mana cucuku itu akan memperjuangkan cintanya, karena Ello berhak bahagia bersama pilihannya,” tegas tuan Mahesa sambil menerawang jauh.
Perjodohan yang di alami cucunya seperti kejadian tuan Mahesa di masa muda. Ia harus menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Akibat perjodohan itu, tuan Mahesa muda pun memutuskan hubungan dengan sang kekasih.
Tak lama setelah itu, ia mendengar mantan kekasihnya meninggal dunia karena kecelakaan. Semenjak itu tuan Mahesa menyesal tidak bisa memenuhi janjinya pada gadis yang menjadi pujaan hatinya. Dan ia terus menerus di penuhi rasa bersalah hingga sekarang.
__ADS_1
Memang ia yang menginginkan cucunya Ello menikah. Karena merasa umurnya sudah mendekati, dan tuan Mahesa membutuhkan seorang penerus.
Terlepas dengan siapa Ello menikah, pria paruh baya itu tidak peduli. Baginya dari mana pun kastanya, yang penting mampu membuat diri merasa nyaman dan aman itulah cinta yang sebenarnya.
Karena tuan Mahesa tidak ingin cucunya Ello mengalami penyesalan yang sama sepertinya di masa mudanya terdahulu.
*
*
Ello berlari sampai kelimpungan mencari keberadaan Sean dan juga Gaby. Hingga akhirnya ia menemukan mereka berada di dalam mobil milik Sean dan hanya berdua saja.
“Brengs*k kau Sean!”
Dari tempatnya Sean tengah menatap tubuh Gaby yang tidak berdaya lalu mengusap bibir Gaby yang nampak ranum.
“Ternyata kamu manis sekali Gaby, aku sudah tidak sabar untuk mencicipi tubuhmu yang menggairahkan ini,” ujar Sean sambil mengecup puncak bahu Gaby dan menghirup aromanya dalam-dalam.
“Brengs*k kau!”
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Sean yang saat itu tengah fokus menghirup dalam-dalam aroma tubuh Gaby yang menurutnya begitu manis.Tak sadar, bahwa Ello tiba-tiba datang dan menghujaninya dengan pukulan bertubi-tubi hingga wajahnya lebab-lebab, dan bibirnya yang berdarah karena robek.
__ADS_1
Dalam pandangan Ello, Sean seperti tengah mencumbu tubuh Gaby yang tidak berdaya. Dengan mencecapi tengkuk gadis itu.
Setelah puas menghujani Sean dengan pukulan-pukulan membabi buta miliknya, Ello pun bergegas membawa tubuh Gaby keluar dari mobil Sean menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari mobil Sean.
Saat Ello berlalu sambil membawa tubuh Gaby yang sudah teler karena pengaruh sebuah obat. Sean membuka matanya dan menatap nanar kearah pria yang membawa tubuh mangsanya.
“Sialan kau Ello!”
*
*
“Gaby! Gaby please bangun Gaby!”
Ello meletakkan tubuh Gaby pada jok depan mobilnya, lalu sedikit menurunkan sandaran jok itu agar Gaby bisa duduk sambil bersandar.
Ello pun menepuk-nepuk pelan wajah Gaby agar gadis itu cepat sadar. Tak lama Gaby membuka matanya, lalu tiba-tiba meraih punggung kepala Ello dan memeluknya. Membuat Ello membolakan matanya.
Grep!
“Mau kemana kamu sayang, kamu katanya ingin muasin aku!” ucap Gaby sambil tersenyum genit karena masih terpengaruh oleh obat perangsang.
“Gaby! Kamu kenapa? Astaga! Jangan-jangan Sean sudah memberimu sesuatu, aku harus segera membawa Gaby pergi dari sini!”
Ello pun berusaha melepas rengkuhan dari Gaby. Dan beranjak menuju kemudinya. Namun belum sempat Ello mengaitkan sabuk pengaman, tiba-tiba saja Gaby duduk di atas pangkuannya.
“Astaga! Gaby apa yang kamu lakukan!”
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak petualang kalian y readers, biar otornya makin semangat..
😘😘