
“Mulai saat ini Jay akan menemanimu, kakek putuskan mulai hari ini Jay akan menjadi asisten pribadimu Gracello!”
“Apa?!”
Ello pun terperangah menatap tak percaya kearah tuan Mahesa begitu pula Jay sang asisten. Suatu hal yang langka bagi sang kakek melepaskan sesuatu hal yang begitu berarti dalam hidupnya.
Jay merupakan keturunan terakhir pengabdi keluarga Sanders, setelah sebelumnya di dahului oleh sang kakek dan juga ayah Jay.
“Apa Ello tidak salah dengar? Apa kakek serius melepas Jay untuk Ello?” tanya Ello mencari kepastian dari raut wajah tuan Mahesa.
“Kau lebih membutuhkan Jay daripada kakek El, lihat kondisimu sekarang ini ?! Memalukan! Padahal kakek sudah pernah mengajarimu ilmu bela diri taekwondo, kalau sudah begini. Apa gunanya ilmu yang kakek pernah ajarkan padamu? Hem?” sarkas tuan Mahesa menahan kesal karena tindakan Ello terlalu ke gabah.
“Maafkan Ello kek.”
“Sudahlah! Dan Untukmu Jay mulai hari ini, kamu aku lepaskan tugas untuk menjagaku. Tapi mulai hari kau akan jadi asisten pribadi cucuku Ello, Bagaimana?” jelas Tuan Mahesa kepada asisten Jay.
“Apa pun keputusan tuan Besar, akan saya terima dengan senang hati.”
Tuan Mahesa pun mengulas senyum tipisnya. Laki-laki paruh baya itu menatap puas ke arah pemuda yang hari itu juga resmi menjadi mantan asistennya.
Tidak salah lagi, menurutnya Jay lah orang yang tepat untuk menjaga cucu satu-satu kesayangannya. Apalagi usianya yang sudah senja, tidak mungkin pula bisa mengikuti kemana pun cucunya itu pergi.
Kali ini ia tidak boleh kecolongan seperti sekarang. Cucunya Ello tipikal manusia yang bertindak instan tanpa berfikir dahulu. Tuan Mahesa rasa, Ello seperti dirinya di masa mudu dahulu yang selalu bertindah gegabah.
__ADS_1
Oleh karena itu, Ello membutuhkan asisten yang bisa menjaga dan menasihatinya sewaktu-waktu. Apalagi lagi peringai Jay, sama persis dengan kakeknya dulu semasa hidup. Tuan Mahesa cukup memahami pribadi dari keluarga Jay yang begitu setia mengabdi kepada keluarga Sanders.
Keesok harinya, Jay sudah berdiri di samping tempat tidur Ello dengan tatanan rambut klimisnya. Membuat Ello terkejut bukan main.
“Kau Jay! Mengejutkan saja, kenapa pagi-pagi sekali kau ada di rumahku?!” keluh Ello seraya mengucek-ngucek kedua bolaa matanya.
“Maaf tuan muda, karena mulai hari saya resmi menjadi asisten anda. Dan inilah pekerjaan saya, yaitu di mulai dengan memperbaiki kebiasaan anda. Anda perlu berubah, jika ingin memiliki nona Gaby kembali,” papar Jay dengan panjang.
Ello sedikit tercengang mendengar Jay berkata panjang. Dan mungkin terkesan sedikit agak bawel di matanya.
“Ahh..baiklah..baiklah, sekarang tolong beritahu aku apa saja yang harus aku lakukan yang baik menurutmu.”
Ello pun mulai pasrah dengan keberadaan Jay. Memang dirinya saat ini butuh asisten untuk mengatur kebiasaan hidupnya yang mulai berantakan semenjak Gaby sadar dan tidak mengenalinya sama sekali.
“Apa?! aku harus menjadi dokter lagi? Big no Jay, aku tidak mau menjadi artis dadakan lagi!”
“Tapi itu cara yang paling jitu untuk bisa mendekati nona Gaby, bukankah nona Gaby saat ini tengah hamil? Anda bisa menjadi dokter untuk bisa bertemu dengannya sewaktu-waktu, tapi anda perlu merubah penampilan anda tuan muda," tutur Jay lagi.
Mata Ello pun melotot sempurna, ide cemerlang Jay sangat membantu jalan otaknya yang belakang tersedat tidak bisa berfikir panjang.
Ello pun bangun dari ranjang dan melompat kearah Jay. Lalu mencium sekilas pipi Jay dengan semangat.
“Jay! Aku menyayangimu!”
__ADS_1
Setelah bertindak absur seperti itu Ello pun masuk ke kamar mandi untuk mandi. Ello mulai berfikir untuk mendatangi kepala rumah sakit untuk mengaktifkan lisensi kedokterannya kembali.
Sesuai arahan Jay, Ello kembali ke rumah sakit dimana Gaby sering konsultasi. Namun dengan penampilan yang berbeda setelah ia merubahnya ke salon keluarga Sanders.
Kini penampilan Ello sedikit agak culun dengan tatanan rambut klimis, kacamata tebal bertengker manis si kedua sudut mata. Dan tatanan gigi Ello yang berubah sedikit agak maju. Serta sebuah tompel di salah satu sisi wajahnya. Fix kini Ello berubah menjadi orang lain.
“Apa kamu yakin Jay orang-orang tidak akan mengenaliku sebagai cucu dari keluarga Sanders lagi?” tanya Ello seraya menatap skeptis kearah Jay.
“Saya yakin tuan, anda nampak bukan tuan muda lagi.”
“Kalau begitu, apa nama yang cocok buatku?”
Jay nampak berfikir sejenak. Lalu tersenyum sesaat.
“Nama anda sekarang adalah Emon.”
“Emon?? Kenapa terdengar kampungan sekali Jay!” protes Ello tak terima.
“Demi keamanan penyamaran anda tuan, saya sudah mengatur semuanya.”
Terpaksa Ello menerima usul nama Emon yang menurutnya sangat tidak cocok untuknya. Bagaimana mungkin nama bagusnya Ello di ganti dengan nama Emon? Namun ia melihat kembali penampilannya yang memang cocok dengan nama itu.
“Baiklah, aku mengikuti rencanamu.”
__ADS_1
Hello readers, Ello come back ya! 🤗 Selamat membaca..😘😘