
Sela beberapa waktu, Gaby pun mulai tersadar dari tidurnya. Gadis itu mulai membuka kelopak matanya yang terasa berat. Bahkan kepalanya terasa berdenyut nyeri.
Saat matanya sudah terbuka, hal pertama yang ia lihat adalah ruangan serba putih. Nampak peralatan kesehatan tertata rapi di tempatnya di sekitar brankar pasien yang di tiduri Gaby.
“Dimana aku?”
Gaby pun mengedarkan pandangannya untuk mencari kepastian dimana kini ia berada.
Lalu tanpa sengaja, netranya menangkap sebuah nama yang terpanjang di atas meja kerja yang sepertinya sebuah klinik kesehatan. Dan nama itu nampak tidak asing bagi Gaby.
Dr. Gracello Sanders begitu Gaby mengejanya.
Ternyata aku ada di tempat Ello? Apa Ello!!
Gaby pun memelototkan matanya tak percaya bagaimana mungkin kini ia bisa berada di sebuah tempat yang seperti klinik milik Ello. Gaby masih mengingat jika kemarin malam ia masih duduk berdua bersama Sean.
“Kamu sudah sadar nona?”
Gaby hanya mengangguk menjawab pertanyaan perempuan paruh baya yang berseragamkan suster.
“Suster, bagaimana saya bisa ada di sini?” cicit Gaby pelan.
“Tuan muda yang sudah membawa nona kemari.”
“Tuan muda? Siapa? Memang apa yang sudah terjadi dengan saya?” tanya Gaby beruntun.
Suster Eva pun menghela nafasnya pelan. Tadi Ello sudah berpesan untuk tidak mengatakan apa pun mengenai kejadian semalam antara Gaby dan juga tua mudanya itu.
“Tuan muda Ello, Tidak ada yang perlu di khawatirkan Nona hanya sakit dan butuh istirahat.”
“Sakit? Benarkah?”
“Iya nona pingsan di tempat.”
__ADS_1
“Apa pingsan? Duh, mana aku tidak memberi kabar bibi Ling pasti khawatir mencariku.”
“Suster, terima kasih atas bantuannya. Saya harus segera pergi, sampaikan ucapan terima kasih saya kepada Ello,” pamit Gaby kepada suster Eva.
“Baik nona, nanti suster sampaikan kepada tuan muda. Tapi nona..ini obatnya tolong di bawa..”
“Tidak perlu, saya harus pergi.”
Gaby tak menghiraukan kalimat terakhir yang suster Eva ucapkan.
“Dasar anak muda jaman sekarang main nyelonong saja!” gerutu suster Eva usai ucapannya tak di indahkan.
Gadis itu pun bergegas keluar klinik tempat Ello membuka praktik kesehatan. Sampainya di luar, tak sengaja Gaby menabrak seseorang yang tengah sibuk memainkan ponselnya.
Bugh!
“Aw...sakit ! Hei kamu bisa nggak jalan pakai mata! Ka... Kamu?!” bentak seorang wanita yang tak sengaja Gaby tabrak.
Wanita itu pun terjatuh di kubangan lumpur. Sehingga mantel bulu-bulunya basah dan kotor terkena kubangan air lumpur yang menggenang karena kebetulan sehabis hujan.
“Ma..maaf nona, saya tidak sengaja,” mohon Gaby sambil menunduk.
“Maaf! Maaf! Makanya jalan pakai mata! Coba siniin tangan kamu!” pinta wanita itu.
Gaby pun mengulurkan tangannya dan tanpa sengaja di tarik dengan keras oleh wanita itu dan akhirnya Gaby pun ikut terjatuh di kubangan air berlumpur itu.
“What! Apa yang nona Gloria lakukan?!” Gaby pun menatap nyalang kearah Gloria yang tersenyum sinis kearahnya.
Ya wanita bermantel bulu-bulu itu adalah Gloria yang sengaja datang ke klinik Ello untuk mencari pemuda itu.
“Kamu fikir kamu siapa main nabrak-nabrak aku! Kamu tidak tahu siapa aku? Hah! Awas minggir aku mau bertemu Ello! O..iya aku peringatkan kamu jangan pernah temui tunanganku Ello apa lagi sampai menggodanya. Sekalinya pelayan tetap pelayan saja jangan bermimpi bisa merebut dan punya suami crazy rich seperti Ello !” cibir Gloria kearah Gaby.
Gaby bukan tipe wanita yang menerima jika di katain orang lain, apalagi tuduhan itu sangatlah tidak benar. Untuk apa Gaby merebut Ello dari wanita model itu? Hati Gaby pun mulai gerah jika di tuduh tanpa bukti seperti barusan.
__ADS_1
“Hei! Nona sombong, saya tegaskan kepada anda. Ello yang mengejar saya duluan bukan saya yang mengejar Ello asal anda tahu!” cibir balik Gaby kearah Gloria lalu berlari untuk menghindari amukan dari wanita model itu.
“Dasar kau ya!”
Gloria pun buru-buru mengubah ekpresinya. Wanita model itu takut jika amarahnya akan menjadi bomerang bagi karirnya suatu saat nanti. Karena setahu publik, Gloria itu seorang artis model yang ramah dan murah senyum.
Bagaimana pun Gloria tidak percaya akan ucapan Gaby gadis pelayan yang ia kenal di acara pertunangannya yang gagal. Mana mungkin seorang Ello mengejar cinta pelayan rendahan seperti gadis itu? Jika di bandingkan dengannya sangatlah jauh.
*
*
“Dasar cewek aneh, kenal kagak tahu-tahunya marah-marah nggak jelas. Masa bibi Ling ngefans sama artis modelan dia?! Aish..jadi kotorkan semua bajuku.”
Gerutu Gaby yang baru saja tiba di kawasan apartemennya. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti akan panggilan seseorang.
“Gaby!...Gaby! Berhenti!”
Teriak seorang wanita kearahnya. Lalu wanita itu lari tergopoh-gopoh menuju kearah dimana Gaby akan memasuki apartemennya untuk segera berganti baju.
“Ada apa kak Ismi?”
Plak!
Wanita bernama Ismi itu menepuk bahu Gaby dengan gemas.
“Ada apa..apa ada, kamu tidak tahu kami semua khawatir mencarimu Gaby. Apa lagi obos, mereka sampai tidak mengijinkan kami untuk pulang kalau tidak menemukanmu. Beruntung tuan muda Ello menghubungi kita melalui ponselmu semalam. Dasar gadis nakal!” cerocos Ismi tanpa henti
“Apa? Ello telepon bibi Ling pakai nomer Gaby? Gaby belum mengeceknya kak.”
“Kamu hutang penjelasan padaku Gaby, bagaimana bisa setelah tuan muda Sean berganti jadi tuan muda Ello? pasti ada sesuatu yang di antara kalian, eh bentar..apa itu di lehermu?” tunjuk Ismi ke arah leher Gaby yang kebetulan terbuka.
TBC...
__ADS_1