Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Di Tolak ke 2 kalinya


__ADS_3

Hari ini di cafe Xxx Ello sudah menanti kedatangan Gaby dengan sabar. Sudah 2 gelas lemon tea habis ia minum, namun gadis itu belum juga muncul. Ello sengaja mengambil cuti tahunan dan meliburkan praktiknya sebagai dokter umum hanya khusus untuk bertemu Gaby.


Sudah sebulan lebih ia tak bertemu gadis itu, karena Gaby selalu menolak jika ingin bertemu. Ello takut sesuatu hal terjadi kepada gadis itu. Mengingat ini yang pertama baginya dan bagi Gaby sendiri.


Apalagi Gaby menolak pertanggung jawabannya saat ia mengutarakan keinginannya itu sebulan lalu. Ello tak mengerti, jika di luar sana para gadis akan menuntut pria yang sudah merenggut kesucian mereka. Namun Gaby berbeda. Gadis itu seolah tak mempermasalahkan kehormatannya yang sudah ia ambil secara paksa tanpa sadar.


“Ehem!”


Gaby pun tiba dan memecah lamunan Ello.


“Gaby, kamu sudah datang silahkan duduk!”


Ello mempersilahkan Gaby untuk duduk dengan gugup. Entah kenapa, aura Gaby kali ini jauh berkharisma tidak seperti terakhir kali mereka bertemu. Sesaat, Ello nampak terpesona akan kharisma yang Gaby pancarkan tanpa sadar.


“To the point saja ya, aku tidak ada waktu!” ketus Gaby.


Ello hanya bisa menghela nafas pasrah. Sudah di pastikan gadis itu pasti sangat membencinya, orang yang sudah merenggut kehormatan yang sudah ia jaga untuk suaminya kelak.


“Gaby, sungguh dengan tulus aku memohon maaf padamu. Waktu itu aku khilaf Gab, alkohol benar-benar melumpuhkan hampir semua kesadaranku,” ungkap Ello dengan tulus dan penuh sesal.


Gaby hanya mendengus kesal. Ia sudah bosan mendengar kata maaf dari pemuda beralis tebal itu. Sungguh Gaby tak ingin berurusan dengan pemuda yang menaruh hati pada kakaknya itu.


“Aku sudah sangat bosan mendengar kata maaf darimu Ello, sudah ku tekankan berapa kali padamu bahwa aku sudah memaafkanmu. Dan kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan menuntut pertanggung jawaban darimu!” ucap Gaby dengan tegas.

__ADS_1


Gaby yang sekarang Ello temui sungguh sangat berbeda dengan Gaby yang Ello temui sebulan lalu. Gaby yang sekarang jauh lebih dewasa. Tidak ada sikap pecicilan seperti yang gadis itu tampakkan di setiap waktu.


“Tapi bagaimana jika nanti kamu hamil anakku Gaby?”


Deg!


“Kamu tenang saja, itu tidak akan pernah terjadi!” ketus Gaby yang tak pernah terbayangkan sama sekali dalam benak Gaby, jika ia sampai hamil anak Ello nanti.


Lagian itu tidak mungkin, cinta semalam mampu membuat orang hamil dengan mudah. Bibi Gaby saja sudah bertahun-tahun menikah juga tidak kunjung memiliki momongan. Jadi Gaby menyangkal pernyataan Ello itu.


“Bagaimana kamu bisa yakin?” Ello semakin menatap intens kearah Gaby yang duduk dengan anggun di tempatnya.


Penampilan gadis itu juga sudah berubah. Tidak di kuncir atau di kepang 2 seperti biasanya. Gaby hanya menggerai rambut panjangnya yang hitam legam dan panjang itu. Memberi aksesoris jepitan sederhana pada salah satu sisi dekat telinganya.


“Kita bahas yang lain saja, apa yang ingin kamu bicarakan padaku? waktuku sudah hampir habis!” ketus Gaby lagi.


“Oh...itu, aku hanya ingin menyakinkanmu kembali. Apa kamu benar-benar tak menginginkan pertanggung jawabanku Gaby?”


“Tentu saja, untuk apa aku meminta pertanggung jawaban dari pria yang tidak mencintaiku sama sekali? Bahkan pria itu ternyata lebih mencintai kakakku, apa kamu fikir aku sanggup menerima semuanya? Tidak! Lebih baik aku sendiri, toh nyatanya sampai sebulan ini aku baik-baik saja dan tidak hamil seperti apa yang kamu khawatirkan itu!”


“Bagaimana kamu bisa tahu bahwa....”


“Tentu saja aku tahu, karena kamu selalu menyebut nama kakakku Ganes waktu itu. Sudahlah, aku muak membahasnya kembali. Dan tolong untuk berhenti hubungi aku terus. Anggap saja tidak pernah terjadi apa pun di antara kita! Permisi! Waktu ku habis!”

__ADS_1


Tanpa meminum minuman yang sudah di pesankan oleh Ello untuknya. Gaby memilih beranjak dan meninggalkan pemuda beralis tebal itu sendirian.


“Gaby! Sebenarnya aku akan di jodohkan Apakah aku harus menerimanya atau tidak?” teriak Ello tanpa malu saat di dengar oleh pengunjung cafe yang lain.


Deg!


Ada sedikit rasa tak rela dalam hati Gaby. Pria yang sudah merenggut masa depannya, akan menikah dengan wanita lain. Tapi itu lebih baik, daripada ia yang menikah dengan pria itu tanpa cinta. Itu akan jauh lebih menyiksa perasaannya.


“Bagus dong! Itu akan lebih mudah membuatmu melupakan masalah yang sudah terjadi di antara kita. Dan tidak perlu kamu khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja. Dengan begitu kamu juga bisa melupakan perasaanmu pada kakakku. Karena ia sudah ada yang memiliki!”


Setelah berucap itu. Gaby pun cepat berlalu meninggalkan Ello yang masih mematung.


“Kenapa Gaby berbicara seperti itu? Apa Gaby sudah mengingat semuanya?” lirih Ello.


Perasaan pemuda beralis tebal itu kecewa luar biasa. Ini kedua kalinya ia sudah di tolak mentah-mentah oleh perempuan yang sama. Padahal niat Ello baik, ia hanya ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tapi jika Gaby sudah menolak, Ello bisa apa ?


Mungkin terpaksa Ello menerima perjodohan yang sudah kakek Ello buat untuknya. Mengingat kakek Ello sekarang sedang sakit keras.


Untuk perasaan Ello terhadap Ganes sudah berusaha pemuda itu kubur dalam-dalam. Semenjak Ello berhubungan dengan Gaby. Rasa bersalahnya lebih mendominan di banding perasaan cintanya terhadap Ganes.


“Kenapa waktu itu mulut ini tidak sadar sudah menyebut nama Ganes saat melakukannya bersama Gaby? Pantas saja ia sangat membenciku dan menolak pertanggung jawaban dariku. Akh! S*al gue sudah seperti laki-laki badj*ngan saja!”


TBC...

__ADS_1


Maaf ya readers alur dan temponya sedikit author percepat biar kalian tidak cepat bosan..🙏


__ADS_2