Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Ketidaktahuan Ello


__ADS_3

Sean pun nampak memasuki ruangan dokter Edwin untuk melakukan donor darah. Setelah melakukan pengecekan laboraturium terlebih dulu. Awalnya Sean sempat menolak tawaran dokter Edwin, namun lama-lama ia juga penasaran siapa gerangan yang berani membayar mahal jika ia bersedia mendonorkan darahnya nanti.


Ternyata itu adalah sepupunya Gracello dan yang membutuhkan donor darahnya adalah Gaby. Gadis yang sudah membuatnya mati penasaran. Gadis yang membuatnya babak belur di tangan sepupunya sendiri.


Setelah di fikir lagi, ada baiknya ia menolong Gaby. Dengan begitu ia bisa bernegosiasi dengan keluarganya, setelah melihat keluarga Gaby ternyata menolak Ello yang mereka ketahui sudah memiliki tunangan. Dan ini sangat menguntungkan bagi Sean.


Tentu saja wanita yang mengaku tunangan Ello itu adalah Gloria. Karena Sean sangat mengenal Gloria lebih dari siapapun. Termasuk di balik rencana Gloria yang mengaku hamil kepada keluarga Ello.


Dengan begitu, uang dari Ello dapat begitu pula dengan Gaby. Karena bagi Sean, segala sesuatu di dunia itu tidak ada yang gratis. Manusia di ciptakan untuk bersimbiosis mutualisme yaitu saling bergantung dan menguntungkan. Begitu pula yang Sean lakukan saat ini.


“Sebentar lagi, aku akan mendapatkanmu Gaby.”


Gumam Sean dengan senyuman smriknya. Karena sebentar lagi ia akan menikahi Gaby, meski melalui jalur memaksa seperti ini. Sean mempunyai suatu tujuan menikahi Gaby. Karena Sean ingin melihat, sepupunya Gracello jatuh dan terpuruk karena ia menikahi wanita yang sepupunya itu cintai.


*


*


Kini Ello tengah di kantor perusahaan keluarganya. Praktik kedokteran miliknya di alihkan ke dokter lain karena ia tidak bisa menjalani dua rutinitas dalam satu waktu. Apalagi kakek Mahesa memintanya untuk menghandle perusahaan untuk menggantikan sang kakek.

__ADS_1


“Iya dokter Edwin? Apa?! Sean bersedia mendonorkan darahnya untuk Gaby? Syukurlah! Saya akan siapkan dananya sekarang. Berapa pun yang ia minta beri tahu saya, saya akan berikan sesuai nominal yang Sean minta nanti.”


“.....”


“Baik dok, terima kasih banyak atas bantuannya.”


Tut!


Ello pun menatap benda pipih miliknya dengan wajah berbinar. Meski tidak bisa mendampingi Gaby secara langsung, namun hanya ini yang bisa Ello lakukan. Yaitu memberikan Perhatian jarak jauh, dengan syarat keluarga Gaby tidak boleh tahu apa pun.


“Apa pun akan daddy lakukan untuk kalian, agar kalian tetap hidup dan bisa tersenyum kembali di dunia ini. Terutama kamu Gaby,” lirih Ello.


Tanpa Ello sadari, ada maksud lain atas persetujuan Sean mendonorkan darahnya untuk Gaby. Terlebih dokter Edwin tak mengatakan apa pun tentang perjanjian Sean dengan keluarga Gaby kepada Ello. Karena ini mempertaruhkan lisensinya sebagai dokter. Sean bukanlah lawan yang bisa dokter itu tumbangkan begitu saja. Oleh sebab itu, dokter Edwin lebih memilih tidak ikut campur.


“Sayang, aku datang membawakan makan siang untukmu!” seru Gloria yang baru saja datang dan langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Ello.


Ello pun memasang wajah dinginnya. Semenjak dulu Gloria memang begitu terobsesi kepadanya, entah apa yang wanita model itu inginkan darinya. Yang jelas untuk saat ini Ello harus lebih waspada dan berhati-hati. Karena Gloria termasuk wanita yang pandai memanipulatif keadaan.


Untuk saat ini Ello akan mencari bukti kebusukan Gloria bersama ayahnya. Dan Ello mempunyai rencana untuk mereka nanti.

__ADS_1


“Aku masih kenyang, jika kau ingin makan makanlah. Tidak perlu menungguku!” ketus Ello lalu beranjak keluar menuju pantry untuk membuat kopi. Kepalanya tiba-tiba berdenyut jika mengingat tentang Gaby.


“El! Tapi ini khusus ku buatkan untukmu El!” bujuk Gloria yang ternyata langsung di tolak oleh Ello.


Ello lebih memilih mengabaikan dan menghindari Gloria daripada harus menghadapi Gloria yang bagaikan ulat bulu terus ingin menempel dengannya. Bahkan sampai metting dengan klien pun, Gloria tak ingin ketinggalan.


“Huh! Awas kau El, aku akan membuatmu bertekuk lutut kepadaku suatu saat nanti!” sungut Gloria dengan kesal.


Setelah membuat kopi, Ello pun memilih menyesapi kopi itu di atas rooftop. Rooftop yang hanya ia dan keluarganya saja yang boleh memasuki.


Dari atas rooftop gedung perusahaannya, Ello mampu melihat patung Merlion. Karena jarak gedung perusahaan miliknya dengan patung Merlion tidak begitu jauh.


Dari sudut rooftop yang lain, kakek Mahesa tengah menikmati pemandangan bersama asisten Jay.


“Maaf tuan Mahesa, bukankah itu tuan muda Ello? Ada apa gerangan tuan muda di atas rooftop ini? Apakah tuan muda tengah bebas pekerjaan?” tunjuk Jay kearah Ello yang tak menyadari keberadaan kakeknya disana.


“Mari kita datangi Jay, seperti ia tengah di rundung masalah.”


“Baik Tuan Mahesa.”

__ADS_1


Tinggalkan jejak kunjungan kalian y gaes...😘😘😍


__ADS_2