
“Maafkan saya tuan! maafkan saya!”
Gaby pun menunduk untuk meminta maaf kepada orang yang terkena tumpahan minumnya. Lalu mengelapnya dengan kain bersih. Namun gerakan tangan Gaby berhenti, karena sang empunya menahan pergerakan tangannya.
Gaby pun memejamkan mata, takut jika ia terkena marah. Karena Gaby bertaruh reputasi bisnis Bibi Ling dan Paman Coco berada di tangannya.
Mampus aku!
“Siapa namamu?” tanya Sean lembut.
“Eh! Anu..tuan Gaby,” sahut Gaby ragu-ragu.
“Oh..maaf untuk jasnya nanti biarkan saya yang akan membawanya ke jasa loundry,” imbuh Gaby lagi.
“Tidak perlu, salam kenal saja dariku. Namaku Sean Seanor.”
Sean pun mengenalkan diri sambil mengulurkan tangan di hadapan gadis chubby yang ada di hadapannya. Dan Gaby pun menyambut uluran tangan Sean.
Dari sudut lain Ello pun mengetatkan rahangnya melihat kedua insan itu saling menjabat tangan di depan matanya.
“El, maukah kamu berdansa denganku. Sebelum acara di mulai?” ajak Gloria yang berdiri di samping pemuda beralis tebal itu.
“Tidak!” sahut Ello ketus.
Gloria pun mendengus kesal sedari tadi Ello selalu menolak jika ia ajak. Pandangan mata Gloria jatuh kearah dimana mata Ello menatap tajam kearah seorang gadis bersama pria yang ia kenal.
__ADS_1
Itu kan Sean sepupunya El. Lalu siapa gadis yang bersamanya itu? Ah..tapi dari pakaiannya gadis itu hanya seorang pelayan. Cih! Kampungan sekali selera mereka. Tapi aku masih penasaran, apa El ada hubungannya dengan gadis itu?
Cibir Gloria dalam hati. Gloria pun berjalan meninggalkan Ello yang masih fokus menatap interaksi Gaby dengan Sean dari tempatnya.
“Kenapa kamu memasang senyum semanis itu kepada laki-laki brengs*k seperti Sean Gaby, harusnya senyum manis itu untukku,” gerutu Ello dari tempatnya.
Ingin rasanya Ello menghampiri Gaby dan membawa gadis itu pergi. Karena bagi Ello, Gaby itu adalah gadis yang lugu. Ello takut Gaby akan menjadi bulan-bulan sepupunya itu. Karena ia tahu seberapa brengs*knya Sean.
Gloria pun berjalan berlenggak lenggok bagaikan model. Ya memang Gloria adalah seorang model. Gloria berniat menghampiri Gaby untuk meminta minuman.
“Tolong ambilkan aku minuman yang rendah gulanya, aku tidak mau minum yang ada disini karena yang di sini manis semua,” titah Gloria kearah Gaby.
“Baik Nona.”
Gaby pun membungkukkan badannya dengan sopan kepada Gloria.
Entah saat pertama kali melihat Gaby, Gloria sudah merasa tidak suka dengan gadis itu. Gaby mempunyai wajah yang begitu menggemaskan. Dan bentuk tubuh yang sintal. Tidak sepertinya yang memang sangat menjaga bentuk tubuh karena tuntutan pekerjaan.
Gloria pun mengikuti Gaby dari belakang, saat Gaby melewati sebuah kolam renang. Dengan cepat Gloria pun mendorong tubuh Gaby hingga terjatuh ke dasar kolam.
“Akh! Tolong! Tolong!” teriak Gaby.
Gloria pun dengan cepat pergi dari tempat itu dan kembali ke acara pesta keluarganya.
Semua orang yang ada di tempat pesta itu sayup-sayup mendengar suara teriakan minta tolong. Termasuk Ello dan juga Sean.
__ADS_1
Kedua pria tampan itu sama-sama bergegas menuju sumber suara. Namun sialnya, Sean lebih dulu menemukan Gaby dan mengangkat tubuh gadis itu dari kolam renang.
“Gaby!..Gaby! Sadarlah ini aku Sean.” ucap Sean berusaha menyadarkan Gaby yang nampak pingsan.
Sean pun memeriksa nadi Gaby yang masih berdetak, lalu pemuda itu berinisiatif untuk memberikan gadis itu nafas buatan.
Sebelum bibir Sean sempat menyentuh ujung bibir Gaby, Ello datang dan menarik tubuh Sean agar menjauh dari tubuh Gaby.
“Minggir! Biar aku saja!” ucap Ello sambil membukakan jas dan menutupi tubuh Gaby yang basah.
Ello pun benar-benar memberikan nafas buatan untuk Gaby hingga gadis itu sadar dan memuntahkan air yang sempat gadis itu telan.
Dari tempatnya, Sean menatap heran kearah Ello yang bertindak seolah mengenal pelayan itu. Sean pun berniat merebut Gaby dari Ello.
“Apa yang kamu lakukan, sebentar lagi kamu akan bertunangan dengan Gloria. Lebih baik kamu kembali ke pesta!” perintah Sean dengan menggeser tempat duduk Ello dari hadapan Gaby.
“Apa bertunangan?!” Ello bagaikan orang ling lung di hadapan Sean. Mamanya tidak bercerita apapun mengenai acara keluarga ini, yang ternyata sudah di rencanakan untuknya.
“Tentu saja, apa kamu lupa ibumu mengundang keluarga besar kita untuk menghadiri acara pertunanganmu bersama Gloria. Sudah kamu kembali saja!” sentak Sean.
Sementara Ello masih termangu, Sean membawa tubuh Gaby pergi dari hadapan pemuda beralis tebal itu.
Dari jauh Gloria pun menggeram pelan.
“Sudah ku duga, El ada hubungannya dengan gadis itu. Siapa sebenarnya gadis itu? Aku harus segera cari tahu! Apalagi gadis itu mampu menarik dua calon pewaris Seanor dan Sanders sekaligus!”
__ADS_1
Bersambung...