Cinta Untuk Gaby

Cinta Untuk Gaby
Gold Blood


__ADS_3

Sampainya di rumah sakit, Ello langsung membawa Gaby ke ruang Unit Gawat Darurat. Dan di sambut oleh beberapa karyawan yang sebagian adalah temannya.


“Dokter Ello, apa yang terjadi? Kenapa gadis ini?” tanya salah satu perawat yang merupakan partner kerja saat Ello magang di rumah sakit itu.


“Ia sedang hamil, coba periksa denyut nadinya. Dan segera hubungi dokter spesial kandungan sekarang!” titah Ello dengan tegas.


“Ba..baik dokter.”


Perawat itu pun langsung bergegas untuk mencari dokter spesialis kandungan. Sedangkan perawat yang lain mencoba menyadarkan Gaby.


Tak lama seorang dokter spesialis kandungan datang dan memerintahkan Gaby untuk di pindah ke ruangannya.


“Dokter Ello, apa kabar?” tanya seorang dokter bername tag Edwin itu.


“Baik dokter Edwin, segera periksa dia. Saya takut ia kenapa-kenapa,” pinta Ello.


Dokter Edwin pun tersenyum penuh arti. Seorang Gracello yang terkenal dingin ke perempuan, lalu tiba-tiba dokter muda itu bertunangan namun gagal. Tapi kali ini membawa seorang wanita hamil dengan raut wajah khawatirnya. Meski sebenarnya ia tidak begitu mengenal seperti apa Ello, namun ia cukup tahu dokter yang di gandrungi banyak pasien wanita serta beberapa perawat di rumah sakit itu.


Dokter Edwin pun mulai memeriksa denyut nadi Gaby dan juga tekanan darahnya. Sedangkan seorang perawat mengambil sample darah untuk pengecekan laboraturium. Lalu usai memeriksa Gaby, dokter Edwin nampak manggut-manggut dengan hasil pemeriksaannya.


“Apa yang terjadi dok?” tanya Ello tak sabaran.


“Pasien ini mengalami penurunan darah dratis, bisa jadi akibat kehamilan yang ia jalani saat ini. Kemungkinan pasien harus melakukan transfusi darah namun kita belum tahu pasti, pasien memiliki golongan darah apa. Kita tunggu saja hasil laboraturiumnya,” tutur dokter Edwin.


“Baik dokter.”

__ADS_1


Tak lama seorang perawat masuk ke ruangan dokter Edwin dan mengantarkan hasil laboraturim dan sample darah Gaby.


“Ini dokter hasil laboraturium nona Gaby,” ucap perawat itu sambil menyerahkan selembar kertas kearah dokter Edwin.


Dan dokter Edwin pun menerima selembar kertas itu dan segera membacanya.


“Hasil laboraturium Gaby bagaimana dok?" tanya Ello.


“Begini dokter Ello, menurut hasil test laboraturium menyatakan bahwa nona Gaby memiliki golongan darah Rhesus null ( Rh-null) atau golongan darah emas.”


Deg!


Jantung Ello seakan berhenti berdetak setelah mendengar penjelasan dari rekan seniornya itu. Tanpa di jelaskan pun tentu saja Ello sudah tahu tentang golongan darah Rh-null. Darah paling langka di seluruh dunia.


Darah emas atau golongan darah Rh null adalah golongan darah yang tidak mengandung antigen Rh (protein) pada sel darah merah (RBC).


“Lalu apa yang harus saya lakukan dokter Edwin? Golongan darah itu sangat langka, bahkan kita tidak tahu di negara ini ada atau tidak?” sergah Ello dengan panik.


Dokter Edwin pun menghela nafasnya yang terasa sesak. Saat study di Amerika ia memang sudah mempelajari tentang golongan darah langka itu, atau orang barat menyebutnya dengan gold blood.


“Kita harus segera mencari golongan sejenis yang di miliki oleh gadis ini dokter El, coba dokter El hubungi seluruh pihak keluarganya. Bisa jadi di antara mereka memiliki golongan darah yang sama nona Gaby,” tutur dokter Edwin menjelaskan.


Deg!


Apakah aku harus menghubungi keluarga Gaby? Apa yang akan terjadi jika sampai mereka tahu kalau Gaby sedang hamil anakku? Bisa-bisa om Martin marah besar dan malah memisahkan aku dengan Gaby. Tidak! Ini tidak boleh terjadi!

__ADS_1


Sebagai mantan sahabat Ganes tentu saja Ello sangat tahu watak dan peringai Pak Martin selaku ayah dari Ganes dan juga Gaby.


Bagi mereka kehormatan keluarga harus di junjung tinggi. Apalagi kehamilan Gaby akan menjadi aib besar bagi keluarga Martin Sanjaya. Selaku seorang pengusaha termansyur di kota mau pun di tanah air. Ello sangat tahu itu.


“Apa dokter Edwin tahu siapa saja dari pasien dokter yang pernah memiliki golongan darah yang sama seperti Gaby?” tanya balik Ello.


“Sebentar, saya akan mencoba mengingatnya.”


Lalu setelah itu dokter Edwin mencoba menghubungi beberapa mantan asisten yang pernah bertugas dengannya dahulu beserta asisten barunya. Tak lama senyum mengembang dari sudut bibir dokter Edwin.


“Iya, terima kasih sus atas bantuannya.”


Tut!


“Bagaimana dok?” tanya Ello dengan tak sabaran.


“Saya memiliki info bagus, ada pasien pribadi kami yang kebetulan tinggal di negara ini. Dan beliau baru saja sedang melakukan perawatan, tapi saya tak yakin beliau akan sudi mendonorkan darahnya untuk orang lain. Mengingat, maaf sifatnya terlalu arogan.”


“Siapa dia dokter Edwin?”


“Tuan muda Seanor.”


**Bersambung...


Maaf ya reader, akhir² ini otor mager banget di tambah banyak acara sebelum puasa kemarin. Yg cukup melelahkan..😌

__ADS_1


Tolong beri semangat otor, biar hempas rasa mager ini..😂😂**


__ADS_2