Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Kedatangan Lusi


__ADS_3

“Saya tidak setuju!”


Sebuah suara dengan nada sedikit berteriak menginterupsi pembicaraan keluarga Gaby dengan Ello.


“Mama!” desis Ello dengan nafas tercekat.


Tidak Ello sangka Mama Lusi datang bersama seorang wanita yang ingin sekali ia hindari saat ini.


“Saya ucapkan sekali lagi, saya tidak setuju?!” tekan Mama Lusi sambil melepas kacamata hitam anti radiasinya.


“Siapa kamu?” tanya Bu Murni penasaran. Karena Mama Lusi lebih lama tinggal di Singapore, membuat Bu Murni tak tahu bahwa wanita cantik yang berdiri tak jauh darinya adalah mama Ello.


Selama berteman dengan putrinya, Ello hanya di temani oleh para pengawal. Belum pernah sekali pun mereka bertemu kedua orang tua Ello.


“Perkenalkan nama saya Lusi, dan saya adalah mama dari Gracello Sanders, dan gadis cantik di samping saya ini adalah Gloria,” ucap Mama Lusi yang dengan santai memperkenalkan diri.


“Saya ibu Gaby, dan ini suami serta anak pertama saya Ganes serta suaminya,” ungkap Bu Murni dengan gamblang.


“Selama ini saya belum pernah sekali pun melihat kedua orang tua dari Ello, karena Ello merupakan sahabat dari anak saya Ganes. Jadi mohon maklum jika saya tidak mengenali anda,” ucap Bu Murni seraya sedikit membungkukkan badan untuk memohon maklum.

__ADS_1


“Tidak masalah, tapi yang jelas saya keberatan jika anda meminta anak saya mempertanggung jawabkan atas kehamilan putri anda. Bisa jadi bayi yang putri anda kandung bukan darah daging putra saya, melainkan pria lain karena putra saya sudah memiliki tunangan,” sarkas Mama Lusi.


“Mama!” protes Ello kearah mamanya yang berucap asal tanpa tahu kebenarannya.


Gloria tersenyum miring dari belakang punggung Mama Lusi yang kini berhadapan dengan ibu dari Gaby. Gloria sudah menceritakan semuanya kepada Mama Lusi, namun gadis itu licik memutar balikan fakta yang sebenarnya.


Sedangkan Bu Murni menahan gemuruh di dadanya, bagaimana mungkin orang asing bisa mengatakan hal seperti itu? Padahal Bu Murni tahu betul, putrinya tidak lah seperti yang wanita setengah baya itu ucapkan.


“Mohon di jaga ucapan anda nyonya! Putri saya tidak seperti apa yang anda ucapkan barusan! Putri saya Gaby adalah gadis yang baik dan sopan. Ia tidak mungkin melakukan tindakan yang bisa menghancurkan masa depannya sendiri,” tutur Bu Murni yang tak ingin kalah beradu argument dengan Lusi mama Ello.


“Lalu menurut anda? Putra saya yang memperkosa putri anda duluan? Itu tidak mungkin! Ello tidak pernah dekat dengan wanita mana pun kecuali tunangannya Gloria ini. Apalagi saat ini Gloria tengah hamil anak Ello, sebentar lagi saya akan memiliki cucu darinya. Iya kan sayang?”


“Apa itu benar Ello? Kenapa kamu setega itu nak sama Gaby? Di saat kamu sudah memiliki tunangan, kamu malah merusak Gaby kami dan masa depannya!”


Bu Murni menitikkan air matanya kembali karena kecewa akan tindakan Ello yang sudah kelewat batas.


“Bu, Ello bisa jelasin. Ini tidak seperti yang ibu dengar. Janin yang Gaby kandung memang darah daging Ello dan Ello akan bertanggung jawab, namun yang menghamili Gloria bukan saya,” mohon Ello kepada Bu Murni sambil meraih tangan wanita paruh baya itu.


Namun Bu Murni menepis kasar tangan Ello. Hati wanita itu terlanjur hancur, pemuda yang selama ini ia anggap seperti putranya sendiri justru menjadi perusak hidup anak bungsunya.

__ADS_1


“Pergi Ello! Dan jangan pernah temui Gaby kembali!” gertak Bu Murni sambil menunjuk ke arah pintu masuk.


“Kamu dengar brengs*k! Ibu menyuruhmu pergi! Dan jangan berharap bisa menjadi bagian dari keluarga kami sampai kapan pun. Mengerti!” ucap Galih sambil mendorong tubuh Ello hingga mundur beberapa langkah.


Pak Martin memilih diam tak bersuara. Beliau sudah terlanjur cukup kecewa akan perilaku Ello yang sudah kelewat batas.


“Tunggu apa lagi pergi sana!” sentak Galih lagi.


“Hei! Bersikaplah yang sopan pada anak saya memang kalian tidak tahu siapa kami? Lebih baik cari saja ayah kandung yang sudah menghamili putri anda. Yang jelas bukan putra saya! Ayo pergi Ello!” sarkas Mama Lusi yang tidak terima anaknya di perlakukan tidak baik oleh orang lain.


“Tidak ma, mama belum pastikan jika Gloria hamil itu anakku atau bukan? Seingat Ello, Ello tak pernah menyentuh tubuh Gloria barang seujung kuku pun,” elak Ello.


“El, kamu lupa kejadian di club waktu itu. Kamu mabuk berat, dan kamu memaksaku untuk melakukan itu padahal aku sudah berusaha menyadarkanmu. Tapi semua sudah terlanjur Huhu....” sanggah Gloria sambil memainkan perannya dengan berpura-pura sesedih mungkin.


Sebelum membawa Mama Lusi menyusul Ello ke rumah sakit, terlebih dahulu Gloria menyerahkan hasil USG kepada Mama Lusi. Hasil USG itu memang milik Gloria yang menyatakan bahwa saat ini wanita model itu tengah mengandung. Beruntung Lusi mempercayainya.


Plaakk!!


Sebuah tamparan mendarat mulus di wajah tampan Ello, hingga menyisakan seburat merah berbentuk tangan tercetak jelas di wajahnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2