
Di restauran bibi Ling dan Paman Coco.
Hari ini Gaby mendatangi restauran Bibi Ling dan Paman Coco. Seperti biasa ia akan membantu pekerjaan yang Gaby bisa sambil belajar ilmu bisnis yang mereka terapkan.
Gaby menatap heran kepada karyawan bibi Ling yang mengusung beberapa box makanan ke dalam mobil pick up yang cukup besar.
Gaby pun mendekati mereka dan bertanya kepada salah satu pegawai Bibi Ling yang ia kenal. Sambil mengambil air minum pada dispenser dan meminumnya.
“Edo, kenapa kalian mengangkut box-box besar ini ke dalam mobil pick up? Memang kita mau ada piknik di luar?” tanya Gaby polos.
“Cckk..Bukan Gaby, kita akan ada project besar mengantar catering untuk keluarga orang kaya.”
Di samping menjalani usaha bisnis kuliner, Bibi Ling dan Paman Coco juga menjalani bisnis jasa catering pesan antar.
“Apa Catering?”
“Gaby! Gaby! Syukur kamu kesini sayang, Bibi minta tolong banget sama Gaby, please bantuin bibi.. Salah satu karyawan bibi tidak masuk hari ini, tolong kamu gantiin ya sayang khusus hari ini saja.”
“Siap Bibi, memangnya kita punya project apa hari ini?” sahut Gaby dengan semangat.
“Kita mendapat project catering di acara keluarga Sanders dan Martin. Duhh...bibi tak menyangka dari banyaknya pesaing catering mereka malah memilih restoran kita. Bibi sangat bahagia Gaby, bibi doakan tuan Muda Gracello dan Gloria segera menikah, amin!” ungkap Bibi Ling penuh bahagia sambil memeluk tubuh sintal Gaby.
Prannk!!
Gaby pun menjatuhkan gelas berisi air yang beberapa menit lalu sempat ia minum.
“Sayang, kamu kenapa? Sakit?” Bibi Ling pun menelisik wajah Gaby dengan khawatir.
“Ah! Tidak bibi, tangan Gaby aja yang licin. Ternyata Gaby cuci tangannya tidak bersih,” ujar Gaby beralibi.
__ADS_1
Padahal sebenarnya Gaby merasa terkejut luar biasa, kini ia harus membantu Bibi Ling untuk melayani keluarga Sanders untuk menggantikan karyawan yang tidak masuk. Itu artinya ia akan kembali bertemu dengan Ello.
Mau menolak pun tidak enak hati. Bibi Ling sudah cukup baik menampungnya dengan memberi diskon hampir 50% dari harga sewa apartemen yang harus ia bayar. Dan lagi Bibi Ling dan Paman Coco juga memberikan upah setiap ia membantu di restauran pasang suami istri itu.
*
*
Gaby dan karyawan Bibi Ling yang lain sudah sampai di sebuah hotel mewah dimana acara keluarga Sanders akan berkumpul.
“Bagaimana penampilanku Gaby? Cantik kah? Aku sengaja khusus datang ke salon kemarin untuk facial agar wajahku terlihat kinclong,” ucap gadis bernama Ismi yang merupakan karyawan senior Bibi Ling.
Usianya sudah hampir kepala 3 namun gadis itu belum kunjung berniat untuk menikah.
“Cantik, Memangnya kenapa?” jawab Gaby jujur.
“Ini tu tempat berkumpul para crazy rich say, siapa tahu kita beruntung dan salah satu dari mereka bakal klepek-klepek deh sama pesona kita,” ucap Ismi dengan percaya diri.
“Crazy Rich ? Aku tak mengerti kak Ismi.”
“Ish...lihat para pria maskulin berjas itu Gaby, Bayangankan saja mereka tertarik akan pesona kita dan jatuh kepelukan kita. Tentu kehidupan kita akan lebih baik dari sekarang,” tutur Ismi menjelaskan khayalannya.
“Hei..hei...kerja..kerja, jangan mikir crazy rich mulu. Yang ada entar kalian malah Crazy beneran alias edan, haha,.” kelakar Edo yang mencuri dengar dari bisik-bisik Ismi dan Gaby sambil terbahak-bahak.
“Edo! Ngeselin deh!” sungut Ismi tak terima di bilang crazy beneran.
Gaby pun hanya tersenyum menanggapi gurauan para seniornya yang lumayan menghibur hati. Ini pertama Gaby mengikuti kegiatan seperti ini. Jadi Gaby harus banyak belajar dari para seniornya.
Ismi berjalan terlebih dahulu sambil mendorong troli makanan, di belakangnya Gaby melakukan hal yang sama mendorong troli makanan yang berisi minuman dengan berbagai rasa sebagai jamuan pembuka.
__ADS_1
Sejauh mata memandang, Gaby tidak melihat adanya Ello. Jadi Gaby merasa aman untuk menjalankan pekerjaannya ke depannya.
“Sean, kamu lihat pelayan itu? Terlihat manis dan menggemaskan dengan costumnya. Apakah dia sedang cosplay ?” tunjuk Gio.
Sean dan Gio merupakan saudara sepupu dekat Ello. Mereka datang untuk menghadiri acara keluarganya sekaligus hari pertunangan sepupunya Gracello.
“Kamu benar Gio, lihat saja aku pasti bisa mendapatkannya gadis chubby itu!” ucap Sean dengan senyum smrik yang misterius.
“Aku taruhan 1 juta dollar jika kamu bisa menaklukan gadis itu Sean.” Gio pun menawarkan uangnya untuk memulai aksi Sean.
Sean merupakan putra konglomerat juga sama seperti Ello. Namun Sean mempunyai kebiasaan buruk yaitu bermain wanita.
“Kamu siapkan uangnya, aku akan beraksi sekarang!”
“Beres!”
Sean berjalan dengan yakin menuju Gaby, lalu berdiri tepat di samping gadis itu yang tengah memberikan minuman yang ia bawa dalam troli kepada para tamu.
Gaby yang tak melihat ada Sean di sampingnya pun tanpa sengaja menumpahkan minuman ke jas mahal milik pemuda itu.
“Silahkan di minum...akh!”
Byuurr!
Gaby pun membolakan matanya saat minuman soda berwarna merah yang ia bawa, menyiram tubuh seseorang yang berdiri tak jauh darinya.
“Maafkan saya tuan! maafkan saya!”
Bersambung...
__ADS_1